Selasa, 29 September 2026
10:10 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto

Liberalisme interdependensi

Bagikan:
Teori hubungan internasional
20px-A_coloured_voting_box.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalPolitik

Liberalisme interdependensi adalah aliran pemikiran hubungan internasional liberal yang berpendapat bahwa peningkatan saling ketergantungan (interdependensi) antarnegara akan mengurangi kemungkinan negara-negara tersebut terlibat dalam konflik bersenjata.[1] Kaum liberal interdependensi memandang modernisasi sebagai proses meningkatkan tingkat dan cakupan saling ketergantungan antarnegara sehingga memunculkan kerja sama yang lebih luas. Para pemikirnya juga melihat kesejahteraan sebagai kepentingan nasional dan pasukan militer semakin tidak berguna.

Interdependensi sendiri kemudian menciptakan rasa ketergantungan suatu negara kepada negara lain karena rasa saling membutuhkan. Konsep dari interdependensi tersebut kemudian digabungkan dengan teori liberalisme. Kemudian liberalisme interdependensi dikategorikan sebagai neo-liberalisme.[2]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Jackson, Robert and George Sorensen (2006) Introduction to International Relations:theories and approaches, Oxford, OUP, 3rd ed, p104
  2. ↑ Barry, Buzan (1998-04). "Liberalism and Security: The contradictions of the liberal Leviathan". ciaotest.cc.columbia.edu. Diakses tanggal 2024-04-27.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=


Ikon rintisan

Artikel bertopik hubungan luar negeri ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan