Rabu, 14 Oktober 2026
20:01 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus

Neofungsionalisme

Bagikan:
Untuk istilah dalam sosiologi, lihat Neofungsionalisme (sosiologi).
Teori hubungan internasional
20px-A_coloured_voting_box.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalPolitik

Neofungsionalisme adalah teori integrasi kawasan berdasarkan tulisan-tulisan Ernst B. Haas, ilmuwan politik Amerika Serikat kelahiran Jerman, dan Leon Lindberg, ilmuwan politik Amerika Serikat. Tujuan para neofungsionalis adalah memanfaatkan pengalaman integrasi yang dirintis Eropa untuk menciptakan hipotesis pengujian di sektor lain.[1] Pendekatan Jean Monnet terhadap integrasi Eropa, yang bertujuan menyatukan setiap sektor dengan harapan menghasilkan efek limpasan untuk melanjutkan proses integrasi, kabarnya didasarkan pada pemikiran neofungsional. Haas kemudian menyatakan bahwa teori neofungsionalisme tidak berlaku lagi, tetapi ia menarik pernyataannya dalam buku terakhirnya,[2] setelah proses integrasi Eropa mulai mandek pada tahun 1960-an. Kemandekan ini terjadi setelah politik "kursi kosong" Charles de Gaulle melumpuhkan lembaga Masyarakat Batu Bara dan Baja Eropa, Masyarakat Ekonomi Eropa, dan Masyarakat Tenaga Atom Eropa.[3] Teori ini diperbarui dan dikembangkan oleh Wayne Sandholtz, Alec Stone Sweet, dan rekan-rekannya pada tahun 1990-an dan 2000-an. Mereka melengkapi teori ini dengan menerapkan empirisme.

Neofungsionalisme menjelaskan proses integrasi kawasan dengan mengacu pada interaksi tiga faktor penyebab, yaitu:[4][5]

  • Pertumbuhan interdependensi ekonomi antarnegera
  • Kapasitas organisasi untuk menyelesaikan sengketa dan membangun rezim hukum internasional
  • Peraturan pasar supranasional yang menggantikan rezim regulasi nasional

Teori neofungsionalis awalnya berasumsi bahwa nasionalisme dan negara-bangsa semakin tidak penting. Teori ini memperkirakan bahwa perlahan-lahan para pejabat terpilih, kelompok kepentingan, dan kepentingan perdagangan besar di dalam negara akan merasa perlu mencapai cita-cita kesejahteraan yang dapat dipenuhi melalui integrasi politik dan pasar di tingkat supranasional yang lebih tinggi. Haas merumuskan tiga mekanisme yang menurutnya dapat mempercepat proses integrasi: limpasan positif, peralihan keberpihakan dalam negeri, dan keotomatisan teknokrat.[6]

Sumber

  • Ernst B Haas: The Uniting of Europe, Stanford 1958
  • Ben Rosamond: Theories of European Integration (Palgrave Macmillan: Hampshire, 2000)
  • Wayne Sandholtz and Alec Stone Sweet, eds., European Integration and Supranational Governance (Oxford University Press, 1998)
  • Alec Stone Sweet, Wayne Sandholtz, and Neil Fligstein, The Institutionalization of Europe (Oxford University Press, 2001)
  • Alec Stone Sweet, The Judicial Construction of Europe (Oxford University Press, 2004)

Referensi

  1. ↑ Rosamond, Ben (2005). "The uniting of Europe and the foundation of EU studies: Revisiting the neofunctionalism of Ernst B. Haas". Journal of European Public Policy. 12 (2): 243. doi:10.1080/13501760500043928.
  2. ↑ Haas, E.B. (2004) ‘Introduction: Institutionalism or constructivism?’, in The Uniting of Europe: Politics, Social and Economic Forces, 1950-1957, 3rd edn, Notre Dame: University of Notre Dame Press, p. iiii
  3. ↑ Ernst Haas, The Obsolescence of Regional Integration Theory (Berkeley: Institute of International Studies, University of California, Berkeley, 1975).
  4. ↑ Wayne Sandholtz; Alec Stone Sweet (1997). "European Integration and Supranational Governance". Journal of European Public Policy. 4 (3): 297–317.
  5. ↑ Haas, Ernst B. (1961). "International Integration: The European and the Universal Process" (PDF). International Organization. 15 (3): 366–392. doi:10.1017/S0020818300002198.
  6. ↑ Ernst Haas, The Uniting of Europe: Political, Social, and Economic Forces, 1950-1957 (republished by University of Notre Dame Press, 2004).
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan