Minggu, 08 November 2026
12:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Mir Damad

Mir Damad

Bagikan:
Infobox orangMir Damad
250px-Head_Statue_of_Mir_Damad%E2%80%93%D8%B3%D8%B1%D8%AF%DB%8C%D8%B3_%D9%85%DB%8C%D8%B1%D8%AF%D8%A7%D9%85%D8%A7%D8%AF.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran1561 (Kalender Masehi Gregorius) Suntingan nilai di Wikidata
Gorgan Suntingan nilai di Wikidata
Kematian1631 Suntingan nilai di Wikidata (69/70 tahun)
Tempat pemakamanMakam Imam Ali Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
AgamaIslām dan Islam Syiah Suntingan nilai di Wikidata
PendidikanIsfahan Seminary (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanfilsuf,sastrawan,penyair,mutakallim (en) Terjemahkan,matematikawan,muhaddits,Faqih,sage (en) Terjemahkan,pereka cipta,teolog Suntingan nilai di Wikidata
MuridSayyed Ahmad Alavi (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
KeluargaMar'ashis (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
KerabatMir-i Buzurg (en) Terjemahkan (leluhur)
Ali Sistani (keturunan)
Sayyed Ahmad Alavi (en) Terjemahkan (son-in-law (en) Terjemahkan) Suntingan nilai di Wikidata

Mir Damad yang bernama lengkap Mir Burhan al-Din Muhammad Baqir Damad sering disebut oleh kalangan ilmuan sebagai "guru ketiga" setelah Aristoteles dan Al-Farabi. Ia juga dikenal dengan sebutan Sayyid al-Afadil atau Pangeran yang terpelajar. ia terlahir di lingkungan keluarga yang memiliki keuakinan agama yang berlainan. Ia dilahirkan di Astrabad, tetapi besar di Mashdad, yang merupakan kota pusat pengajaran di Iran. Di kota inilah, ia melahap beragam pemikiran, termasuk mengkaji secara mendalam pemikiran Ibnu Sina.[butuh rujukan]

Di kemudian hari, Mir Damad berkelana ke Isfahan pada saat wilayah tersebut dikuasai oleh Dinasti Syah Abbas. Qazvin serta Kashan pun menjadi kota yang ia singgahi untuk menimba ilmu. Di kota ini lah pemikirannya mulai bersinggungan dengan filsafat Yunani. Maka, tak heran jika ia membawa beragam tradisi ke dalam ranah filsafat Islam. Ia mulai membawa filsafat Aristoteles untuk digabungkan dengan Neoplatonis serta mistisisme Islam. Mengenai mistisisme, dia pernah dijuluki sebagai filsug GNOSTIK (kalangan yang sering menyendiri).[butuh rujukan]

Mir Damad juga dikenal senang mengkaji filsafat dan mistisme, Ia selalu melontarkan argumen bahwa aktivitas pikiran akan membawa seseorang merasakan sebuah perjalanan spiritual. Pengalaman spiritual yang seseorang rasakan itu pada akhirnya membuat semakin tingginya rasionalitas seseorang.[butuh rujukan]

Sebagaimana sarjana muslim lainnya, Mir Damad tak hanya menguasai ilmu filsafat, namun juga menghasilkan karya. Beberapa karyanya yang terkenal dimasanya adalah Al-Qabasat dan Al-Muqabasat. Yang pada masanya menjadi salah satu karya filsafat yang paling dipelajari.[butuh rujukan]

Pada masa Mir Damad, terjadi pergesekan antara kaum filsuf dan masyarakat umum, apalagi pertentangan terhadap filsafat juga dilakukan oleh kalangan yang berkuasa. Situasi politik kala itu tidak berpihak pada ilmu filsafat, sehingga perkembangan ilmu filsafat tertekan. Namun, Mir Damad akhirnya mampu mendayagunakan potensinya untuk menjembatani hubungan filsafat dengan masyarakat luas dan lingkungan penguasa, sehingga pergesekan yang ada kala itu tidak berlangsung lama.[butuh rujukan]

Mir Damad meninggal dunia pada tahun 1631M. Dia meninggal akibat sakit yang dideritanya dalam perjalanan menuju Karbala, Irak. Ia kemudian dimakamkan di Najaf.[butuh rujukan]

Bacaan tambahan

Pranala luar

40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan