Sabtu, 10 Oktober 2026
10:52 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah

Pax Sinica

Bagikan:

Pax Sinica (Bahasa Latin untuk "Perdamaian Tiongkok", dinamakan seperti Pax Romana) adalah istilah historiografis untuk menyebut masa-masa damai di Asia Timur yang dipertahankan oleh hegemoni Tiongkok. Perdagangan jarak jauh berkembang, kota meluas, standar hidup naik, dan jumlah penduduk bertambah menjadi pemicu berkelanjutan pada istilah berkehidupan yang mutlak.[1] Tiongkok tetap menjadi peradaban dominan di kawasan tersebut karena kekuasaan politik, ekonomi, militer, dan budayanya besar.

Pax Sinica di dunia timur yang dipimpin Tiongkok sama seperti Pax Romana di dunia barat yang dipimpin Romawi.[2][3] Pax Sinica merintis perjalanan dan perdagangan jarak jauh di Eurasia.[3] Pax Sinica dan Pax Romana mulai pudar sekitar tahun 200 M.[3]

Pax Sinica mencakup bermacam dinasti, mulai dari Dinasti Han (206 SM–220 M), Dinasti Tang (618–907M), Dinasti Yuan (1271 - 1368 M), hingga Dinasti Ming (1368 - 1644 M). Pada masa Dinasti Han, terdapat pembentukan pemerintah pusat yang bertujuan untuk menjaga serta melindungi rakyat melalui pembentukan kebiasaan untuk menyimpan barang barang pokok dalam jumlah yang masif lalu menjualnya pada masa kelangkaan.[4] Selain itu, pada masa ini, praktik pemilihan pejabat dalam pemerintahan dari anggota keluarga kerajaan berhenti dan beralih kepada pemilihan pejabat berdasarkan kompetensi dan penilaian publik.[4]

Pax Sinica era Dinasti Tang (618–907M)[5] dianggap sebagai salah satu masa keemasan Tiongkok. Ekonomi, perdagangan, budaya, dan sains berkembang dan mencapai puncak kejayaannya.[5] Pada awal Dinasti Tang, khususnya masa pemerintahan Kaisar Taizong, Tiongkok menaklukkan bangsa-bangsa tetangganya yang nomaden.[5] Dengan menjamin keamanan dan perdamaian rute-rute dagang, Jalur Sutera tumbuh pada masa ini.[5] Peradaban Tiongkok mulai kosmopolit dan terbuka bagi berbagai bangsa.[5] Orang-orang dari berbagai latar belakang, termasuk pendakwah, pedagang, dan utusan dari India, Persia, Arab, Suriah, Korea, dan Jepang, berkunjung ke ibu kota Chang'an.[5]

Istilah ini mulai populer kembali pada era modern seiring bangkitnya Tiongkok dalam tatanan geopolitik Asia. Sejumlah pihak memandang bahwa Pax Sinica baru di Asia Tengah dapat menstabilkan kawasan tersebut.[6]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Pollard, Elizabeth (2015). Worlds Together Worlds Apart. W.W. Norton & Company. hlm. 242. ISBN 978-0-393-92207-3.
  2. ↑ Plott, John C. (1989). Global History of Philosophy. Delhi: Motilal Banarsidass. hlm. 57. ISBN 9788120804562.
  3. 1 2 3 Krech III, Shepard; McNeil, J.R.; Merchant, Carolyn, ed. (2004). Encyclopedia of world environmental history. New York: Routledge. hlm. 135. ISBN 9780415937337.
  4. 1 2 "What was the Pax Sinica?". www.vedantu.com. Diakses tanggal 2024-04-27.
  5. 1 2 3 4 5 6 Mahbubani, Kishore (2009). The New Asian Hemisphere: The Irresistible Shift of Global Power to the East. New York: PublicAffairs. hlm. 149. ISBN 9781586486280.
  6. ↑ LeVine, Steve (27 Juni 2012). "Pax-Sinica: Why the U.S. should hand over Afghanistan and Central Asia to China". Foreign Policy. The Slate Group.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bacaan lanjutan

  • KIM, S.S, China's Pacific Policy: Reconciling the Irreconcilable, International Journal, 1994.
  • Kueh, Y.Y. (2012). Pax Sinica: Geopolitics and Economics of China's Ascendance
  • TERMINSKI, Bogumil, (2010), The Evolution of the Concept of Perpetual Peace in the History of Political-Legal Thought, Perspectivas Internacionales, vol. 10: 277-291.
  • YEOH, Kok Kheng, (2009), Towards Pax Sinica?: China's rise and transformation: impacts and implications, University of Malaya.
  • ZHANG, Yongjin, (2001), System, empire and state in Chinese international relations, Review of International Studies, vol. 27: 43-63.
Jenis kekuasaan
Jenis status penguasa
Geopolitik
Teori dan sejarah
Studi
Organisasi dan kelompok menurut wilayah
Afrika
Afrika–Asia
Amerika
Asia
Eropa
Eurasia
Amerika–Eropa
Afrika–Asia–Eropa
Pasifik
Nonregional
Global
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan