Jumat, 30 Oktober 2026
21:19 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Proyeksi kekuasaan

Bagikan:

Proyeksi kekuasaan[1][2][3] adalah istilah yang digunakan dalam disiplin militer dan ilmu politik yang mengacu kepada kemampuan suatu negara untuk "menerapkan semua atau beberapa unsur dari kekuatan nasionalnya, baik dari segi politik, ekonomi, informasi, dan militer, untuk menggerakkan dan menopang kekuatan tersebut secara pesat dan efektif dari dan dalam lokasi-lokasi yang tersebar untuk merespon suatu krisis, untuk menambahkan deterensi suatu negara, serta untuk meningkatkan kestabilan suatu kawasan.

Kemampuan ini adalah suatu unsur genting dari kekuasaan suatu negara dalam hubungan internasional. Negara yang bisa mengarahkan kekuatan militernya di luar batas wilayahnya dimungkinkan memiliki sebagian kemampuan proyeksi kekuatan di tingkat tertentu, tetapi istilah ini lebih sering digunakan dalam merujuk kemampuan militer dengan jangkauan sedunia (atau setidaknya dalam cakupan yang jauh lebih luas daripada batas negara tersebut). Negara-negara dengan aset kekuasaan keras (seperti tentara siaga dalam jumlah besar) bahkan mungkin hanya menggunakan kekuatannya secara terbatas di suatu kawasan selama negara tersebut tidak memiliki sarana untuk memproyeksikan kekuatan mereka secara efektif dalam skala global. Umumnya, hanya beberapa negara tertentu yang bisa mengatasi kesulitan logistik yang melekat pada pengarahan dan penyaluran angkatan militer mekanis modern.

Walau ukuran tradisional dari proyeksi kekuatan khususnya terfokus pada aset kekuatan keras seperti tank, serdadu, pesawat, atau kapal militer, perkembangan dari teori kekuatan lembut mencatat bahwa proyeksi kekuatan tidak semestinya melibatkan penggunaan aktif dari angkatan bersenjata dalam pertempuran. Aset untuk proyeksi kekuatan bisa sering menyediakan dua penggunaan, yang dicontohkan dalam pengarahan militer dari berbagai negara dalam Bantuan kemanusiaan untuk korban gempa bumi Samudra Hindia 2004. Kemampuan dari suatu negara untuk memproyeksikan kekuatannya ke dalam suatu daerah bisa digunakan sebagai suatu tuas diplomatis yang efektif, yang memengaruhi proses pembuatan keputusan dan bertindak sebagai suatu deterensi potensial terhadap perilaku negara-negara lain.

Rujukan

  1. ↑ Bakrie, Connie Rahakundini (2007). Pertahanan negara dan postur TNI ideal. Yayasan Obor Indonesia. ISBN 9789794616659.
  2. ↑ Montratama, Ian (2017-03-06). Langit Indonesia Milik Siapa?. Elex Media Komputindo. ISBN 9786020400549.
  3. ↑ antara. "Panglima TNI: Alutsista AU Belum Penuhi Kebutuhan". tirto.id. Diakses tanggal 2019-01-29.
Jenis kekuasaan
Jenis status penguasa
Geopolitik
Teori dan sejarah
Studi
Organisasi dan kelompok menurut wilayah
Afrika
Afrika–Asia
Amerika
Asia
Eropa
Eurasia
Amerika–Eropa
Afrika–Asia–Eropa
Pasifik
Nonregional
Global


Ikon rintisan

Artikel bertopik militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan