Sabtu, 17 Oktober 2026
16:12 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Psikosejarah

Bagikan:

Psikosejarah atau psikohistoris adalah penerapan sistematis prinsip-prinsip dan metode psikologi untuk memahami perilaku individu dan kelompok di masa lalu dan sekarang. Konsep ini menawarkan kerangka kerja baru untuk penelitian sejarah, dan mendorong penggunaan metode ilmiah dalam meneliti peristiwa masa lampau. Dengan menggabungkan perspektif psikologi dan sejarah, psikosejarah menawarkan pendekatan yang lebih menyeluruh, empatik, dan manusiawi dalam memahami orang dan kelompok.[1]

Awal Mula

Psikosejarah muncul dan berkembang di Amerika Serikat pada tahun 1950-an, dengan fokus pada dua prinsip utama dalam memahami masa lalu manusia. Pertama, sejarah dibentuk oleh tindakan manusia, bukan hanya perkembangan impersonal. Kedua, perilaku manusia, baik individu maupun kolektif, dipengaruhi oleh faktor-faktor bawah sadar. Meskipun awalnya berakar pada psikoanalisis, psikosejarah telah mengembangkan pendekatannya sendiri yang menekankan tekanan perilaku di antara kelompok, serta konsep-konsep seperti trauma yang terulang. Meskipun menghadapi tantangan metodologis dalam mengukur kelompok dan memvalidasi temuan, psikosejarah terus berkembang. Kebutuhan yang semakin meningkat untuk pemahaman psikohistoris dalam bidang sejarah lainnya, seperti demografi historis, memastikan kelanjutan perkembangan disiplin ilmu ini.[2]

Dengan menggabungkan pemahaman psikoterapi dengan metode penelitian ilmu sosial, psikosejarah bertujuan untuk mengungkap akar emosi perilaku sosial dan politik kelompok serta bangsa, baik di masa lampau maupun masa kini. Lembaga penelitian psikohistoris terkemuka di dunia, The Association for Psychohistory, yang berpusat di New York City, didirikan sebagai organisasi nirlaba pendidikan oleh Negara Bagian New York, lembaga ini dikenal sebagai Association for Psychohistory, Inc. Selama lebih dari 50 tahun, lembaga ini telah menerbitkan The Journal of Psychohistory, serta berbagai buku melalui The Psychohistory Press. Association for Psychohistory dan The Journal of Psychohistory berafiliasi dengan Asosiasi Psikohistoris Internasional, yang menyelenggarakan konvensi tahunan.[3]

Referensi

  1. ↑ Aderoben, Andromeda; Saripudin, Didin (2022). "Psychohistory in History Education: Between Urgency and Problems". International Seminar on Social Studies and History Education (dalam bahasa Inggris). 2 (1): 364–378.
  2. ↑ Binion, R. (2001-01-01). Smelser, Neil J.; Baltes, Paul B. (ed.). Psychohistory. Oxford: Pergamon. hlm. 12339–12343. ISBN 978-0-08-043076-8.
  3. ↑ "The Association for Psychohistory" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-10-08.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan