Senin, 21 September 2026
04:01 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Reflektivisme

Reflektivisme adalah istilah payung dalam teori hubungan internasional untuk menyebut pendekatan-pendekatan teoretis yang menolak alasan pilihan rasional untuk setiap fenomena sosial dan positivisme pada umumnya. Istilah ini dipopulerkan oleh Robert Keohane dalam pidato kepresidenannya di International Studies Association pada tahun 1988.[1] Pidato tersebut berjudul "International Institutions: Two Approaches" dan menjabarkan dua pendekatan besar dalam studi lembaga internasional (dan fenomena internasional pada umumnya), rasionalisme dan reflektivisme. Kaum rasionalis, termasuk realis, neo-realis, liberal, neo-liberal, dan para ilmuwan yang memakai model teori permainan atau harapan kegunaan, adalah para teoriwan yang mengadopsi komitmen teori pilihan rasional secara teoretis dan ontologis.

Kritik

Kritik utama terhadap pendekatan reflektivis berasal dari perbedaan epistemologis antara reflektivisme dan positivisme. Sejak 1970-an, teori hubungan internasional arus utama cenderung memiliki orientasi epistemologi yang lebih positivis.[2] Penolakan reflektivis terhadap asumsi dan metode positivis memunculkan kritik bahwa pendekatan tersebut tidak dapat mengeluarkan pernyataan yang tepat mengenai dunia luar dan menolak seluruh "tatanan ilmu sosial".[3] Kritik semacam ini meluas di kalangan ilmu politik Amerika Serikat, dan reflektivisme umumnya tidak populer dalam pendidikan HI Amerika Serikat, khususnya ketika dibandingkan dengan pendidikan HI Eropa dan dunia ketiga.[4]

Referensi

  1. The attribution to Keohane is standard -- see e.g. Milja Kurki, Causation in International Relations: Reclaiming Causal Analysis. Cambridge University Press (2008), p. 124 n. 1.
  2. Daniel Maliniak, Amy Oakes, Susan Peterson and Michael J. Tierney, "The International Relations Discipline, 1980-2006", paper presented at the Annual Meeting of the American Political Science Association, Chicago (2007), p. 2.
  3. In reference to "postmodernism", for example, see Peter Katzenstein, Robert Keohane and Stephen Krasner, "International Organization at Fifty: Exploration and Contestation in the Study of World Politics", International Organization 52, 4 (Autumn 1998), p. 678.
  4. See e.g. Ole Waever, "The Sociology of a Not So International Discipline: American and European Developments in International Relations", International Organization 52, 4 (1998); Thomas Biersteker, "The Parochialism of Hegemony: Challenges for 'American' International Relations", in Arlene Tickner and Ole Waever (eds.), International Relations Scholarship Around the World: Worlding Beyond the West. Routledge (2009).

Lihat pula

Realisme
Liberalisme
Konstruktivisme
Marxisme
Teori lain
Klasifikasi
Pendekatan lain
Perspektif
Deklinasi
Konsep utama
Antitesis
Pergeseran paradigma terkait
dalam sejarah ilmu
Topik terkait
Perdebatan positivis
Metode
Kontribusi
Pendukung
Kritik
Kritikus
Konsep
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan