Rabu, 23 September 2026
07:13 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara

Dharmaskandha

Dharmaskandha (Sanskerta: धर्मस्कन्ध; Vietnam: Pháp uẩn) atau Dharma-skandha-sastra (धर्मस्कन्ध शास्त्र) adalah salah satu dari tujuh kitab suci Buddhis Sarvastivada Abhidharma. Dharmaskandha berarti “kumpulan dharma”. Kitab ini disusun oleh Sariputra (menurut sumber Sanskerta dan Tibet) atau Moggallāna (menurut sumber Tiongkok). Edisi bahasa Mandarin diterjemahkan oleh Xuanzang dan muncul sebagai: T26, No. 1537, 阿毘達磨法蘊足論, 尊者大目乾連造, 三藏法師玄奘奉 詔譯, dalam 12 bagian.

Kitab ini dimulai dengan sebuah matrka sebagai ringkasan dari topik-topiknya, yang menunjukkan ketuaannya, sehingga dianggap diajarkan oleh Sang Buddha sendiri. Di dalamnya terdapat 21 topik, 15 topik pertama berkaitan dengan praktik jalan spiritual dan realisasi dari hasil-hasilnya. Pokok bahasan ke-16 berhubungan dengan “berbagai masalah”. Pokok bahasan ke 17 sampai 20 berhubungan dengan penghitungan ayatana, dhatus dan skandha yang meliputi “semua dharma”. Pokok bahasan ke-21 berkaitan dengan kemunculan bersebab.

Frauwallner menyimpulkan bahwa Dharmaskandha berasal dari periode sebelum perpecahan antara tradisi Sanskerta dan Pāli Abhidharma, berdasarkan korelasinya dengan Pāli Vibhanga. Oleh karena itu, ia memperkirakan kitab ini berasal dari masa sebelum Ashoka.[1] Yin Shun menyatakan bahwa kitab ini disebutkan dalam Mulasarvastivada Vinaya-vyakaraṇa,[2] yang mengindikasikan kitab ini sejak awal telah ada di dalam kanon Sarvastivada. Gabungan dari keduanya, menunjukkan bahwa Mulasarvastivada memiliki kanonnya sendiri pada masa yang cukup awal.

Yin Shun juga mengutip tiga poin untuk mempertimbangkan teks ini bersumber dari Abhidharma pra-sektarian:[1]

  • Analisis dari rupa yang mirip dengan Sariputta Abhidhamma dan Dhammapariyaya (yang dianggap sebagai teks-teks Abhidharma tertua dari semua aliran).
  • Tidak ada penyebutan avijnapti-rupa, sesuai dengan Sariputta Abhidhamma.[2]
  • Penekanan pada lima indriya dan lima bala, sebagai hal yang paling penting dalam jalan spiritual.[3]

Referensi

  1. 1 2 According to Willemen, Dessein & Cox: Sarvastivada Buddhist Scholasticism, Brill, 1998. pg. 69.
  2. 1 2 Mulasarvastivada Vinaya-vyakhya: T24n1451_p0408b03, as indicated by Venerable Yinshun: Study of the Abhidharma, Texts and Commentators of the Sarvastivada, (說一切有部為主的論書與論師之研究), Zhengwen Publishing, 1968. pg. 124.
  3. Venerable Yinshun: Study of the Abhidharma, Texts and Commentators of the Sarvāstivāda, (說一切有部為主的論書與論師之研究), Zhengwen Publishing, 1968. pg. 131.
40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan