Minggu, 27 September 2026
20:57 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Tombo Ati

Tombo Ati adalah lagu tradisional Jawa yang diciptakan oleh Sunan Bonang,[1] yakni salah satu Walisongo yang berasal dari Tuban, Jawa Timur.[2][3] Lagu ini berisi tentang 5 cara yang mendasar agar seorang Muslim memperoleh kedamaian dan ketenangan spiritual, yaitu dengan membaca Al Quran beserta maknanya, melakukan salat sunnah tahajjud (di samping juga melakukan shalat fardhu), berkumpul dengan orang-orang sholeh, melaksanakan puasa-puasa sunnah (di samping juga melaksanakan puasa wajib), serta terus-menerus berdzikir kepada Allah. Lagu ini selalu diajarkan di pesantren-pesantren, dan telah dinyanyikan, direkam, dan dirilis oleh beberapa penyanyi Indonesia.[4]

Lirik

Lirik dari lagu ini ditulis dalam Bahasa Jawa Vernakular. Ada beberapa adaptasi modern, namun sebuah versi umum adalah:

Teks Bahasa Jawa

Tombo Ati iku limo perkarane
Kaping pisan moco Qur'an sak maknane
Kaping pindo sholat wengi lakonono
Kaping telu wong kang sholeh kumpulono
Kaping papat kudu weteng ingkang luwe
Kaping limo zikir wengi ingkang suwe
Salah sawijine sopo biso anglakoni
Insya Allah, Gusti Allah ngijabahi

Terjemahan Bahasa Indonesia

Obat hati ada lima perkaranya
Yang pertama baca Qur'an serta maknanya
Yang kedua sholat malam laksanakanlah
Yang ketiga berkumpulah dengan orang sholeh
Yang keempat perut harus selalu lapar (perbanyak berpuasa)
Yang kelima dzikir malam perpanjanglah
Barang siapa bisa menjalankan
Insya Allah, Allah akan mengabulkan

Pesan kunci dari lagu ini adalah untuk mendapatkan kedamaian spiritual, seseorang harus mengikuti perintah Allah.

Popularitas

250px-Opick_Istighfar.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Album Opick Istighfar, yang mengandung sebuah adaptasi dari "Tombo Ati", terjual setidaknya 180.000 kopi.

Lima abad setelah penulisannya, lagu ini adalah salah satu lagu tradisional Jawa yang paling populer. Popularitasnya juga menyebar ke daerah Indonesia mayoritas Muslim seperti Sumatra.[5] Kontes lagu islami di Indonesia sering menggunakannya sebagai lagu wajib.[6] Karena isi spiritualnya, pesantren-pesantren sering mengajarkannya, terutama pesantren di daerah pedalaman tradisional Jawa.[7]

Penyanyi-penyanyi Indonesia telah sering merilis ulang lagu ini sebagai lagu religius modern, dan sering ditambah dengan terjemahan bahasa Indonesia. Salah satu adaptasi terbaru, dalam album Istighfar oleh Opick, telah terjual setidaknya 180.000 kopi pada tahun 2005.[8] Adaptasi lainnya, oleh Emha Ainun Nadjib juga terkenal. Lagu ini terutama sangat populer pada bulan suci Ramadan.[9]

Lihat pula

Catatan

  1. ↑ "Berdakwah dengan Tembang 'Tombo Ati'". Republika. Diarsipkan dari asli tanggal Mei 7, 2005. Diakses tanggal 2007-01-10.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Belajar Keberagaman dari Sunan Bonang, Sang Pencipta 'Tombo Ati'". kumparan. Diakses tanggal 2026-02-05.
  3. ↑ "Lagu Tombo Ati: Nasihat Sunan Bonang dari Referensi Banyak Kitab". SINDOnews Internasional. Diakses tanggal 2026-02-05.
  4. ↑ "SONG: TOMbo ati". bigfez (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-05.
  5. ↑ "130 Ribu Siswa Ikut Pesantren Ramadhan". Cahaya Ramadhan. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-09-29. Diakses tanggal 2007-01-10.
  6. ↑ "Alunan Nada Islami". Pikiran-Rakyat.com. Pikiran Rakyat. Diarsipkan dari asli tanggal September 29, 2007. Diakses tanggal 2007-01-10.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "Kiyai, Anekdot, Sastra dan Puisi". Republika. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-09-29. Diakses tanggal 2007-01-10.
  8. ↑ ""Tombo Ati" Meledak". Suara Merdeka Online. 2005-09-27. Diarsipkan dari asli tanggal 2006-11-18. Diakses tanggal 2021-11-05.
  9. ↑ "Dari Musik Rock ke Tombo Ati". Republika. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-09-30. Diakses tanggal 2007-01-10.
Cabang lainnya
Tokoh utama
Era klasik
Era Kebangkitan
Nasional
Pasca-
kemerdekaan
Organisasi
Negara
Masyarakat sipil
Partai politik
Laskar
Sejarah
Pra-
kemerdekaan
Pasca-
kemerdekaan
Daerah
Sumatra
Jawa
Nusa Tenggara
Kalimantan
Sulawesi
Maluku
Papua
Kebudayaan
Pendidikan
Gerakan
Lainnya
Diri dan Ketuhanan
Kesusilaan
Keindahan
Kepemimpinan
Pengetahuan
Tokoh
Pustaka
Lain-lain
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan