Kamis, 29 Oktober 2026
07:36 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Sejarah baru

Bagikan:

Istilah sejarah baru, dari istilah Bahasa Prancis nouvelle histoire, pertama kali digunakan oleh Jacques Le Goff[1] dan Pierre Nora, pemimpin generasi ketiga Aliran Annales pada 1970-an. Gerakan ini dapat dikaitkan dengan sejarah budaya, sejarah perwakilan dan sejarah mentalitas.[2]

Definisi inklusif gerakan sejarah baru atas masalah kajian sejarahnya juga telah memberinya label sejarah total. Gerakan ini kontras dengan cara tradisional penulisan sejarah yang berfokus pada politik dan 'tokoh besar'. Sejarah baru menolak desakan untuk menyusun narasi sejarah; penekanan berlebihan pada dokumen administratif sebagai materi sumber dasar; perhatian pada motivasi dan niat individu sebagai faktor penjelas peristiwa sejarah; dan kepercayaan lama pada objektivitas.

Pendekatan ini ditolak oleh para sejarawan Marxis karena mengecilkan apa yang diyakini kaum Marxis sebagai peran sentral kelas dalam membentuk sejarah.[3]

Sejarah di sekolah

Pengajaran sejarah di sekolah-sekolah Prancis dipengaruhi oleh Nouvelle Histoire, yang disebarluaskan pada 1960-an dan 1970-an oleh Cahiers pédagogiques and Enseignement dan jurnal lain untuk para guru. Berpengaruh juga adalah Institut national de recherche et de documentation pédagogique (INRDP). Joseph Leif, inspektur jenderal pelatihan guru mengatakan, siswa harus belajar tentang pendekatan sejarawan serta tentang fakta-fakta dan tanggal. Louis François, dekan kelompok sejarah/geografi di Inspectorate of National Education, menyarankan para guru untuk menyediakan dokumen bersejarah dan mempromosikan "metode aktif", yang dapat memberi siswa "kebahagiaan luar biasa atas penemuan".

Para pendukungnya mengatakan sejarah baru berlaku sebagai reaksi terhadap metode penghafalan nama dan tanggal yang dikaitkan dengan pembelajaran tradisional dan membuat siswa bosan. Tradisionalis memprotes keras karena menganggap hal itu sebagai inovasi pascamodern yang mengancam anak muda untuk mengabaikan patriotisme dan identitas nasional Prancis.[4]

Jerman

"Nouvelle histoire" menjadi kontroversial setelah 1945 di historiografi Jerman, karena sangat memengaruhi kajian abad pertengahan.[5] Namun, sebagian besar sejarawan Jerman menganggap pendekatan tersebut terlalu positivistik bagi selera mereka, serta tidak cukup filosofis.[6]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Miri Rubin, The work of Jacques Le Goff and the challenges of medieval history (1997)
  2. ↑ Mucchielli, 1995
  3. ↑ G. Bois, "Marxisme et histoire nouvelle", in Le Goff, ed. Nouvelle Histoire, 375–93.
  4. ↑ Abby Waldman, "The Politics of History Teaching in England and France during the 1980s", History Workshop Journal Issue 68, Autumn 2009 pp. 199–221 online
  5. ↑ Lutz Raphael, Die Erben von Bloch und Febvre: Annales-Geschichtsschreibung und nouvelle histoire in Frankreich 1945–1980 (Stuttgart, 1994)
  6. ↑ Miri Rubin, The Work of Jacques Le Goff and the Challenges of Medieval History (1997) p 81

Bacaan lebih lanjut

  • Burguière, André. The Annales School: An Intellectual History (2009)
  • Burke, Peter. The French Historical Revolution: The Annales School 1929–89, (1990), the major study in English excerpt and text search
  • Cortesi, Lorenzo. "Questioni di storia", (pp.31-38), Europa Edizioni, Roma, 2016, ISBN978-88-6854-778-3
  • Dosse, F. L'Histoire en miettes: Des “Annales” à la “nouvelle histoire” (Paris, 1987)
  • Le Goff, Jacques, Roger Chartier, and Jacques Revel, eds. La nouvelle histoire (Paris 1978), scholarly essays using the new methods
  • Mucchielli, Larent. "Aux origines de la Nouvelle Histoire", Revue de Synthesis (1995) 1:55-98
  • Raphael, Lutz. Die Erben von Bloch und Febvre: Annales-Geschichtsschreibung und nouvelle histoire in Frankreich 1945–1980 (Stuttgart, 1986)
  • Rubin, Miri. The Work of Jacques Le Goff and the Challenges of Medieval History (1997)
Sumber sejarah
Jenis
Sumber
Organisasi, Institusi
Konsep (pilihan)
Metodologi, Aliran (pilihan)
Negara
Lainnya
Terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan