Minggu, 27 September 2026
09:00 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Hannibal

Hannibal

jenderal dari Kartago (247–183/181 SM)

Untuk kegunaan lain, lihat Hannibal (disambiguasi).
Hannibal, putra dari Hamilcar Barca
250px-Hannibal_Slodtz_Louvre_MR2093.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
PengabdianKartago
PangkatJenderal
Perang/pertempuranPerang Punisia Kedua: Pertempuran Danau Trasimene, Pertempuran Trebia, Pertempuran Cannae, Pertempuran Zama

Hannibal (bahasa Punik:𐤇𐤍𐤁𐤏𐤋, translit. Ḥannībaʿl; 247 – antara 183 hingga 181 SM), atau Hannibal Barca, adalah seorang pemimpin militer di Perang Punisia Kedua dan seorang politikus, kelak dia juga bekerja di profesi yang lain, dia disebut-sebut sebagai salah satu dari pemimpin perang terhebat sepanjang sejarah. Dia hidup saat waktu tegang di Mediterania, ketika Romawi (lalu republik Romawi) membangun kekuatannya melewati kekuatan besar lain seperti Kartago, Makedonia, Sirakusa, dan Seleukia. Dia adalah salah satu pemimpin Kartago yang paling terkenal. Pencapaiannya yang paling besar adalah ketika meletusnya Perang Punic, ketika dia membawa pasukan yang mengandung gajah perang dari Iberia melewati Pegunungan Pirenia dan Alpen sampai bagian utara Italia.

Selama invasinya di Italia, dia mengalahkan prajurit Romawi di beberapa pertempuran, termasuk yang di Sungai Trebia, Trasimene dan Cannae. Sesudah Cannae, kota terbesar di Itali yaitu Capua mengikuti Hannibal melalui penyebrangan dari Roma. Hannibal kekurangan perlengkapan yang dibutuhkan untuk menembus kota Roma yang sangat dipertahankan. Dia membangun prajurit di Italia lebih dari satu dekade sesudah itu, tidak pernah lupa kewajiban utamanya, tetapi tidak pernah bisa menekan perang sampai menghasilkan kepastian. Selama periode itu, prajurit Romawi kembali berkumpul. Invasi balasan dari Romawi di Afrika Utara memaksa dia untuk kembali ke Kartago, di mana dia dikalahkan di pertempuran Zama. Kekalahan itu memaksa Senat Kartago untuk mengirim dia ke pengasingan. Selama pengasingan ini, dia tinggal di Istana Seleukia, di mana dia bertindak sebagai penasihat militer Antiokhos III saat perangnya melawan Romawi. Karena kekalahannya di pertarunganmaritim, Hannibal melarikan diri lagi, kali ini ke Istana Bithynian.Ketika Romawi meminta dia menyerah, dia lebih memilih melakukan bunuh diri daripada setuju untuk menyerah.

Hannibal juga disebut sebagai salah satu jenderal terbesar sepanjang sejarah. Ahli sejarah militer, Theodore Ayrault Dodge bahkan menyebut Hannibal sebagai “Bapak dari strategi”, karena musuh terbesarnya yaitu Romawi, mengadopsi beberapa taktik militer Hannibal di dalam taktik mereka sendiri.Pujian ini menyebabkan dia mendapat reputasi yang kuat di dunia masa kini dan dia juga dikenal sebagai “pemberi strategi” oleh orang-orang seperti Napoleon Bonaparte dan Bangsawan dari Wellington. Kisah hidupnya juga menjadi dasar dari beberapa film dan dokumentasi.

Latar belakang

Hannibal adalah salah satu putra jenderal dan negarawan Kartago Hamilcar Barca dan ibu yang tidak diketahui. Ia kemungkinan besar lahir di Kartago, salah satu dari banyak region Mediterania yang dikuasai oleh orang Kanaan dari tanah air mereka di Fenisia. Ia memiliki beberapa saudari yang namanya tidak diketahui dan dua saudara, Hasdrubal dan Mago. Ipar laki-lakinya adalah Hasdrubal yang Adil dan Naravas, raja Numidia. Ia masih anak-anak ketika saudari-saudarinya menikah, dan kedua ipar laki-lakinya merupakan rekan ayahnya selama Perang Tentara Bayaran dan penaklukan Semenanjung Iberia.[1]

Setelah kekalahan Kartago dalam Perang Punisia Pertama, Hamilcar berniat untuk memperbaiki kekayaan Kartago dan kelaurganya. Dengan pikiran tersebut dan didukung oleh Gades, Hamilcar memulai penaklukan suku-suku Semenanjung Iberia. Kartago dalam kondisi yang tidak baik pada saat itu sampai kekurangan angkatan laut yang dapat membawa pasukannya; Hamilcar harus membawa pasukannya melewati Numidia menuju Pilar-Pilar Herkules lalu menyeberangi Selat Gibraltar.[2]

Menurut Polibios, jauh di kemudian hari, Hannibal menyatakan bahwa ketika ia datang kepada ayahnya dan memohon untuk ikut pergi bersamanya, Hamilcar setuju dan menuntut Hannibal bersumpah tidak akan berteman dengan Roma selama hidupnya. Bahkan terdapat catatan mengenai dirinya saat masih sangat muda (umur 9 tahun) memohon kepada ayahnya untuk membawanya ke perang di luar negeri. Dalam cerita tersebut, Hamilcar membawanya ke sebuah ruangan pengorbanan. Hamilcar memegangnya di atas api yang berkobar di ruangan tersebut dan menbuatnya bersumpah tidak akan berteman dengan Roma. Sumber lain melaporkan bahwa Hannibal memberitahu ayahnya, "Aku bersumpah secepat setelah usia memungkinkan...aku akan menggunakan api dan baja untuk menangkap takdir Roma."[3][4]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Lancel, S. Hannibal hlm. 6.
  2. ↑ De Beer, Sir Gavin (1969). Hannibal: Challenging Rome's Supremacy hlm. 91.
  3. ↑ Dodge, Theodore Ayrault (1995). Hannibal: A History of the Art of War Among the Carthaginians and Romans Down to the Battle of Pydna, 168 BC. Da Capo Press.
  4. ↑ Reverse Spins Patton, the Second Coming of Hannibal.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan