Selasa, 27 Oktober 2026
17:33 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Hiponimi dan hipernimi

Hiponimi dan hipernimi

satu set hubungan semantik yang melibatkan tipe-properti

Bagikan:
330px-Hyponym_and_hypernym-ID.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi hubungan antara hiponim merpati, gagak, dan elang sebagai hiponim dari hipernim burung, yang pada gilirannya merupakan hiponim dari kata hewan.

Hiponim (dari bahasa Yunani hupó, "di bawah" dan ónoma, "nama") atau kata khusus adalah sebuah kata atau frasa yang gugus semantiknya[1] atau artinya tercakup di dalam kata lain yaitu hipernimnya (dari bahasa Yunani hupér, "di atas" dan ónoma, "nama") atau kata umumnya.[2] Dengan kata lain, suatu hiponim merupakan jenis dari suatu hipernim. Sebagai contoh, merpati, gagak, elang, dan camar seluruhnya adalah hiponim dari hipernim burung, yang pada gilirannya merupakan hiponim dari kata hewan.[3] Beberapa hiponim yang memiliki hipernim yang sama disebut dengan kohiponim.

Hiponim berbentuk ungkapan yang biasanya berupa kata, frasa atau kalimat yang maknanya dianggap merupakan bagian dari makna satu ungkapan lain. Kalau relasi antara dua buah kata yang bersinonim, berantonim, dan berhomonim bersifat dua arah, maka relasi antara dua buah kata yang berhiponim ini adalah satu arah. Konsep hiponim dan hipernim mengandaikan adanya kelas bawahan dan kelas atasan, adanya makna sebuah kata yang berada di bawah makna kata lainnya. Karena itu, ada kemungkinan sebuah kata yang merupakan hipernim terhadap sejumlah kata lain, akan menjadi hiponim terhadap kata lain yang hierarkial berada di atasnya. Konsep hipo-nim dan hipernim mudah diterapkan pada kata benda tapi agak sukar pada kata kerja atau kata sifat.[4]

Tujuan

Hiponimi dan hipernimi ini adalah usaha untuk membuat klasifikasi terhadap konsep adanya kelas-kelas generik dan spesifik. Sedangkan klasifikasi di sini untuk mempermudah mengelompokkan bentuk ujaran yang secara semantik menyatakan generik ada kemungkinan menjadi sebuah bentuk ujaran spesifik, dan bentuk ujaran yang spesifik dapat pula berbentuk generik pada tataran yang lebih luas.[5]

Contoh

Contoh hiperonim, hiponim serta kohiponim antara lain:

  • kucing, serangga, dan merpati adalah hiponim dari hewan
  • hewan adalah hiperonim dari kucing, serangga, dan merpati
  • serangga dan merpati adalah kohiponim dari kucing sebagai hewan

Hubungan makna hiponim-hipernim dibedakan dengan hubungan makna meronim-holonim yang merupakan hubungan antara bagian dengan kesatuan.

Referensi

  1. ↑ Brinton, Laurel J. (2000). The Structure of Modern English: A Linguistic Introduction (Edisi Illustrated). John Benjamins Publishing Company. hlm. 112. ISBN 978-90-272-2567-2.
  2. ↑ Stede, Manfred (Juni 2000). "The hyperonym problem revisited: Conceptual and lexical hierarchies in language generation - W00-1413" (PDF). Association for Computational Linguistics. hlm. 93–99. doi:10.3115/1118253.1118267. Diakses tanggal 5 Januari 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Fromkin, Victoria; Robert, Rodman (1998). Introduction to Language (Edisi 6th). Fort Worth: Harcourt Brace College Publishers. ISBN 0-03-018682-X.[halaman dibutuhkan]
  4. ↑ Nugraheni, Aninditya Sri (2019). Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi Berbasis Pembelajaran Aktif. Jakarta: Prenada Media. hlm. 64. ISBN 978-602-422-807-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Kuswoyo, Kuswoyo (2019). "Relasi Hiponim (Isytimal) Subordinat dan Superordinat dalam Semantik Leksikologi". El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama (dalam bahasa Inggris). 7 (2): 221. ISSN 2527-631X.


Ikon rintisan

Artikel bertopik linguistik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan