Jumat, 06 November 2026
02:17 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Fernand Braudel

Fernand Braudel

Bagikan:
Infobox orangFernand Braudel
250px-Photo_of_Fernand_Braudel_on_The_Identity_of_France_dustjacket.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran(fr) Fernand Paul Achille Braudel Suntingan nilai di Wikidata
24 Agustus 1902 Suntingan nilai di Wikidata
Luméville-en-Ornois Suntingan nilai di Wikidata
Kematian27 November 1985 Suntingan nilai di Wikidata (83 tahun)
Cluses Suntingan nilai di Wikidata
Tempat pemakamanPemakaman Père-Lachaise, Makam 32 earth Suntingan nilai di Wikidata
16 Member of the Académie française (en) Terjemahkan
14 Juni 1984 – 27 November 1985
← André Chamson (en) Terjemahkan – Jacques Laurent → Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
PendidikanSorbonne Universitas Paris
Lycée Voltaire (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Penasihat doktoralGeorges Pagès (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
SpesialisasiSejarah Suntingan nilai di Wikidata
Pekerjaansejarawan,dosen Suntingan nilai di Wikidata
Bekerja diCollège de France, profesor (1950–1972)
Universitas São Paulo (1934–1937)
University of Algiers 1 (en) Terjemahkan (1923–1932)
École pratique des hautes études
Sorbonne Universitas Paris
Institut Ilmu Politik Paris
École des hautes études en sciences sociales
Ahmed Reda Houhou High School (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Tertarik denganPeriode modern awal Suntingan nilai di Wikidata
AliranAliran Annales Suntingan nilai di Wikidata
Murid dariHenri Hauser dan Francois Victor Alphonse Aulard Suntingan nilai di Wikidata
KonflikPerang Dunia II Suntingan nilai di Wikidata
Karya kreatif
Karya terkenal
Keluarga
Pasangan nikahPaule Braudel (1933–1985) Suntingan nilai di Wikidata
IMDB: nm11047184 Discogs: 2825002 Find a Grave: 7812 Modifica els identificadors a Wikidata

Fernand Braudel lahir pada tahun 1902 di Prancis, di sebuah desa kecil, yaitu Lumeville-en-Ornois.[1] Saat berusia 20 tahun ia menjadi seorang agrege dalam bidang sejarah.[1] Saat mengajar pada sebuah sekolah menengah di Aljazair dari tahun 1923 hingga 1925, ia menemukan masalah Laut Tengah.[1] Hal ini merupakan bidang penelitian utamanya yang paling terkenal, The Mediterranean and Mediterranean World in the Age of Philip II.[2]

Pada tahun 1925, Braudel menyelesaikan dinas militernya di Rhineland dan kemudian kembali ke Aljazair sampai tahun 1932.[1] Ia menghabiskan waktunya untuk mengumpulkan bahan-bahan doctorat d'etat nya tentang masalah wilayah Laut Tengah.[1] Dari tahun 1932 sampai 1935, ia mengajar di Lycee, Pasteur, Condorcet.[1] Setelah itu ia pindah ke Sao Paulo, Brasil, selama tiga tahun.[1] Selama di Brasil, ia mengembangkan konsepnya tentang waktu yang jamak.[1] Suatu konsep yang sebagian dibangkitkan oleh oleh pengertian tentang longue duree (rentang waktu yang panjang).[1]

Braudel juga mendirikan jurnal sejarah, Annales.[1] Bagi Braudel, sejarah merupakan akibat yang berlangsung perlahan dan tidak segera terasakan dari pengaruh ruang, waktu, dan iklim, serta teknologi dan tindakan manusia pada waktu yang lampau.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 John Lechte. 2001. 50 Filsuf Kontemporer: Dari Strukturalisme sampai Postmodernitas. Yogyakarta: Kanisius. Hlm. 146-152.
  2. ↑ Fernand Braudel. 1973. The Mediterranean and Mediterranean World in the Age of Philip II. Glasgow: William Collins


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan