Rabu, 28 Oktober 2026
05:17 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Etika internasional

Bagikan:
Teori hubungan internasional
icon PortalPolitik

Etika internasional adalah bidang teori hubungan internasional yang mempelajari cakupan kewajiban etika antarnegara pada era globalisasi. Mazhab dalam etika internasional meliputi kosmopolitanisme dan anti-kosmopolitanisme.[1] Realisme, Liberalisme, dan Marxisme adalah tradisi etika yang mengurus masalah moral dalam hubungan internasional.

Realisme

Dalam realisme, etika adalah hal sekunder, artinya tidak dapat diterapkan dalam politik internasional dan mengutamakan kepentingan diri daripada prinsip moral. Mewujudkan kepentingan diri oleh negara dipandang sebagai sebuah hak, atau tugas, dan menjadi prinsip kaum realis.[2] Dari sudut pandang tersebut, dunia internasional akan selalu dipenuhi anarki dan persaingan sumber daya. Tidak ada otoritas di atas negara. Bila tidak ada kekuasaan superior yang dapat menjaga tatanan internasional, etika tidak bertahan lama dalam hubungan internasional. Kondisi internasional memaksa negara-negara untuk mempertahankan kepentingannya dengan cara-cara yang kadang tidak bermoral, dan tekanan untuk mempertahankan eksistensi ini menghapus kewajiban moral negara.[2] Menurut prinsip kepentingan diri, sebuah negara dianggap tidak etis apabila mengabaikan tujuannya demi mengejar kekuasaan dan keamanan.

Referensi

  1. ↑ Baylis, Smith and Owens, The Globalisation of World Politics, OUP, 4th ed, Ch 11
  2. 1 2 Nardin and Mapel, Traditions of International Ethics (Cambridge Studies in International Relations), Ch 4
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan