Selasa, 20 Oktober 2026
14:03 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari

Sejarah baru

Bagikan:

Istilah sejarah baru, dari istilah Bahasa Prancis nouvelle histoire, pertama kali digunakan oleh Jacques Le Goff[1] dan Pierre Nora, pemimpin generasi ketiga Aliran Annales pada 1970-an. Gerakan ini dapat dikaitkan dengan sejarah budaya, sejarah perwakilan dan sejarah mentalitas.[2]

Definisi inklusif gerakan sejarah baru atas masalah kajian sejarahnya juga telah memberinya label sejarah total. Gerakan ini kontras dengan cara tradisional penulisan sejarah yang berfokus pada politik dan 'tokoh besar'. Sejarah baru menolak desakan untuk menyusun narasi sejarah; penekanan berlebihan pada dokumen administratif sebagai materi sumber dasar; perhatian pada motivasi dan niat individu sebagai faktor penjelas peristiwa sejarah; dan kepercayaan lama pada objektivitas.

Pendekatan ini ditolak oleh para sejarawan Marxis karena mengecilkan apa yang diyakini kaum Marxis sebagai peran sentral kelas dalam membentuk sejarah.[3]

Sejarah di sekolah

Pengajaran sejarah di sekolah-sekolah Prancis dipengaruhi oleh Nouvelle Histoire, yang disebarluaskan pada 1960-an dan 1970-an oleh Cahiers pédagogiques and Enseignement dan jurnal lain untuk para guru. Berpengaruh juga adalah Institut national de recherche et de documentation pédagogique (INRDP). Joseph Leif, inspektur jenderal pelatihan guru mengatakan, siswa harus belajar tentang pendekatan sejarawan serta tentang fakta-fakta dan tanggal. Louis François, dekan kelompok sejarah/geografi di Inspectorate of National Education, menyarankan para guru untuk menyediakan dokumen bersejarah dan mempromosikan "metode aktif", yang dapat memberi siswa "kebahagiaan luar biasa atas penemuan".

Para pendukungnya mengatakan sejarah baru berlaku sebagai reaksi terhadap metode penghafalan nama dan tanggal yang dikaitkan dengan pembelajaran tradisional dan membuat siswa bosan. Tradisionalis memprotes keras karena menganggap hal itu sebagai inovasi pascamodern yang mengancam anak muda untuk mengabaikan patriotisme dan identitas nasional Prancis.[4]

Jerman

"Nouvelle histoire" menjadi kontroversial setelah 1945 di historiografi Jerman, karena sangat memengaruhi kajian abad pertengahan.[5] Namun, sebagian besar sejarawan Jerman menganggap pendekatan tersebut terlalu positivistik bagi selera mereka, serta tidak cukup filosofis.[6]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Miri Rubin, The work of Jacques Le Goff and the challenges of medieval history (1997)
  2. ↑ Mucchielli, 1995
  3. ↑ G. Bois, "Marxisme et histoire nouvelle", in Le Goff, ed. Nouvelle Histoire, 375–93.
  4. ↑ Abby Waldman, "The Politics of History Teaching in England and France during the 1980s", History Workshop Journal Issue 68, Autumn 2009 pp. 199–221 online
  5. ↑ Lutz Raphael, Die Erben von Bloch und Febvre: Annales-Geschichtsschreibung und nouvelle histoire in Frankreich 1945–1980 (Stuttgart, 1994)
  6. ↑ Miri Rubin, The Work of Jacques Le Goff and the Challenges of Medieval History (1997) p 81

Bacaan lebih lanjut

  • Burguière, André. The Annales School: An Intellectual History (2009)
  • Burke, Peter. The French Historical Revolution: The Annales School 1929–89, (1990), the major study in English excerpt and text search
  • Cortesi, Lorenzo. "Questioni di storia", (pp.31-38), Europa Edizioni, Roma, 2016, ISBN978-88-6854-778-3
  • Dosse, F. L'Histoire en miettes: Des “Annales” à la “nouvelle histoire” (Paris, 1987)
  • Le Goff, Jacques, Roger Chartier, and Jacques Revel, eds. La nouvelle histoire (Paris 1978), scholarly essays using the new methods
  • Mucchielli, Larent. "Aux origines de la Nouvelle Histoire", Revue de Synthesis (1995) 1:55-98
  • Raphael, Lutz. Die Erben von Bloch und Febvre: Annales-Geschichtsschreibung und nouvelle histoire in Frankreich 1945–1980 (Stuttgart, 1986)
  • Rubin, Miri. The Work of Jacques Le Goff and the Challenges of Medieval History (1997)
Sumber sejarah
Jenis
Sumber
Organisasi, Institusi
Konsep (pilihan)
Metodologi, Aliran (pilihan)
Negara
Lainnya
Terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan