Rabu, 04 November 2026
01:48 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Teh Korea

Teh Korea

Bagikan:
250px-Korean_chrysanthemum_tea-Gukhwacha-01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Teh bunga seruni, gukhwacha.

Teh di Korea adalah jenis minuman Korea yang diistilahkan dengan cha (차;茶).[1] Tradisi minum teh di Korea diperkirakan pertama kali dipraktikkan sejak abad ke-6 atau 7 oleh para biksu yang kembali dari belajar agama Buddha di Tiongkok.[2] Tulisan-tulisan dalam Samguk Yusa dan Samguk Sagi menyebutkan bahwa penguasa-penguasa Silla menikmati minuman teh, seperti Ratu Seondeok (bertahta 632-647) dan Raja Munmu (661-681).[2] Raja Heungdeok (826-836) tercatat pernah menerima bibit tanaman teh dari kaisar Dinasti Tang pada tahun 828.[2] Pada saat itu teh adalah minuman kaum bangsawan, pejabat, sarjana dan biksu-biksu, sementara rakyat jelata atau petani lebih menyukai minum sungnyung.[2]

Jenis-jenis teh Korea dan manfaatnya

Kini teh di Korea terdiri dari berbagai jenis, bisa dibuat dari bahan selain daun teh.

  • Teh hijau (nokcha), minuman yang terbuat dari pucuk daun teh.[3] Sejarahnya dimulai setelah dibawa oleh utusan Silla setelah kembali dari Tiongkok. Bibit teh mulai ditanam pada abad ke-9 dan sejak saat itu hanya dinikmati oleh kalangan tertentu saja.
  • Teh ginseng (insamcha), minuman yang terbuat rebusan air madu dengan ginseng yang diiris tipis-tipis.[4]
  • Teh jahe (saenggangcha), teh rebusan jahe.[4] Dalam buku pengobatan kuno Korea, teh jahe berkhasiat untuk meredakan demam.
  • Teh garut (chikcha), teh umbi garut. Rasanya manis, berbulir. Dapat menyembuhkan diare dan mengatasu pegal-pegal di bahu.
  • Teh ssanghwa (ssanghwacha), teh rebusan tanaman ssanghwa.[4] Dapat diminum sebagai tonik untuk meredakan demam atau mengatasi kelelahan.
  • Teh mint (bakhacha), teh rebusan daun mint kering. Diminum untuk melegakan pikiran dan saraf yang tegang.
  • Teh yuzu (yujacha), teh rebusan kulit yuzu yang diiris tipis dan ditambah gula. Memiliki rasa yang asam dan segar.
  • Teh beri goji (gugicha), teh herbal rebusan beri goji (Lycium). Diminum untuk menambah tenaga dan mengatasi kelelahan.
  • Teh buah omija (omijacha), teh dengan 5 rasa dari buah omija (Schisandra chinensis), berasa asam, pahit, manis, asem dan asin.
  • Teh biji cassia (gyeolmyeongjacha), teh rebusan biji Senna obtusifolia (cassia). Warna teh kemerahan. Bermanfaat untuk meredakan sakit kepala dan memperjelas mata kabur.

Referensi

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Category:Tea of Korea.
  1. ↑ (Korea)차란 무엇인가?, koreartnet. Akses: 17-09-2011.
  2. 1 2 3 4 (Inggris) Sŏ, Chŏng-su (2004). Encyclopedia of Korean culture. Seoul: Hansebon. ISBN 8-9747-6148-3.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)
  3. ↑ (Inggris) Nokcha[pranala nonaktif permanen], hansik. Akses: 17-09-2011.
  4. 1 2 3 Traditional Teas Diarsipkan 2010-12-20 di Wayback Machine, visitkorea. Akses: 17-09-2011.
Makanan pokok
Makanan sampingan
Sayur dan hasil laut fermentasi
Sup / rebusan
Banchan
Makanan ringan
Minuman
Saus
Peralatan dapur
Ritual dan
festival
Serbaneka
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan