Rabu, 28 Oktober 2026
05:57 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Tiji Tibeh

Bagikan:

TIji Tibeh adalah semboyan perjuangan Pangeran Sambernyawa yang berarti "mati siji, mati kabeh" (mati satu, mati semua) atau "mukti siji, mukti kabeh" (berjaya satu, berjaya semua). Selain diterapkan dalam bidang kemiliteran atau peperangan, semboyan ini juga diterapkan dalam bidang pemerintahan.[1]

Apabila salah satu orang dalam kelompok mengalami kesulitan, maka semua orang dalam kelompok tersebut akan mengalami kesulitan yang sama pula; apabila salah satu orang dalam kelompok mengalami kebahagiaan, maka semua orang dalam kelompok tersebut juga ikut menikmati kebahagiaan yang sama.[2]

Penerapan

Dalam peperangan, semboyan Tiji Tibeh diterapkan salah satunya dengan membagi rata harta rampasan perang tanpa memandang status prajurit atau pemimpin.[1] Semboyan ini juga diserukan untuk membakar semangat di medan tempur ketika melawan penjajahan Belanda.[3][4]

Lihat juga

Catatan kaki

  1. 1 2 Mangkoehadiningrat, Soeryo Soedibyo (2011-01-01). Sambernyawa Menggugat Indonesia. GUEPEDIA. ISBN 978-602-97263-5-0.
  2. ↑ M.Pd, Dr Novia Wahyu Wardhani; M.Pd, Dr Sabar Narimo, M. M. (2021-05-25). NASIONALISME MANGKUNEGARA IV. Insan Cendekia Mandiri. ISBN 978-623-348-031-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  3. ↑ "Semboyan Tiji Tibeh Pangeran Sambernyawa". SINDOnews.com. 2014-07-19. Diakses tanggal 2021-07-13.
  4. ↑ Mangkunegaran (2017-11-13). "Nilai Kepahlawanan Pangeran Sambernyawa". Puro Mangkunegaran (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2021-07-13.
Diri dan Ketuhanan
Kesusilaan
Keindahan
Kepemimpinan
Pengetahuan
Tokoh
Pustaka
Lain-lain
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan