Rabu, 21 Oktober 2026
02:56 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Sudhammā Gaṇa

Sudhammā Gaṇa

Bagikan:
Ordo Sudhammā
သုဓမ္မာဂိုဏ်း
SingkatanThudhammā
Tanggal pendirian1800-an
JenisOrdo Theravāda
Kantor pusatMyanmar
Jumlah anggota
467.025 (2016)
KetuaBhaddanta Candimabhivamsa
250px-Thudhamma_Zayat.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ordo Thudhamma pada akhirnya mengambil namanya dari Thudhamma Zayat, yang merupakan tempat pertemuan Dewan Thudhamma.
Bagian dari seri tentang
Buddhisme Theravāda
120px-Buddhism_dham_jak.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme
icon PortalBuddhisme

Sudhammā Gaṇa atau Thudhammā Gaing (Burma: သုဓမ္မာဂိုဏ်း, IPA:[θudəma̰gáɪɴ]; juga disebut Ordo Sudhammā) adalah ordo sangha terbesar di Burma.[1]

Ordo ini adalah satu dari sembilan ordo monastik (Pali: gaṇa) yang disahkan secara hukum di negara tersebut, di bawah Undang-Undang Tahun 1990 Mengenai Organisasi Sangha.[2] Thudhamma dianggap sebagai ordo yang lebih pragmatis daripada Shwegyin, dengan aturan yang lebih longgar mengenai regulasi Vinaya dan kurang hierarkis dibandingkan ordo yang disebutkan sebelumnya.[3] Seperti semua ordo utama di Burma, ordo Thudhamma melarang biku untuk terlibat dalam aktivitas politik.[4]

Statistik

Biku yang ditahbiskan dalam ordo sangha di Myanmar (2016).[5]

  Sudhammā (467.025) (87.24%)
  Shwegyin (50.692) (9.47%)
  Mahādvāra (6.066) (1.13%)
  Mūladvāra (3.872) (0.72%)
  Veḷuvana (3.732) (0.70%)
  Hngettwin (1.445) (0.27%)
  Gaṇavimutti Kudo (927) (0.17%)
  Dhammayuttika (823) (0.15%)
  Anaukchaung (645) (0.12%)

Menurut statistik tahun 2016 yang diterbitkan oleh State Sangha Maha Nayaka Committee, 467.025 biku tergabung dalam ordo monastik ini, mewakili 87% dari seluruh biku di negara tersebut.[6] Berkaitan dengan representasi geografis, mayoritas biku Thudhamma tinggal di Region Mandalay (19,76%), diikuti oleh Negara Bagian Shan (16,09%), Region Yangon (15,39%), dan Region Sagaing (9,88%).[6] Pada tahun 2016, ordo ini memiliki 56.492 wihara, mewakili 90% dari wihara di negara tersebut.[7]

Asal-usul

Ordo Thudhamma muncul pada akhir abad ke-18, sebagai akibat dari reformasi Sangha oleh Raja Bodawpaya, mengikuti tradisi panjang raja-raja Burma yang berupaya memurnikan dan menyatukan Sangha.[8] Nama ordo Thudhamma berasal dari Dewan Thudhamma (organisasi keagamaan yang didirikan oleh Bodawpaya), yang pada gilirannya dinamai sesuai nama para Thudhamma Zayat di Mandalay, tempat pertemuan Dewan tersebut.[9]

Jabatan Patriark Tertinggi (သာသနာပိုင် atau Thathanabaing), mirip dengan posisi Saṅgharāja di Thailand dan Kamboja, berawal dari abad ke-13, dimulai oleh biku Shin Arahan di Pagan Kingdom.[10] Thathanabaing bertanggung jawab untuk mengelola hierarki monastik dan pendidikan di wihara-wihara. Pada tahun 1782, Raja Bodawpaya membentuk Dewan Thudhamma di Amarapura, dipimpin oleh Thathanapaing dan empat tetua (ထေရ် atau thera) untuk menyelesaikan skisma yang telah berlangsung selama seabad mengenai cara yang benar dalam mengenakan jubah biku – apakah satu (atin) atau kedua bahu (ayon) harus terbuka.[10][8] Fraksi Cūḷagandhī, yang dipimpin oleh Atulayāsa dan berakar pada tradisi lokal, mendukung praktik satu bahu tetapi disingkirkan dari Sangha.[11] Fraksi Mahāgandhī yang menang, yang kemudian menjadi mayoritas Thudhamma, menganjurkan aturan dua bahu berdasarkan teks Vinaya Pāli dan kitab komentarnya.[11]

Seiring waktu, dewan diperluas menjadi dua belas anggota, untuk mengawasi urusan keagamaan.[8]

Reformasi monastik menyatukan Sangha di bawah kontrol terpusat, menyerap berbagai garis keturunan monastik ke dalam satu ordo yang diatur oleh Dewan Thudhamma.[8] Menjelang akhir dinasti Konbaung, dewan mengawasi urusan keagamaan di kerajaan, termasuk penunjukan kepala wihara, regulasi Vinaya, disiplin biku individu, dan administrasi ujian sangha.[10]

Pada masa pemerintahan Raja Mindon di akhir tahun 1800-an, sebuah gerakan menuju kemandirian muncul di kalangan biku untuk menghindari otoritas Dewan Thudhamma.[10] Perpecahan seperti Shwegyin Gaṇa, Mahādvāra Gaṇa, dan Hngettwin Gaṇa semuanya muncul selama masa pemerintahan Raja Mindon.[10]

Raja sangha

Thanlyin Mingyaung Sayadaw adalah Saṅgharāja dari Thudhamma.

Pengaruh

Indonesia

Salah satu tokoh dari Sudhammā yang terkenal dan memiliki banyak murid adalah Mahasi Sayadaw. Ia awalnya ditahbiskan dalam Shwegyin, kemudian ditahbiskan ulang dalam Sudhammā.[12]

Organisasi nonprofit bernama Yayasan Satipaṭṭhāna Indonesia dibimbing oleh Ashin Kusaladhamma. Ashin Kusaladhamma berkuliah di International Theravāda Buddhist Missionary University (ITBMU) dan ditahbis sebagai biku oleh Chanmyay Sayadaw Ashin Janakābhivaṁsa, seorang biku dalam tradisi Mahasi Sayadaw, pada tahun 2001 di Myanmar.[13] Beliau meraih gelar Sarjana Buddhadhamma dan dianugerahi gelar Sarjana Peraih Medali Emas sebagai lulusan terbaik pada tahun 2004 oleh Pemerintah Myanmar.[14]

Dhammavihāri Buddhist Studies, sebuah pusat pendidikan Buddhis di Jakarta yang mengajarkan kitab suci Tripitaka Pali, kitab-kitab komentar (atṭhakathā), dan kitab-kitab subkomentar (ṭīkā), dibimbing oleh Ashin Kheminda. Ashin Kheminda berkuliah di International Theravāda Buddhist Missionary University (ITBMU), dan mengambil gelar Bachelor dan memperoleh medali emas sebagai lulusan terbaik pada tahun 2008 oleh Pemerintah Myanmar. Ia ditahbis sebagai biku oleh Sayadaw Jatila Mahāthera, seorang biku dalam tradisi Mahasi Sayadaw, pada tahun 2004 di Myanmar.[15][16]

Referensi

  1. ↑ "Thuddama Nikaya". Department of Religion and Ethics, University of Cumbria. Diakses tanggal 2020-05-19.
  2. ↑ Gutter, Peter (2001). "Law and Religion in Burma" (PDF). Legal Issues on Burma Journal (8). Burma Legal Council: 10.
  3. ↑ Matthews, Bruce (1993). "Buddhism under a Military Regime: The Iron Heel in Burma". Asian Survey. 33 (4). University of California Press: 411. doi:10.2307/2645106. JSTOR 2645106.
  4. ↑ Aung-Thwin, Michael (2009). "Of Monarchs, Monks, and Men: Religion and the State in Myanmar" (PDF). Working Paper Series No. 127 (18). Asia Research Institute.
  5. ↑ "The Account of Wazo Samgha of All Sect, M.E 1377 (2016)". The State Samgha Maha Nayaka Committee (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 19 Oktober 2025.
  6. 1 2 "The Account of Wazo Samgha of All Sect, M.E 1377 (2016)". The State Samgha Maha Nayaka Committee (dalam bahasa American English). 2016. Diakses tanggal 2025-05-06.
  7. ↑ "The Account Monasteries of All-Sect in 1377 (2016)". The State Samgha Maha Nayaka Committee (dalam bahasa American English). 2016. Diakses tanggal 2025-05-06.
  8. 1 2 3 4 Rowe, Mark Michael, ed. (2025-12-31), "2 The History of Macrolevel Monasticism in Myanmar", Living with the Vinaya, University of Hawaii Press, hlm. 22–40, doi:10.1515/9780824899400-006, ISBN 978-0-8248-9940-0, diakses tanggal 2025-05-10{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Parameter work dengan ISBN (link)
  9. ↑ Carbine, Jason A (2011). Sons of the Buddha: Continuities and Ruptures in a Burmese Monastic Tradition. Vol. 50. Walter de Gruyter. ISBN 978-3-11-025409-9.
  10. 1 2 3 4 5 James, Helen (2005). Governance and civil society in Myanmar: education, health, and environment. Psychology Press. hlm. 81. ISBN 978-0-415-35558-2.
  11. 1 2 Schober, Juliane (2010-11-30), Schober, Juliane (ed.), "Theravada Cultural Hegemony in Precolonial Burma", Modern Buddhist Conjunctures in Myanmar: Cultural Narratives, Colonial Legacies, and Civil Society, University of Hawai'i Press, hlm. 0, doi:10.21313/hawaii/9780824833824.003.0002, ISBN 978-0-8248-3382-4, diakses tanggal 2025-05-11{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Parameter work dengan ISBN (link)
  12. ↑ Mendelson, E. Michael (1975). Sangha and state in Burma : a study of monastic sectarianism and leadership. Cornell University Press. Ithaca, N.Y. : Cornell University Press. ISBN 978-0-8014-0875-5.
  13. ↑ Yasati. "Retreat Teacher Biodata: Ashin Kusaladhamma". Yasati: Yayasan Satipatthana Indonesia. Diakses tanggal 2024-02-18Ashin Kusaladhamma.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  14. ↑ Yayasan Satipatthana Indonesia. "Biodata Ashin Kusaladhamma". Facebook. Diakses tanggal 2024-02-18.
  15. ↑ Harpin. Penyebar Dharma - Ashin Kheminda - Mengenal Ajaran Buddha di Hutan Diarsipkan 2012-06-28 di Wayback Machine Sumber: Majalah Mamit 8, Tahun 2012.
  16. ↑ Dhammavihari Buddhist Studies. "Pelindung Spiritual". Dhammavihari Buddhist Studies. Diakses tanggal 2024-02-18.

Lihat juga

Indonesia
120px-Buddhism_dham_jak.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Banglades
Kamboja
Myanmar
Sri Lanka
Tailan
Laos
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan