Rabu, 04 November 2026
23:52 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Logistik

Logistik

manajemen arus sumber daya

Bagikan:
"Manajemen logistik" beralih ke halaman ini. Untuk majalah, lihat Logistics Management (magazine).
Untuk kegunaan lain, lihat Logistik (disambiguasi).
250px-Warehouse_in_New_Jersey_where_trucks_deliver_granite_slabs.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah gudang di New Jersey, pusat Pantai Timur Amerika Serikat untuk logistik dan pembangunan gudang di luar Philadelphia[1]

Logistik adalah bagian dari manajemen rantai pasok yang menangani arus maju dan arus balik barang, jasa, dan informasi terkait secara efisien dari titik asal ke titik konsumsi sesuai dengan kebutuhan pelanggan,[2][3] dan seorang logistikawan adalah profesional yang bekerja di bidang manajemen logistik. Manajemen logistik merupakan komponen yang menyatukan rantai pasok.[3] Sumber daya yang dikelola dalam logistik mencakup barang fisik seperti bahan, peralatan, dan bahan makanan, serta benda tak berwujud seperti waktu dan informasi.

Logistik militer berkaitan dengan pemeliharaan jalur pasokan tentara yang mencakup makanan, persenjataan, amunisi, dan suku cadang, selain transportasi pasukan itu sendiri. Logistik sipil menangani pengadaan, pemindahan, dan penyimpanan bahan mentah, barang setengah jadi, dan barang jadi. Bagi organisasi yang menyediakan pengumpulan sampah, pengiriman surat, utilitas publik, dan layanan purnajual, masalah logistik juga harus ditangani.[2]

Logistik berkaitan dengan pemindahan bahan atau produk dari satu fasilitas ke fasilitas lainnya; logistik tidak mencakup arus bahan di dalam pabrik produksi atau perakitan, seperti perencanaan produksi atau penjadwalan mesin tunggal.[2]

Logistik menyumbang bagian yang signifikan dari biaya operasional suatu organisasi atau negara. Perangkat lunak simulasi khusus dapat memodelkan, menganalisis, memvisualisasikan, dan mengoptimalkan kompleksitas logistik. Meminimalkan penggunaan sumber daya merupakan motivasi umum dalam semua bidang logistik.

Nomenklatur

250px-Modern_warehouse_with_pallet_rack_storage_system.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah gudang yang menerapkan sistem penyimpanan rak palet
250px-Logistics_Specialist_aboard_USS_George_H.W._Bush.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang spesialis logistik melakukan inventarisasi persediaan di ruang penyimpanan kapal induk USS George H. W. Bush selama Operation Enduring Freedom di Teluk Persia pada Oktober 2011.

Istilah logistics tercatat dalam bahasa Inggris sejak 1846. Istilah tersebut berasal dari bahasa Prancis logistique, yang diciptakan atau dipopulerkan oleh perwira dan penulis militer militer Swiss, Antoine-Henri Jomini, yang mendefinisikannya dalam Summary of the Art of War (Précis de l'Art de la Guerre). Istilah tersebut muncul dalam edisi tahun 1830, yang saat itu berjudul Analytic Table (Tableau Analytique),[4] dan Jomini menjelaskan bahwa istilah tersebut berasal dari Prancis: logis, har. 'penginapan' (serumpun dengan bahasa Inggris lodge), dalam istilah Prancis: maréchal des logis, har. 'marsekal penginapan' dan Prancis: major-général des logis, har. 'mayor jenderal penginapan':

Autrefois les officiers de l’état-major se nommaient: maréchal des logis, major-général des logis; de là est venu le terme de logistique, qu’on emploie pour désigner ce qui se rapporte aux marches d’une armée.
Dahulu para perwira staf umum disebut marsekal penginapan, mayor jenderal penginapan; dari situlah muncul istilah logistik [logistique], yang digunakan untuk menyebut segala sesuatu yang berkaitan dengan pergerakan suatu angkatan darat.

Istilah dan etimologinya dikritik pada 1832 oleh Georges de Chambray [fr]:[5]

Logistique: Ce mot me paraît être tout-à-fait nouveau, car je ne l'avais encore vu nulle part dans la littérature militaire. … il paraît le faire dériver du mot logis, étymologie singulière …
Logistik: Kata ini tampaknya benar-benar baru bagi saya, karena saya belum pernah melihatnya di mana pun dalam literatur militer. … tampaknya ia menurunkannya dari kata penginapan [logis], suatu etimologi yang aneh …

Chambray juga mencatat bahwa istilah logistique terdapat dalam Dictionnaire de l'Académie française sebagai sinonim untuk aljabar. Istilah bahasa Prancis: logistique merupakan homonim dari istilah matematika yang telah ada, yang berasal dari Yunani Kuno: λογῐστῐκός, alih aksara: logistikós, salah satu pembagian tradisional matematika Yunani; istilah matematika tersebut diduga merupakan asal istilah logistic dalam pertumbuhan logistik dan istilah-istilah terkait. Beberapa sumber menyatakan bahwa istilah tersebut justru merupakan asal logistics,[6] baik karena tidak mengetahui pernyataan Jomini bahwa istilah tersebut berasal dari logis, maupun karena meragukan pernyataan tersebut dan meyakini bahwa istilah itu sebenarnya berasal dari bahasa Yunani, atau dipengaruhi oleh istilah yang sudah ada dan berasal dari bahasa Yunani.

Definisi

Jomini pada awalnya mendefinisikan logistik sebagai[4]

... l'art de bien ordonner les marches d'une armée, de bien combiner l'ordre des troupes dans les colonnes, les tems [temps] de leur départ, leur itinéraire, les moyens de communications nécessaires pour assurer leur arrivée à point nommé ...

... seni mengatur dengan baik pergerakan suatu angkatan darat, mengatur dengan baik susunan pasukan dalam kolom, waktu keberangkatan mereka, rute mereka, serta sarana komunikasi yang diperlukan untuk memastikan kedatangan mereka tepat pada waktunya ...

Oxford English Dictionary mendefinisikan logistik sebagai "cabang ilmu militer yang berkaitan dengan pengadaan, pemeliharaan, dan pengangkutan material, personel, dan fasilitas". Namun, New Oxford American Dictionary mendefinisikan logistik sebagai "koordinasi terperinci dari operasi kompleks yang melibatkan banyak orang, fasilitas, atau pasokan", sedangkan Oxford Dictionary daring mendefinisikannya sebagai "organisasi dan pelaksanaan terperinci dari operasi kompleks".[7] Dengan demikian, logistik umumnya dipandang sebagai cabang teknik yang menciptakan "sistem manusia", bukan "sistem mesin".

Menurut Council of Supply Chain Management Professionals (sebelumnya Council of Logistics Management),[8] logistik adalah proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian prosedur untuk transportasi dan penyimpanan barang yang efisien dan efektif, termasuk jasa dan informasi terkait, dari titik asal hingga titik konsumsi dengan tujuan memenuhi kebutuhan pelanggan, serta mencakup pergerakan masuk, keluar, internal, dan eksternal.[9]

Akademisi dan praktisi secara tradisional menggunakan istilah operasi atau manajemen produksi ketika merujuk pada transformasi fisik yang berlangsung di satu lokasi bisnis (pabrik, restoran, atau bahkan pekerjaan administrasi bank), dan menggunakan istilah logistik untuk kegiatan yang berkaitan dengan distribusi, yaitu memindahkan produk dalam suatu wilayah. Oleh karena itu, pengelolaan pusat distribusi dianggap termasuk dalam ranah logistik karena, meskipun secara teori produk yang dibuat oleh pabrik sudah siap dikonsumsi, produk tersebut masih perlu dipindahkan melalui jaringan distribusi menurut suatu logika tertentu, sementara pusat distribusi menggabungkan dan memproses pesanan yang berasal dari berbagai wilayah. Meskipun demikian, dari perspektif pemodelan, terdapat kemiripan antara manajemen operasi dan logistik, dan perusahaan terkadang menggunakan tenaga profesional hibrida, misalnya "Direktur Operasi" atau "Petugas Logistik" yang menangani masalah serupa. Selain itu, istilah "manajemen rantai pasok" pada awalnya merujuk, antara lain, pada upaya memiliki pandangan terintegrasi terhadap produksi dan logistik dari titik asal hingga titik produksi.[10][11]

Kegiatan logistik

section ini mungkin mengandung riset asli. Anda dapat membantu memperbaikinya dengan memastikan pernyataan yang dibuat dan menambahkan referensi. Pernyataan yang berpangku pada riset asli harus dihapus. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
250px-Thermal-oxidizer-logistics.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pemuatan pengoksidasi termal sebagai persiapan untuk pengangkutannya ke pabrik manufaktur
250px-RAF_Delivers_Aid_to_Flood_Hit_Pakistan_MOD_45151688.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Truk forklift memuat palet bantuan kemanusiaan ke Pakistan ke dalam pesawat C-17 setelah banjir dahsyat di negara tersebut pada Agustus 2010.
250px-Punainen_Risti_logistiikkakeskus_Kalkku_%2861%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pusat Logistik Palang Merah Finlandia di Tampere, Finlandia

Kegiatan logistik dapat dibagi menjadi tiga bidang utama: pemrosesan pesanan, manajemen persediaan, dan transportasi barang. Transportasi barang modern sangat bergantung pada manajemen armada untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan. Secara tradisional, pemrosesan pesanan merupakan kegiatan yang memakan waktu, tetapi dengan teknologi baru seperti pemindaian kode batang dan komputer, ketersediaan stok dapat diperiksa secara waktu nyata. Tujuan memiliki persediaan adalah mengurangi keseluruhan biaya logistik sekaligus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Menyimpan persediaan barang jadi terlebih dahulu dapat mengurangi frekuensi transportasi dan mengatasi ketidakpastian permintaan pelanggan. Namun, pemeliharaan persediaan memerlukan investasi modal dan pemeliharaan gudang. Transportasi barang merupakan bagian utama logistik dan memungkinkan akses ke pasar yang luas. Kebijakan transportasi dan manajemen gudang saling berkaitan erat.[2]

Pertumbuhan perdagangan elektronik telah mendorong berkembangnya "e-logistik". Dibandingkan logistik tradisional, e-logistik menangani paket yang nilainya kurang dari seratus dolar AS dan mengirimkannya kepada pelanggan yang tersebar di berbagai tujuan di seluruh dunia. Dalam e-logistik, permintaan pelanggan cenderung datang dalam gelombang, berbeda dengan logistik tradisional yang permintaannya lebih konsisten.[2]

Logistik masuk (inbound logistics) merupakan salah satu proses logistik utama yang berfokus pada pengadaan dan koordinasi pergerakan masuk bahan, suku cadang, atau persediaan yang belum selesai dari pemasok menuju pabrik manufaktur atau perakitan, gudang, atau toko ritel.

Logistik keluar (outbound logistics) merupakan proses yang berkaitan dengan penyimpanan dan pergerakan produk jadi. Arus informasi terkait bergerak dari akhir lini produksi hingga pengguna akhir.

Berdasarkan layanan yang dilakukan oleh logistikawan, bidang utama logistik dapat diuraikan sebagai berikut:

  • Logistik pengadaan, yang terdiri dari riset pasar, perencanaan kebutuhan, keputusan membuat atau membeli, manajemen pemasok, pemesanan, dan pengendalian pesanan. Sasaran dalam logistik pengadaan dapat saling bertentangan: memaksimalkan efisiensi dengan berkonsentrasi pada kompetensi inti, melakukan alih daya sambil mempertahankan otonomi perusahaan, atau meminimalkan biaya pengadaan sekaligus memaksimalkan keamanan dalam proses pasokan.
  • Logistik pendahuluan (advance logistics) mencakup kegiatan yang diperlukan untuk menyiapkan atau membentuk basis pasokan sebelum sumber daya lainnya tiba. Istilah ini digunakan, misalnya, dalam logistik militer untuk perakitan sumber daya sebelum kedatangan pasukan atau pengiriman komponen infrastruktur.[12]
  • Logistik global secara teknis merupakan proses mengelola "arus" barang melalui rantai pasok dari tempat produksinya ke bagian lain di dunia. Hal ini sering membutuhkan sistem transportasi antarmoda melalui laut, udara, kereta api, dan truk. Efektivitas logistik global diukur melalui Logistics Performance Index.
  • Logistik distribusi memiliki tugas utama mengirimkan produk jadi kepada pelanggan. Logistik ini terdiri dari pemrosesan pesanan, pergudangan, dan transportasi. Distribusi modern sering mencakup penggunaan sistem pelacakan kendaraan untuk memantau pengiriman dengan mengumpulkan data lokasi kendaraan secara waktu nyata. Logistik distribusi diperlukan karena waktu, tempat, dan jumlah produksi berbeda dengan waktu, tempat, dan jumlah konsumsi.[13]
  • Logistik pembuangan berfungsi mengurangi biaya logistik dan meningkatkan layanan yang berkaitan dengan pembuangan limbah yang dihasilkan selama operasi bisnis.
  • Logistik balik mencakup semua operasi yang berkaitan dengan penggunaan kembali produk dan bahan. Proses logistik balik mencakup pengelolaan dan penjualan surplus, serta produk yang dikembalikan kepada vendor oleh pembeli. Logistik balik merupakan "proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian arus bahan mentah, persediaan dalam proses, barang jadi, dan informasi terkait secara efisien dan hemat biaya dari titik konsumsi ke titik asal untuk memperoleh kembali nilai atau melakukan pembuangan yang tepat".[14] Lebih tepatnya, logistik balik merupakan proses memindahkan barang dari tujuan akhirnya yang biasa dengan tujuan memperoleh kembali nilai atau melakukan pembuangan yang tepat. Kebalikan dari logistik balik adalah logistik maju (forward logistics).
  • Logistik hijau menggambarkan semua upaya untuk mengukur dan meminimalkan dampak ekologis kegiatan logistik, termasuk seluruh kegiatan arus maju dan balik. Hal ini dapat didukung oleh inisiatif digitalisasi armada yang bertujuan mengoptimalkan rute dan mengurangi konsumsi bahan bakar.
  • Logistik RAM (lihat juga rekayasa logistik) menggabungkan logistik bisnis dan logistik militer karena berkaitan dengan sistem teknologi yang sangat kompleks yang mengutamakan keandalan, ketersediaan, dan kemudahan pemeliharaan, misalnya sistem senjata dan superkomputer militer.
  • Logistik pengendalian aset: perusahaan dalam saluran ritel, baik peritel terorganisasi maupun pemasok, sering mengerahkan aset yang diperlukan untuk menampilkan, mempertahankan, dan mempromosikan produk mereka. Hal ini dapat mencakup penggunaan sistem pelacakan untuk memantau lokasi dan status aset tersebut.
  • Logistik kemanusiaan atau logistik darurat: istilah ini digunakan oleh industri logistik, rantai pasok, dan manufaktur untuk menunjukkan moda transportasi khusus yang peka waktu dan digunakan untuk memindahkan barang dengan cepat dalam keadaan darurat.[15] Alasan menggunakan layanan logistik darurat dapat berupa keterlambatan produksi atau perkiraan keterlambatan produksi, atau kebutuhan mendesak akan peralatan khusus untuk mencegah kejadian seperti pesawat tidak dapat beroperasi (juga dikenal sebagai "aircraft on ground"—AOG), kapal mengalami penundaan, atau kegagalan telekomunikasi. Logistik kemanusiaan melibatkan pemerintah, militer, lembaga bantuan, donor, organisasi nonpemerintah, dan layanan logistik darurat biasanya diperoleh dari penyedia khusus.[15][16][17]

Selain itu, istilah logistik produksi menggambarkan proses logistik di dalam sistem yang menghasilkan nilai tambah (misalnya pabrik atau tambang). Logistik produksi bertujuan memastikan bahwa setiap mesin dan stasiun kerja menerima produk yang tepat dalam jumlah dan kualitas yang benar pada waktu yang tepat. Hal yang menjadi perhatian mencakup produksi, pengujian, transportasi, penyimpanan, dan pasokan. Logistik produksi dapat beroperasi di pabrik yang sudah ada maupun pabrik baru. Karena manufaktur di pabrik yang sudah ada merupakan proses yang terus berubah, mesin diganti dan mesin baru ditambahkan, sehingga sistem logistik produksi dapat diperbaiki secara sesuai.[18] Logistik produksi menyediakan sarana untuk mencapai respons pelanggan dan efisiensi modal. Solusi pelacakan dan penelusuran yang memberikan visibilitas produk melalui lini produksi merupakan bagian penting dari logistik produksi modern, terutama dalam industri otomotif dan medis.

Istilah logistik konstruksi juga telah digunakan oleh peradaban selama ribuan tahun.[butuh rujukan] Kini, logistik konstruksi merupakan bagian penting dari sektor tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, bidang ini berkembang menjadi bidang kajian tersendiri dalam manajemen rantai pasok dan logistik. Logistik konstruksi modern menggunakan lokasi kendaraan otomatis (AVL) untuk mengelola pergerakan alat berat dan bahan.

Tujuh R

[icon]
Bagian ini memerlukan pengembangandengan a graphical representation of the Seven R's. Anda dapat membantu dengan mengembangkannya. (November 2022)

Tujuh R adalah konsep populer yang digunakan untuk menerapkan praktik terbaik dalam manajemen logistik, yang terdiri dari:[19]

  • Produk yang tepat (termasuk informasi yang tepat tentang produk tersebut)
  • Jumlah yang tepat
  • Waktu yang tepat
  • Kondisi yang tepat
  • Tempat yang tepat
  • Pelanggan yang tepat
  • Sumber daya finansial yang tepat

Logistik militer

Artikel utama: Logistik militer
Bagian ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Logistik" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
250px-A_mule_column_of_the_2nd_Punjabi_Regiment_carries_supplies_to_the_front_line%2C_Burma%2C_1944._IND3423.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Resimen Punjab menggunakan bagal untuk mengangkut kargo di Burma selama Perang Dunia II. Hewan telah digunakan untuk transportasi logistik sepanjang sejarah; Tentara Romawi lebih memilih bagal daripada keledai untuk mengangkut kargo.[20]

Dalam ilmu militer, mempertahankan jalur pasokan sendiri sekaligus mengganggu jalur pasokan musuh merupakan unsur penting strategi militer, karena angkatan bersenjata tanpa sumber daya dan transportasi tidak berdaya. Para pemimpin sejarah Hannibal, Alexander Agung, dan Adipati Wellington dianggapTemplat:By who sebagai ahli logistik: ekspedisi Alexander sangat terbantu oleh perhatiannya yang cermat terhadap penyediaan kebutuhan pasukannya,[21] Hannibal dianggap telah "mengajarkan logistik" kepada Romawi selama Perang Punisia,[22] dan keberhasilan tentara Inggris-Portugis dalam Perang Semenanjung disebabkan oleh efektivitas sistem pasokan Wellington, meskipun kalah jumlah.[23] Kekalahan Britania dalam Perang Kemerdekaan Amerika Serikat dan kekalahan Poros di teater Afrika Perang Dunia II oleh beberapa sarjana dikaitkan dengan kegagalan logistik.[24]

Militer memiliki kebutuhan besar akan solusi logistik dan oleh karena itu telah mengembangkan penerapan yang maju. Dukungan logistik terpadu (ILS) merupakan disiplin yang digunakan dalam industri militer untuk memastikan sistem yang mudah didukung dengan konsep layanan pelanggan (logistik) yang kuat dengan biaya serendah mungkin dan sesuai dengan persyaratan keandalan, ketersediaan, kemudahan pemeliharaan, dan persyaratan lainnya yang sering kali tinggi, sebagaimana ditetapkan untuk proyek tersebut.

Dalam logistik militer, Perwira Logistik mengelola bagaimana dan kapan sumber daya dipindahkan ke tempat yang membutuhkannya.

Manajemen rantai pasok dalam logistik militer sering berurusan dengan sejumlah variabel dalam memprediksi biaya, kerusakan, konsumsi, dan permintaan masa depan. Angkatan Bersenjata Amerika Serikat mengembangkan klasifikasi kategori pasokan sedemikian rupa sehingga kategori pasokan dengan variabel konsumsi yang serupa dikelompokkan bersama untuk tujuan perencanaan. Misalnya, konsumsi amunisi dan bahan bakar pada masa damai akan jauh lebih rendah daripada konsumsi barang-barang tersebut pada masa perang, sedangkan kelas pasokan lainnya seperti bahan makanan dan pakaian memiliki tingkat konsumsi yang relatif konsisten tanpa memandang perang atau damai.

Beberapa kelas pasokan memiliki hubungan permintaan linear: semakin banyak pasukan ditambahkan, semakin banyak barang pasokan yang dibutuhkan; atau semakin banyak peralatan digunakan, semakin banyak bahan bakar dan amunisi yang dikonsumsi. Kelas pasokan lainnya harus mempertimbangkan variabel ketiga selain penggunaan dan jumlah: waktu. Ketika peralatan menua, semakin banyak suku cadang perbaikan yang diperlukan dari waktu ke waktu, bahkan ketika penggunaan dan jumlah tetap sama. Dengan mencatat dan menganalisis tren tersebut dari waktu ke waktu dan menerapkannya pada skenario masa depan, Angkatan Bersenjata AS dapat memasok pasukan dengan barang yang diperlukan tepat pada saat barang tersebut dibutuhkan.[25] Sejarah menunjukkan bahwa perencanaan logistik yang baik menciptakan kekuatan tempur yang ramping dan efisien. Sebaliknya, ketiadaannya dapat menghasilkan kekuatan yang lamban, tidak efisien, dan tidak diperlengkapi dengan baik, dengan pasokan terlalu banyak atau terlalu sedikit.

Logistik bisnis

Templat:Business logistics

250px-Allentown_Project_042.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Operator forklift menumpuk barang gudang di atas palet di Allentown, Pennsylvania, pada April 2004

Salah satu definisi logistik bisnis berbicara tentang "memiliki barang yang tepat dalam jumlah yang tepat pada waktu yang tepat di tempat yang tepat dengan harga yang tepat dalam kondisi yang tepat kepada pelanggan yang tepat".[26] Logistik bisnis mencakup semua sektor industri dan bertujuan mengelola realisasi siklus hidup proyek, rantai pasok, serta efisiensi yang dihasilkan.

Istilah logistik bisnis berkembang sejak 1960-an[27] akibat meningkatnya kompleksitas dalam memasok bahan kepada bisnis dan mengirimkan produk dalam rantai pasok yang semakin terglobalisasi, yang mendorong munculnya kebutuhan akan para profesional yang disebut logistikawan rantai pasok.

Dalam bisnis, logistik dapat berfokus secara internal (logistik masuk) atau eksternal (logistik keluar), yang mencakup arus dan penyimpanan bahan dari titik asal hingga titik konsumsi, yang merupakan faktor utama dalam manajemen rantai pasok. Fungsi utama seorang logistikawan yang berkualifikasi mencakup manajemen persediaan, pembelian, transportasi, pergudangan, konsultasi, serta pengorganisasian dan perencanaan kegiatan tersebut. Logistikawan menggabungkan pengetahuan profesional mengenai setiap fungsi tersebut untuk mengoordinasikan sumber daya dalam suatu organisasi.

Terdapat dua bentuk logistik yang secara mendasar berbeda: satu mengoptimalkan arus material yang stabil melalui jaringan hubungan transportasi dan simpul penyimpanan, sedangkan yang lainnya mengoordinasikan urutan sumber daya untuk melaksanakan suatu proyek, seperti restrukturisasi gudang.

Perangkat lunak perencana perjalanan atau pengoptimalan rute sering digunakan untuk memecahkan masalah logistik kompleks dalam menentukan jalur pengiriman paling efisien bagi armada kendaraan. Sistem ini, yang merupakan komponen utama sistem transportasi cerdas, menganalisis faktor seperti lalu lintas, jendela pengiriman, dan kapasitas kendaraan untuk membuat rute yang dioptimalkan sehingga mengurangi konsumsi bahan bakar dan meningkatkan kinerja ketepatan waktu.[28] Model komputasi juga dapat digunakan untuk memperkirakan latensi transportasi dengan menggunakan faktor seperti jarak, kondisi jalan, dan keterlambatan di titik pemeriksaan.[29]

Simpul jaringan distribusi

Jaringan distribusi memerlukan beberapa perantara untuk membawa barang konsumen atau barang industri dari produsen kepada pengguna. Perantara menaikkan harga produk selama distribusi, tetapi menguntungkan pengguna dengan menyediakan biaya transportasi yang lebih rendah daripada produsen. Jumlah perantara yang diperlukan untuk jaringan distribusi bergantung pada jenis barang yang didistribusikan. Misalnya, barang konsumen seperti kosmetik dan kerajinan tangan mungkin tidak memerlukan perantara karena dapat dijual dari pintu ke pintu atau diperoleh dari pasar loak lokal. Untuk barang industri seperti bahan mentah dan peralatan, perantara tidak diperlukan karena produsen dapat menjual sejumlah besar barang kepada pengguna. Secara umum, terdapat tiga jenis perantara, yaitu agen/broker, grosir, dan peritel.[2]

Simpul jaringan distribusi meliputi:

  • Pabrik tempat produk diproduksi atau dirakit
  • Depot atau tempat penyimpanan, yaitu jenis gudang standar untuk menyimpan barang dagangan (tingkat persediaan tinggi)
  • Pusat distribusi untuk pemrosesan pesanan dan pemenuhan pesanan (tingkat persediaan lebih rendah), serta untuk menerima barang yang dikembalikan pelanggan. Biasanya, pusat distribusi merupakan tempat persinggahan bagi produk untuk didistribusikan lebih jauh dalam rantai pasok. Pusat distribusi biasanya tidak mengirimkan persediaan secara langsung kepada pelanggan, sedangkan pusat pemenuhan pesanan melakukannya.[butuh rujukan]
  • Titik transit untuk kegiatan cross-docking, yang terdiri atas perakitan kembali unit kargo berdasarkan pengiriman yang telah dijadwalkan (hanya memindahkan barang dagangan)
  • Toko ritel tradisional "mom-and-pop", supermarket modern, hipermarket, toko diskon, atau juga jaringan sukarela, koperasi konsumen, kelompok konsumen dengan daya beli kolektif. Perhatikan bahwa anak perusahaan sebagian besar dimiliki oleh perusahaan lain dan pemberi waralaba, meskipun menggunakan merek perusahaan lain, sebenarnya memiliki titik penjualan tersebut.

Keluarga logistik dan metrik

Keluarga logistik adalah sekumpulan produk yang memiliki karakteristik umum: berat dan karakteristik volumetrik, kebutuhan penyimpanan fisik (suhu, radiasi, dan sebagainya), kebutuhan penanganan, frekuensi pemesanan, ukuran kemasan, dan sebagainya. Metrik berikut dapat digunakan oleh perusahaan untuk mengorganisasikan produk mereka ke dalam keluarga yang berbeda:[30]

  • Metrik fisik yang digunakan untuk mengevaluasi sistem persediaan meliputi kapasitas penyimpanan, selektivitas, penggunaan luas permukaan, penggunaan volume, kapasitas transportasi, dan penggunaan kapasitas transportasi.
  • Metrik moneter yang digunakan mencakup biaya penyimpanan, seperti bangunan, rak, dan layanan, serta biaya penanganan, seperti tenaga kerja, peralatan penanganan, energi, dan pemeliharaan.

Metrik lainnya dapat berbentuk fisik maupun moneter, seperti perputaran persediaan standar.

Penanganan dan pemrosesan pesanan

250px-Unit_Load_Device_003.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Unit load yang berfungsi sebagai pelindung untuk transportasi bagasi di bandara

Unit load adalah gabungan beberapa barang individual yang dipindahkan oleh sistem penanganan, biasanya menggunakan palet dengan dimensi standar.[31]

Sistem penanganan meliputi: penangan palet, penangan berimbang, penangan tiang teleskopik, penangan bilateral, penangan trilateral, AGV, dan penangan lainnya.

Sistem penyimpanan meliputi: penyimpanan bertumpuk, rak sel pallet (statis maupun bergerak), rak kantilever, dan rak gravitasi.[32]

Pemrosesan pesanan merupakan proses berurutan yang melibatkan: pemrosesan daftar pengambilan, pengambilan (pengeluaran barang secara selektif dari unit muatan), penyortiran (mengumpulkan barang berdasarkan tujuan), pembentukan paket (penimbangan, pelabelan, dan pengemasan), konsolidasi pesanan (mengumpulkan paket menjadi unit muatan untuk transportasi, pengendalian, dan surat muatan).[33]

Picking dapat dilakukan secara manual maupun otomatis. Picking manual dapat berupa man-to-goods, yaitu operator menggunakan troli atau sabuk konveyor, atau goods-to-man, yaitu operator dibantu dengan keberadaan ASRS mini-load, komidi putar vertikal atau komidi putar horizontal, atau Sistem Penyimpanan Vertikal Otomatis (AVSS). Picking otomatis dilakukan dengan dispenser atau robot depaletisasi.

Penyortiran dapat dilakukan secara manual melalui troli atau sabuk konveyor, atau secara otomatis melalui sorter.

Transportasi

Artikel utama: Kargo

Menggabungkan pengiriman kecil menjadi pengiriman besar dapat membantu menghemat biaya transportasi. Ada tiga metode untuk melakukannya: konsolidasi fasilitas, konsolidasi multi-pemberhentian, dan konsolidasi temporal. Konsolidasi fasilitas menggunakan ekonomi skala dengan mengangkut pengiriman kecil dalam jarak pendek dan pengiriman besar dalam jarak jauh. Konsolidasi multi-pemberhentian melakukan beberapa pemberhentian untuk menggabungkan pengiriman kecil dalam kasus pengiriman kurang dari muatan truk. Konsolidasi temporal menyesuaikan jadwal pengiriman maju atau mundur agar menjadi satu pengiriman besar, bukan beberapa pengiriman kecil dari waktu ke waktu.[2]

Kargo dapat dikonsolidasikan ke dalam palet atau kontainer. Terdapat lima moda transportasi dasar, yaitu kapal, kereta api, truk, udara, dan pipa yang dioperasikan oleh berbagai perusahaan pengangkut. Metode pengiriman ini dapat digabungkan dalam berbagai cara seperti transportasi antarmoda (tanpa penanganan), transportasi multimoda, dan transportasi gabungan (transportasi jalan minimal). Pengirim memilih pengangkut dengan mempertimbangkan total biaya pengiriman dan waktu transit. Udara merupakan jenis transportasi paling mahal, diikuti oleh truk, kereta api, pipa, dan kapal.[2]

Kargo dapat diatur dalam berbagai kategori pengiriman. Unit load biasanya dirakit menjadi unit yang lebih terstandardisasi seperti: kontainer ISO, swap body, atau semi-trailer. Terutama untuk jarak yang sangat jauh, transportasi produk kemungkinan memperoleh manfaat dari penggunaan berbagai moda transportasi. Saat memindahkan kargo, batasan yang umum adalah berat maksimum dan volume.

Operator yang terlibat dalam transportasi meliputi semua perusahaan kereta api, kendaraan jalan raya, kapal, pesawat terbang, kurir, freight forwarder, dan operator transportasi multimoda.

Barang dagangan yang diangkut secara internasional biasanya tunduk pada standar Incoterms yang diterbitkan oleh Kamar Dagang Internasional.

Konfigurasi dan manajemen

250px-Push-Back-Rack.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sistem rak LIFO untuk penyimpanan sepeda motor
250px-Airline_hub-1995.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dalam jaringan logistik maskapai penerbangan ini, Denver berfungsi sebagai hub jaringan untuk Amerika Serikat bagian Midwest

Dalam bisnis logistik, suatu sistem logistik dirancang dengan biaya minimum berdasarkan tingkat layanan pelanggan yang diharapkan. Ketika layanan meningkat, jumlah penjualan juga meningkat. Ketika layanan semakin ditingkatkan, lebih banyak penjualan diperoleh dari penyedia pesaing. Peningkatan lebih lanjut pada tingkat layanan pelanggan setelah itu hanya meningkatkan penjualan secara marginal.[2]

Seperti halnya sistem produksi, sistem logistik perlu dikonfigurasi dan dikelola dengan baik. Sebenarnya, sejumlah metodologi telah diadopsi langsung dari manajemen operasi, seperti penggunaan model economic order quantity untuk mengelola persediaan pada simpul jaringan.[34] Distribution resource planning (DRP) mirip dengan MRP, kecuali bahwa DRP tidak berkaitan dengan kegiatan di dalam simpul jaringan, tetapi dengan perencanaan distribusi ketika barang bergerak melalui hubungan dalam jaringan.

Secara tradisional dalam logistik, konfigurasi dapat dilakukan pada tingkat gudang (simpul) atau pada tingkat sistem distribusi (jaringan).

Dalam satu gudang, selain masalah merancang dan membangun gudang, konfigurasi berarti memecahkan sejumlah masalah teknis-ekonomi yang saling terkait: menentukan ukuran sel rak, memilih metode palletisasi (manual atau melalui robot), menentukan ukuran dan desain rak, jumlah rak, serta jumlah dan jenis sistem pengambilan (misalnya stacker crane). Beberapa batasan penting harus dipenuhi: ketahanan garpu dan balok muatan terhadap pembengkokan dan penempatan penyiram kebakaran yang tepat. Meskipun picking lebih merupakan keputusan perencanaan taktis daripada masalah konfigurasi, hal tersebut penting untuk diperhitungkan ketika menentukan tata letak rak di dalam gudang dan membeli peralatan seperti penangan dan troli bermotor, karena setelah keputusan tersebut diambil, keputusan tersebut akan menjadi batasan ketika mengelola gudang. Hal yang sama berlaku untuk penyortiran ketika merancang sistem konveyor atau memasang dispenser otomatis.

Konfigurasi pada tingkat sistem distribusi terutama berkaitan dengan masalah lokasi simpul dalam ruang geografis dan distribusi kapasitas di antara simpul. Yang pertama dapat disebut lokasi fasilitas optimal (dengan kasus khusus pemilihan lokasi), sedangkan yang kedua disebut alokasi kapasitas. Masalah alih daya biasanya muncul pada tingkat ini: simpul-simpul rantai pasok sangat jarang dimiliki oleh satu perusahaan saja. Jaringan distribusi dapat dicirikan berdasarkan jumlah tingkat, yaitu jumlah simpul perantara antara pemasok dan konsumen:

  • Direct store delivery, yaitu nol tingkat
  • Jaringan satu tingkat: gudang pusat
  • Jaringan dua tingkat: gudang pusat dan gudang periferal

Pembedaan ini lebih berguna untuk tujuan pemodelan, tetapi juga berkaitan dengan keputusan taktis mengenai persediaan pengaman: dalam jaringan dua tingkat, jika persediaan pengaman hanya disimpan di gudang periferal, sistem tersebut disebut sistem dependen (dari pemasok); jika persediaan pengaman didistribusikan di antara gudang pusat dan periferal, sistem tersebut disebut sistem independen (dari pemasok).[30] Transportasi dari produsen ke tingkat kedua disebut transportasi primer, sedangkan dari tingkat kedua ke konsumen disebut transportasi sekunder.

Meskipun mengonfigurasi jaringan distribusi dari nol dimungkinkan, logistikawan biasanya harus menangani restrukturisasi jaringan yang sudah ada karena adanya berbagai faktor: perubahan permintaan, inovasi produk atau proses, peluang alih daya, perubahan kebijakan pemerintah mengenai hambatan perdagangan, inovasi dalam sarana transportasi (baik kendaraan maupun jalan), pengenalan regulasi (terutama yang berkaitan dengan polusi), serta ketersediaan sistem pendukung TIK seperti ERP atau perdagangan elektronik.

Setelah sistem logistik dikonfigurasi, manajemen, yaitu keputusan taktis, dilakukan kembali pada tingkat gudang dan jaringan distribusi. Keputusan harus dibuat dalam seperangkat kendala: internal, seperti penggunaan infrastruktur yang tersedia, atau eksternal, seperti kepatuhan terhadap masa simpan dan tanggal kedaluwarsa produk yang ditentukan.

Pada tingkat gudang, logistikawan harus memutuskan bagaimana mendistribusikan barang dagangan ke berbagai rak. Tiga situasi dasar secara tradisional dipertimbangkan: penyimpanan bersama, penyimpanan khusus (ruang rak dicadangkan untuk barang dagangan tertentu), dan penyimpanan berbasis kelas (kelas berarti barang dagangan diatur di area yang berbeda berdasarkan indeks aksesnya).

Efisiensi picking sangat bervariasi tergantung situasi.[33] Dalam situasi man-to-goods, dibedakan antara picking tingkat tinggi (komponen vertikal signifikan) dan picking tingkat rendah (komponen vertikal tidak signifikan). Sejumlah keputusan taktis mengenai picking harus dibuat:

  • Jalur rute: alternatif standar meliputi rute transversal, rute kembali, rute titik tengah, dan rute kembali dengan celah terbesar
  • Metode pengisian kembali: alternatif standar meliputi pasokan ruang yang sama untuk setiap kelas produk dan pasokan waktu yang sama untuk setiap kelas produk.
  • Logika picking: picking berdasarkan pesanan versus picking berdasarkan batch

Pada tingkat jaringan distribusi, keputusan taktis terutama mencakup pengendalian persediaan dan pengoptimalan jalur pengiriman. Perhatikan bahwa logistikawan mungkin diwajibkan mengelola arus balik bersama dengan arus maju.

Sistem dan pengendalian manajemen gudang

Sistem manajemen gudang (WMS) dapat berbeda secara signifikan dari sistem pengendalian gudang (WCS), meskipun terdapat beberapa fungsi yang tumpang tindih. WMS merencanakan perkiraan kegiatan mingguan berdasarkan faktor seperti statistik dan estimasi tren, sedangkan WCS bertindak seperti pengawas lapangan yang bekerja secara waktu nyata untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cara yang paling efektif. Misalnya, WMS dapat memberi tahu sistem bahwa sistem akan membutuhkan lima unit stock-keeping unit (SKU) A dan lima SKU B beberapa jam sebelumnya, tetapi ketika waktunya tiba, pertimbangan lain mungkin muncul atau dapat terjadi kemacetan pada konveyor. WCS dapat mencegah masalah tersebut dengan bekerja secara waktu nyata dan beradaptasi dengan situasi melalui keputusan pada saat terakhir berdasarkan aktivitas dan status operasional saat ini. Dengan bekerja secara sinergi, WMS dan WCS dapat menyelesaikan masalah tersebut dan memaksimalkan efisiensi ekonomi bagi perusahaan yang bergantung pada operasi gudang atau pusat distribusi yang efektif.[35]

Alih daya logistik

Templat:Morerefs Alih daya logistik melibatkan hubungan antara suatu perusahaan dan LSP (penyedia layanan logistik), yang jika dibandingkan dengan layanan logistik dasar memiliki penawaran yang lebih disesuaikan, mencakup lebih banyak aktivitas layanan, dan dicirikan oleh orientasi jangka panjang; dengan demikian, hubungan tersebut bersifat strategis.[36]

Alih daya tidak harus berupa eksternalisasi penuh kepada LSP, tetapi juga dapat berupa:

Logistik pihak ketiga (3PL) melibatkan penggunaan organisasi eksternal untuk melaksanakan kegiatan logistik yang secara tradisional dilakukan di dalam organisasi itu sendiri.[37] Menurut definisi ini, logistik pihak ketiga mencakup segala bentuk alih daya kegiatan logistik yang sebelumnya dilakukan secara internal. Misalnya, jika perusahaan yang memiliki fasilitas pergudangan sendiri memutuskan untuk menggunakan jasa transportasi eksternal, hal tersebut merupakan contoh logistik pihak ketiga. Logistik merupakan bidang bisnis yang berkembang di banyak negara. Penyedia 3PL eksternal telah berkembang dari sekadar menyediakan kemampuan logistik menjadi orkestrator rantai pasok yang menciptakan dan mempertahankan keunggulan kompetitif, sehingga menghasilkan tingkat baru dalam alih daya logistik.[38]

Konsep penyedia logistik pihak keempat (4PL) pertama kali didefinisikan oleh Andersen Consulting (sekarang Accenture) sebagai integrator yang menggabungkan sumber daya, kemampuan perencanaan, dan teknologi dari organisasinya sendiri serta organisasi lain untuk merancang, membangun, dan menjalankan solusi rantai pasok yang komprehensif. Sementara penyedia layanan logistik pihak ketiga (3PL) menargetkan satu fungsi, 4PL menargetkan pengelolaan seluruh proses. Beberapa pihak[siapa?] menggambarkan 4PL sebagai kontraktor umum yang mengelola 3PL lain, perusahaan truk, freight forwarder, agen kepabeanan, dan pihak lainnya, yang pada dasarnya mengambil tanggung jawab atas keseluruhan proses bagi pelanggan.

Aliansi horizontal antara penyedia layanan logistik

Aliansi bisnis horizontal sering terjadi antara penyedia layanan logistik, yaitu kerja sama antara dua atau lebih perusahaan logistik yang berpotensi saling bersaing.[39] Dalam aliansi horizontal, mitra dapat memperoleh manfaat dalam dua cara. Di satu sisi, mereka dapat "mengakses sumber daya berwujud yang dapat langsung dimanfaatkan". Dalam contoh ini, perluasan jaringan transportasi bersama, infrastruktur gudang, dan kemampuan menyediakan paket layanan yang lebih kompleks dapat dicapai dengan menggabungkan sumber daya. Di sisi lain, mitra dapat "mengakses sumber daya tak berwujud yang tidak dapat langsung dimanfaatkan". Hal ini biasanya mencakup pengetahuan dan informasi dan, pada gilirannya, inovasi.[39]

Otomatisasi logistik

Artikel utama: Otomatisasi logistik
250px-Automated_Storage_and_Retrieval_System_-_Defense_Visual_Information_Center_%C2%B7_DD-ST-96-00253.JPEG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sistem penyimpanan dan pengambilan otomatis yang digunakan oleh militer AS di March Air Reserve Base, Riverside County, California, pada Desember 1995

Otomatisasi logistik adalah penerapan perangkat lunak komputer atau mesin otomatis untuk meningkatkan efisiensi operasi logistik. Istilah ini biasanya merujuk pada operasi di dalam gudang atau pusat distribusi, dengan tugas yang lebih luas ditangani oleh sistem rekayasa rantai pasok dan sistem perencanaan sumber daya perusahaan.

Mesin industri biasanya dapat mengidentifikasi produk melalui teknologi kode batang atau RFID. Informasi dalam kode batang tradisional disimpan sebagai rangkaian batang hitam dan putih dengan lebar yang berbeda-beda, yang ketika dibaca oleh laser diterjemahkan menjadi urutan digital yang menurut aturan tetap dapat diubah menjadi angka desimal atau data lainnya. Kadang-kadang informasi dalam kode batang dapat ditransmisikan melalui frekuensi radio, tetapi transmisi radio lebih umum digunakan pada tag RFID. Tag RFID adalah kartu yang berisi chip memori dan antena yang mentransmisikan sinyal kepada pembaca. RFID dapat ditemukan pada barang dagangan, hewan, kendaraan, dan manusia.

Profesi dan organisasi

Staf

Logistikawan adalah praktisi logistik profesional. Logistikawan profesional sering memperoleh sertifikasi dari asosiasi profesi. Seseorang dapat bekerja di perusahaan logistik murni, seperti perusahaan pelayaran, bandara, atau freight forwarder, atau dalam departemen logistik suatu perusahaan. Namun, seperti disebutkan di atas, logistik merupakan bidang yang luas, mencakup kegiatan pengadaan, produksi, distribusi, dan pembuangan. Oleh karena itu, prospek kariernya juga luas. Tren baruTemplat:As of? dalam industri adalah perusahaan 4PL, atau logistik pihak keempat, yaitu perusahaan konsultan yang menawarkan layanan logistik.[butuh rujukan]

Institusi akademik

Beberapa universitas dan institusi akademik melatih mahasiswa menjadi logistikawan dengan menawarkan program sarjana dan pascasarjana. Universitas yang memiliki fokus utama pada logistik adalah Kühne Logistics University di Hamburg, Jerman. Universitas tersebut merupakan lembaga nirlaba dan didukung oleh Kühne-Foundation milik pengusaha logistik Klaus Michael Kühne.[butuh rujukan]

Di Amerika Serikat, Eli Broad College of Business di Michigan State University telah menduduki peringkat pertama untuk program manajemen rantai pasok dan logistik tingkat sarjana selama lima belas tahun berturut-turut menurut U.S. News & World Report.[40]

Organisasi

Chartered Institute of Logistics and Transport (CILT), yang didirikan di Britania Raya pada 1919, menerima Piagam Kerajaan pada 1926. Chartered Institute merupakan salah satu badan profesional atau institusi untuk sektor logistik dan transportasi yang menawarkan kualifikasi profesional atau gelar dalam manajemen logistik. Program CILT dapat dipelajari di berbagai pusat di seluruh Britania Raya, dan beberapa di antaranya juga menawarkan pilihan pembelajaran jarak jauh.[41] Institut ini juga memiliki cabang di luar negeri, yaitu Chartered Institute of Logistics & Transport Australia (CILTA) di Australia,[42] dan Chartered Institute of Logistics and Transport in Hong Kong (CILTHK) di Hong Kong.[43] Di Britania Raya, program manajemen logistik diselenggarakan oleh banyak universitas dan badan profesional seperti CILT. Program-program ini umumnya ditawarkan pada tingkat pascasarjana.

Global Institute of Logistics,[44] yang didirikan di New York pada 2003, merupakan sebuah wadah pemikir untuk profesi tersebut dan terutama berfokus pada logistik maritim antarbenua. Lembaga ini secara khusus memperhatikan logistik peti kemas dan peran otoritas pelabuhan dalam rantai logistik maritim.

International Association of Public Health Logisticians (IAPHL)[45] adalah jaringan profesional yang mempromosikan pengembangan profesional manajer rantai pasok dan pihak lain yang bekerja di bidang logistik kesehatan masyarakat dan keamanan komoditas, dengan fokus khusus pada negara berkembang. Asosiasi ini mendukung logistikawan di seluruh dunia dengan menyediakan komunitas praktik tempat para anggota dapat membangun jaringan, bertukar gagasan, dan meningkatkan keterampilan profesional mereka.

Museum

Terdapat banyak museum di dunia yang mencakup berbagai aspek logistik praktis. Museum tersebut meliputi museum transportasi, bea cukai, pengemasan, dan logistik berbasis industri. Secara khusus, museum berikut sepenuhnya didedikasikan untuk logistik:

Logistik umum
Logistik militer

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Hurdle, Jon (13 Mei 2021). "Report details surge in warehouse construction…". NJ Spotlight News. Diakses tanggal 3 Januari 2023. In South Jersey, the area has become the "epicenter" of warehouse construction in the greater Philadelphia region..'Activity in the Southern New Jersey industrial market continues to amaze,' the report said.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Ghiani, Gianpaolo; Laporte, Gilbert; Musmanno, Roberto (2004). Introduction to Logistics Systems Planning and Control. John Wiley & Sons. hlm. 1, 5, 10–15. ISBN 9780470849170. Diakses tanggal 8 Januari 2023.
  3. 1 2 Kozlenkova, Irina V.; Hult, G. Tomas M.; Lund, Donald J.; Mena, Jeannette A.; Kekec, Pinar (Desember 2015). "The Role of Marketing Channels in Supply Chain Management". Journal of Retailing. 91 (4): 586–609. doi:10.1016/j.jretai.2015.03.003. Logistics refers to 'that part of supply chain management that plans, implements, and controls the efficient, effective forward and reverse flow and storage of goods, services, and related information between the point of origin and the point of consumption in order to meet customers' requirements'
  4. 1 2 Baron de Jomini (1830). Tableau Analytique des principales combinaisons De La Guerre, Et De Leurs Rapports Avec La Politique Des États: Pour Servir D'Introduction Au Traité Des Grandes Opérations Militaires. hlm. 74.
  5. ↑ Chambray [in Prancis] (1832). "Observation sur Le Tableau Analytique des principales combinaisons De La Guerre, Et De Leurs Rapports Avec La Politique Des États: Pour Servir D'Introduction Au Traité Des Grandes Opérations Militaires par le général Jomini". Le Spectateur militaire: Recueil de science, d'art et d'histoire militaires (dalam bahasa Prancis). 13: 19.
  6. ↑ Tepic, J.; Tanackov, I.; Stojić, Gordan (2011). "Ancient logistics – historical timeline and etymology" (PDF). Technical Gazette. 18 (3). S2CID 42097070. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 9 Maret 2019.
  7. ↑ Oxford Dictionaries[pranala dihapus]. Diakses 21 Februari 2012.
  8. ↑ Material Handling & Logistics News http://mhlnews.com/global-supply-chain/council-logistics-management-become-council-supply-chain-management-professional
  9. ↑ "CSCMP glossary" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 22 Mei 2016. Diakses tanggal 10 September 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ V. Misra, M.I. Kahn, U.K. Singh, Supply Chain Management Systems: Architecture, Design and Vision, North American Business Press 2010 http://www.na-businesspress.com/jsis/misraweb.pdf
  11. ↑ "Freight transportation". Diakses tanggal 23 Mei 2022.
  12. ↑ Lihat artikel tentang USS O'Brien (DD-725) dan USS Victoria (AO-46) selama Perang Dunia II
  13. ↑ Hofmann, Sebastian. "Distribution logistics - definition, basics, examples" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 3 Maret 2022.
  14. ↑ Agrawal, Saurabh; Singh, Rajesh K.; Murtaza, Qasim (April 2015). "A literature review and perspectives in reverse logistics". Resources, Conservation and Recycling. 97: 76–92. Bibcode:2015RCR....97...76A. doi:10.1016/j.resconrec.2015.02.009.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. 1 2 Cozzolino Alessandra, Humanitarian Logistics and Supply Chain Management, In Humanitarian Logistics, Springer Berlin Heidelberg 2012
  16. ↑ "Pooling Logistics Resources". Fleet Forum. 19 Januari 2020. Diakses tanggal 23 September 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  17. ↑ L. Torre, I.S. Dolinskaya, K.R. Smilowitz, Disaster relief routing: Integrating research and practice Socio-Economic Planning Sciences vol46, March 2012
  18. ↑ Nyhuis P., Wiendahi Hans-Peter, Fundamentals of Production Logistics, Springer Berlin Heidelberg 2009
  19. ↑ What is Logistics Management? Meaning, Importance, Basic Functions & Strategies di YouTube
  20. ↑ J.P. Roth, The logistics of Roman army at war (264 B.C. -A.D. 235) https://www.academia.edu/2450333/Logistics_of_the_Roman_Army_at_War
  21. ↑ Donald W. Engels, Alexander the Great and the Logistics of the Macedonian Army, University of California 1980
  22. ↑ Ayrault Dodge Theodore, Hannibal: A History of the Art of War Among the Carthaginians and Romans Down to the Battle of Pydna, 168 BC. Da Capo Press. 1995
  23. ↑ Troy T. Kirby, The Duke of Wellington and the Supply System During the Peninsula War, CreateSpace Independent Publishing Platform 2014
  24. ↑ Roger Morriss, "Colonization, Conquest, and the Supply of Food and Transport: The Reorganization of Logistics Management, 1780–1795," War in History, (July 2007), 14#3 pp 310–324,
  25. ↑ Cloutier, Peter J.; Frank, Brian K. (Juli–Agustus 2009). "The Joint Logistics Analysis Tool". Army Logistician. 41 (4). Diarsipkan dari asli tanggal 9 Mei 2015.
  26. ↑ Mallik, Susan (2010). "Customer Service in Supply Chain Management". Dalam Hossein Bidgoil (ed.). The Handbook of Technology Management: Supply Chain Management, Marketing and Advertising, and Global Management, vol 2 (Edisi 1). Hoboken, New Jersey: John Wiley & Sons. hlm. 104. ISBN 978-0-470-24948-2.
  27. ↑ McGinnis M. A., Military Logistics: Insights for Business Logistics, International Journal of Physical Distribution & Logistics Management Vol 22, 1992
  28. ↑ Ben Ahmed, S.; Al-Marridi, H. A.; Al-Merri, Z.; El-Saadany, M. (2021). "Optimization of Vehicle Transportation Route Based on IoT". Journal of Advanced Transportation. 2021: 1–14. doi:10.1155/2021/1312058.
  29. ↑ Shallom, Ruth (15 September 2026). Predictive Latency Optimization Model for Sub-Saharan Logistics Pipelines (Preprint). doi:10.5281/ZENODO.22770823.{{cite report}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  30. 1 2 Ruggeri, R.; Perego, A. (2001). Esercitazioni e temi d'esame di Logistica Industriale (dalam bahasa Italia). CUSL. ISBN 8881320150.
  31. ↑ ISO 6780:2003 – Flat pallets for intercontinental materials handling – Principal dimensions and tolerances.
  32. ↑ Lambert D., Stock J., Ellram L., Fundamentals of Logistics, McGraw-Hill 1998
  33. 1 2 D.F. Bozutti, M.A. Bueno-Da-Costa, R. Ruggeri, Logística: Visão Global e Picking, EdUFSCar 2010
  34. ↑ Waters D., Logistics: An Introduction to Supply Chain Management, Palgrave Macmillan 2003
  35. ↑ Phelan, John T. Jr. Supply & Demand Chain Executive. Enom, Inc.
  36. ↑ Wallenburg, Carl Marcus; Cahill, David L.; Michael Knemeyer, A.; Goldsby, Thomas J. (2011). "Commitment and Trust as Drivers of Loyalty in Logistics Outsourcing Relationships: Cultural Differences Between the United States and Germany". Journal of Business Logistics. 32: 83–98. doi:10.1111/j.2158-1592.2011.01008.x.
  37. ↑ Baziotopoulos (2008). An Investigation of Logistics Outsourcing Practices in the Greek Manufacturing Sector (PhD tesis).
  38. ↑ Zacharia, Zach G.; Sanders, Nada R.; Nix, Nancy W. (April 2011). "The Emerging Role of the Third-Party Logistics Provider (3PL) as an Orchestrator". Journal of Business Logistics. 32 (1): 40–54. doi:10.1111/j.2158-1592.2011.01004.x.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  39. 1 2 Raue, Jan Simon; Wieland, Andreas (10 Agustus 2015). "The interplay of different types of governance in horizontal cooperations: A view on logistics service providers". The International Journal of Logistics Management. 26 (2): 401–423. doi:10.1108/IJLM-08-2012-0083. hdl:10398/4de0953a-3920-409a-b63a-60342c976528.
  40. ↑ "U.S. News & World Report ranks Broad No. 1 in supply chain management/logistics for 15th year". Michigan State University. Diakses tanggal 29 Maret 2026.
  41. ↑ "Chartered Institute of Logistics and Transport (CILT) – Professional Logistics Programs". EduMaritime. Diarsipkan dari asli tanggal 3 Agustus 2020. Diakses tanggal 20 Juni 2019.
  42. ↑ "Chartered Institute of Logistics & Transport Australia (CILTA) – Certification & Training". EduMaritime.
  43. ↑ "Chartered Institute of Logistics and Transport in Hong Kong (CILTHK) – PQE Programs". EduMaritime.
  44. ↑ "GIL HOME". Global Institute of Logistics. Diakses tanggal 20 Juni 2019.
  45. ↑ "International Association of Public Health Logisiticians". IAPHL. Diakses tanggal 20 Juni 2019.
  46. ↑ "Logistics Museum". logistics-museum.ru. Diarsipkan dari asli tanggal 20 Juni 2019. Diakses tanggal 20 Juni 2019.
  47. ↑ "Museum of Logistics".
  48. ↑ "Canadian Forces Logistics Museum". Montreal Museums. Diarsipkan dari asli tanggal 20 Juni 2019. Diakses tanggal 20 Juni 2019.

Bacaan lebih lanjut

  • Engels, Donald W. (1980). Alexander the Great and the Logistics of the Macedonian Army. University of California Press. hlm. 194. ISBN 9780520034334.
  • Hess, Earl J. (2017). Civil War Logistics: A Study of Military Transportation. Louisiana State University Press. ISBN 9780807167502.
  • Huston, James A. (2004). The Sinews of War: Army Logistics, 1775–1953. Honolulu, Hawaii: University Press of the Pacific. ISBN 9781410213686.
  • Handfield, R. B.; et al. (2013). Trends and Strategies in Logistics and Supply Chain Management: Embracing Global Logistics Complexity to Drive Market Advantage. BVL International. ISBN 9783871544811.
  • Ballou, Ronald H.; Srivastava, Samir K. (2018). Business Logistics/Supply Chain Management: Planning, Organizing and Controlling the Supply Chain (Edisi Fifth edition, fourteenth impression, Indian subcontinent adaptation). Uttar Pradesh, India: Pearson India Education Services. ISBN 9788131705841.
  • Bowersox, Donald J.; Closs, David J.; Cooper, M. Bixby; Bowersox, John C. (2019). Supply Chain Logistics Management (Edisi Fifth edition, international student). New York: McGraw-Hill Education. ISBN 9781260547825.
  • Christopher, Martin (2011). Logistics & Supply Chain Management: Creating Value-Adding Networks. Prentice Hall. ISBN 9780273731122.
  • Jones, James V. (2010). Integrated Logistics Support Handbook (Edisi 3rd). New York: McGraw-Hill. ISBN 9780071471688.
  • Blanchard, Benjamin S. (2004). Logistics Engineering and Management. Pearson Prentice Hall. ISBN 9780071471688.
  • Poluha, R. G. (2016). The Quintessence of Supply Chain Management: What You Really Need to Know to Manage Your Processes in Procurement, Manufacturing, Warehousing, and Logistics. Quintessence Series (Edisi First). Heidelberg; New York; Dordrecht; London: Springer. ISBN 978-3-662-48513-2.
  • Preclík, Vratislav (2006). Průmyslová logistika (Industrial Logistics) (Edisi First issue). Prague: Nakladatelství ČVUT v Praze. ISBN 80-01-03449-6.
  • Vahrenkamp, Richard (2012). The Logistic Revolution – The Rise of Logistics in the Mass Consumption Society (Edisi First issue). Cologne: Eul. ISBN 978-3-8441-0118-8.

Templat:Category commons

Templat:Management

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan