Sabtu, 26 September 2026
20:37 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Tridarma

Untuk ajaran Tionghoa yang bernama mirip, lihat artikel Tridharma., lihat Tridarma (disambiguasi).

Tridarma (berarti tri: tiga dan darma: pengabdian, aksara Jawa: ꦠꦿꦶꦢꦂꦩ) adalah filosofi sikap yang pernah dicanangkan oleh Mangkunegara I (Raden Mas Said) untuk dipegang setiap warga negara maupun pemimpin apabila ingin wilayahnya makmur. Motto ini populer di kalangan warga Kota Surakarta dan menjadi pegangan pemerintahan Praja Mangkunegaran hingga sekarang. Secara lengkap Tridharma ini berbunyi:

  1. Rumangså mèlu andarbèni (ꦫꦸꦩꦁꦱꦩꦺꦭꦸꦲꦤ꧀ꦢꦂꦧꦺꦤꦶ, "merasa ikut memiliki")
  2. Wajib mèlu anggondhèli (ꦮꦗꦶꦧ꧀ꦩꦺꦭꦸꦲꦁꦒꦺꦴꦤ꧀ꦝꦺꦭ꧀ꦭꦶ, "berkewajiban ikut membela/mempertahankan")
  3. Mulat sarirå angråså wani (ꦩꦸꦭꦠ꧀ꦱꦫꦶꦫꦲꦔꦿꦱꦮꦤꦶ, "berani berintrospeksi/mawas diri")

Pada awalnya, motto ini dipakai oleh Raden Mas Said untuk membina kesatuan gerakan pemberontakan yang dipimpinnya. Setelah ia bergelar menjadi Mangkunagara I, Tridarma diterapkannya pula kepada warganya.

Baris terakhir Tridarma (mulat sarira hangrasa wani) sekarang dipakai sebagai motto Kota Surakarta. Soeharto, presiden kedua Indonesia, diketahui juga berusaha mempraktikkan petuah ini meskipun dianggap tidak berhasil.

Contoh Penerapan Tridarma

Penerapan Tridarma dalam dunia Perguruan Tinggi menggambarkan tiga pilar utama yang menjadi dasar seluruh kegiatan lembaga pendidikan tinggi di Indonesia, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pendidikan berfungsi membentuk lulusan yang berpengetahuan, berkarakter, dan memiliki keterampilan sesuai bidangnya. Penelitian menjadi sarana pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, serta kontribusi terhadap kemajuan teknologi dan sosial. Sementara itu, pengabdian kepada masyarakat bertujuan menerapkan hasil penelitian dan keahlian akademik untuk membantu memecahkan persoalan nyata di lingkungan masyarakat.

Dalam penerapannya, Tridarma diwujudkan melalui proses pembelajaran yang interaktif, riset dosen maupun mahasiswa, publikasi ilmiah, serta kegiatan sosial seperti pelatihan, pendampingan UMKM, penyuluhan kesehatan, dan pemberdayaan desa. Setiap unsur saling terkait: penelitian memperkuat materi pendidikan, sedangkan pengabdian menjadi wadah aplikasi ilmu. Dengan menjalankan Tridarma secara seimbang, perguruan tinggi dapat berfungsi sebagai pusat ilmu sekaligus agen perubahan sosial.[1]

Referensi

  1. ↑ "Peran dan Tugas Dosen pada Tri Dharma Perguruan Tinggi". lldikti13.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 7 Des. 2025.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=

Lihat pula

Pranala luar

Diri dan Ketuhanan
Kesusilaan
Keindahan
Kepemimpinan
Pengetahuan
Tokoh
Pustaka
Lain-lain
Lainnya
Ikon rintisan

Artikel bertopik Jawa ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan