Sabtu, 24 Oktober 2026
02:01 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Verifikasionisme

Bagikan:
Bagian dari seri tentang
Filsafat agama
Konsepsi
Eksistensi
Argumen-argumen tentang
Argumen penentang
Menurut agama
Ateis / agnostik
Buddha
Kristen
Islam
Yahudi
Hindu
Lainnya
Indeks artikel filsafat agama

Verifikasionisme, atau dikenal pula dengan Prinsip Verifikasi, adalah paham kefilsafatan yang memahami bahwa hal atau ungkapan yang secara nalar bermakna adalah tak lain selain hal atau ungkapan yang dapat diverifikasi secara empiris (misalnya, hal yang dapat dicerap oleh indra) atau sebuah kebenaran logis. Prinsip verifikasionisme umumnya digunakan untuk mendukung penolakan bidang ilmu yang abstrak dan tak dapat diindra misalnya seperti spiritualitas, metafisika, etika, dan estetika karena bidang ilmu tersebut mendasari argumen-argumennya pada kebenaran dan proposisi yang tak dapat diferivikasi. Menurut verifikasionisme, argumen-argumen yang tak dapat diverifikasi bermakna terbatas pada memengaruhi emosi dan sikap seseorang, akan tetapi tidak bermakna dalam hal kebenaran faktual.[1]

Verifikasionisme adalah ide sentral dari positivisme logis dan suatu kembangan lanjutan dari gerakan besar empirisme dan filsafat analitis secara umum. Perkembangan verifikasionisme sebagian besar dilatarbelakangi, dan secara berkesinambungan memengaruhi, geliat empirisme dan saintisme yang kuat pada tahun 1920-an.[2]Hal tersebut juga mendorong upaya beberapa filsuf seperti untuk mempersatukan ilmu kefilsafatan dan sains dalam satu sudut pandang umum.

Referensi

  1. ↑ Bullock, Allan; Trombley, Stephen, ed. (1999). The New Fontana Dictionary of Modern Thought. Harper Collins. hlm. 775.
  2. ↑ Lycan, WIlliam G. "Verificationism". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-04-20. Diakses tanggal 2017-10-05. … was a highly political theory of meaning. It was motivated by, and reciprocally helped to motivate, a growing empiricism and scientism in philosophy and in other disciplines. In particular, it was the engine that drove the philosophical movement of Logical Positivism, which was correctly perceived by moral philosophers, poets, theologians and many others as directly attacking the foundations of their respective enterprises.
Ikon rintisan

Artikel bertopik filsafat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan