Senin, 09 November 2026
03:13 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Dharmaskandha

Bagikan:

Dharmaskandha (Sanskerta: धर्मस्कन्ध; Vietnam: Pháp uẩn) atau Dharma-skandha-sastra (धर्मस्कन्ध शास्त्र) adalah salah satu dari tujuh kitab suci Buddhis Sarvastivada Abhidharma. Dharmaskandha berarti “kumpulan dharma”. Kitab ini disusun oleh Sariputra (menurut sumber Sanskerta dan Tibet) atau Moggallāna (menurut sumber Tiongkok). Edisi bahasa Mandarin diterjemahkan oleh Xuanzang dan muncul sebagai: T26, No. 1537, 阿毘達磨法蘊足論, 尊者大目乾連造, 三藏法師玄奘奉 詔譯, dalam 12 bagian.

Kitab ini dimulai dengan sebuah matrka sebagai ringkasan dari topik-topiknya, yang menunjukkan ketuaannya, sehingga dianggap diajarkan oleh Sang Buddha sendiri. Di dalamnya terdapat 21 topik, 15 topik pertama berkaitan dengan praktik jalan spiritual dan realisasi dari hasil-hasilnya. Pokok bahasan ke-16 berhubungan dengan “berbagai masalah”. Pokok bahasan ke 17 sampai 20 berhubungan dengan penghitungan ayatana, dhatus dan skandha yang meliputi “semua dharma”. Pokok bahasan ke-21 berkaitan dengan kemunculan bersebab.

Frauwallner menyimpulkan bahwa Dharmaskandha berasal dari periode sebelum perpecahan antara tradisi Sanskerta dan Pāli Abhidharma, berdasarkan korelasinya dengan Pāli Vibhanga. Oleh karena itu, ia memperkirakan kitab ini berasal dari masa sebelum Ashoka.[1] Yin Shun menyatakan bahwa kitab ini disebutkan dalam Mulasarvastivada Vinaya-vyakaraṇa,[2] yang mengindikasikan kitab ini sejak awal telah ada di dalam kanon Sarvastivada. Gabungan dari keduanya, menunjukkan bahwa Mulasarvastivada memiliki kanonnya sendiri pada masa yang cukup awal.

Yin Shun juga mengutip tiga poin untuk mempertimbangkan teks ini bersumber dari Abhidharma pra-sektarian:[1]

  • Analisis dari rupa yang mirip dengan Sariputta Abhidhamma dan Dhammapariyaya (yang dianggap sebagai teks-teks Abhidharma tertua dari semua aliran).
  • Tidak ada penyebutan avijnapti-rupa, sesuai dengan Sariputta Abhidhamma.[2]
  • Penekanan pada lima indriya dan lima bala, sebagai hal yang paling penting dalam jalan spiritual.[3]

Referensi

  1. 1 2 According to Willemen, Dessein & Cox: Sarvastivada Buddhist Scholasticism, Brill, 1998. pg. 69.
  2. 1 2 Mulasarvastivada Vinaya-vyakhya: T24n1451_p0408b03, as indicated by Venerable Yinshun: Study of the Abhidharma, Texts and Commentators of the Sarvastivada, (說一切有部為主的論書與論師之研究), Zhengwen Publishing, 1968. pg. 124.
  3. ↑ Venerable Yinshun: Study of the Abhidharma, Texts and Commentators of the Sarvāstivāda, (說一切有部為主的論書與論師之研究), Zhengwen Publishing, 1968. pg. 131.
40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan