Rabu, 28 Oktober 2026
22:59 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Sawang sinawang

Sawang sinawang

Bagikan:
330px-Self-Portrait_-16_%282757064302%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Memandangi kehidupan seseorang dari dalam rumah.

Sawang sinawang (aksara Jawa: ꦱꦮꦁꦱꦶꦤꦮꦁ; bahasa Indonesia: memandang dipandang/saling memandang) adalah sebuah ungkapan bahasa Jawa tentang perilaku membanding-bandingkan kehidupan diri sendiri dengan orang lain. Pepatah ini mengandung ajaran untuk tidak membanding-bandingkan kehidupan seseorang dengan orang lain, karena apa yang dipandang belum tentu seindah atau semudah yang tampak.[1]

Pepatah ini juga mengajak orang untuk tidak iri dengan kesuksesan orang lain,[2] selalu bersyukur dan menerima.[3] Pendapat lain mengungkapkan bahwa sawang sinawang adalah kesempatan untuk saling becermin, berempati atau mengandaikan apabila dirinya berada di posisi orang yang sedang diperbandingkan.[4] Sawang sinawang juga dapat digunakan sebagai wahana belajar.[5]

Sawang sinawang, dalam keilmuan psikologi, dianggap sepadan atau berhubungan dengan konsep persepsi sebagaimana kita mengenal orang-orang hanya dari yang terlihat atau terdengar mengenai orang tersebut, lantas menduga dan menyimpulkan orang tersebut dari sana.[6]

Dalam era digital, media sosial disebut menjadi ajang sawang sinawang, tempat orang membanding-bandingkan diri mereka dengan orang lain, padahal yang terlihat di layar ponsel belum tentu seindah dan senyata yang sebenarnya di dunia nyata.[1]

Peribahasa

Sawang sinawang diambil dari kalimat peribahasa Jawa urip iku mung sawang sinawang "hidup itu hanya memandang dipandang" atau versi selengkapnya urip iku mung sawang sinawang, mula aja mung nyawang sing kesawang "hidup itu hanya tentang memandang dan dipandang, jadi jangan hanya memandang dari apa yang terlihat." Peribahasa ini bisa disejajarkan/berhubungan dengan peribahasa Indonesia rumput tetangga lebih hijau yang bermakna melihat kehidupan orang lain lebih baik.[7]

Contoh

Beberapa contoh kasus sawang sinawang sebagai berikut:[8]

  • Melihat orang selalu bahagia, ternyata ia pandai bersyukur dan menutupi kesedihan.
  • Melihat orang kaya, ternyata ia menutupi kekurangannya.
  • Melihat kehidupan orang bebas dari ujian, ternyata ia hanya bersabar dan tidak memperlihatkan.

Catatan kaki

  1. 1 2 developer, Lampost co (2019-01-21). "Sawang Sinawang Era Digital". LAMPOST.CO - PORTAL BERITA LAMPUNG TERKINI. Diakses tanggal 2019-10-06.
  2. ↑ "Hidup itu Sawang Sinawang, Jangan Iri Kepada Kesuksesan Orang Lain". Diakses tanggal 2019-10-06.
  3. ↑ "Ini Makna Filsafah Sawang Sinawang". Komering Online (dalam bahasa American English). 2017-11-07. Diakses tanggal 2019-10-06.
  4. ↑ Nadjib, Emha Ainun (2018-04-22). Gelandangan di Kampung Sendiri (Republish) (dalam bahasa Arab). Bentang Pustaka. ISBN 9786022914723.
  5. ↑ Nadjib, Emha Ainun (2016-11-30). Hidup Itu harus Pintar Ngegas Ngerem. Noura Books. ISBN 9786023851508.
  6. ↑ Hidayat, Komaruddin (2019-06-01). Agama untuk Peradaban: Membumikan Etos Agama dalam Kehidupan. Pustaka Alvabet. ISBN 9786232200524.
  7. ↑ "Urip iku mung sawang sinawang, mula aja mung nyawang sing kesawang..." kirakirademikian (dalam bahasa American English). 2016-01-07. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-10-06. Diakses tanggal 2019-10-06.
  8. ↑ AdminDesa. "Pepatah jawa "Sawang-sinawang" sebagai Renungan Diri". Diakses tanggal 2019-10-06.
Diri dan Ketuhanan
Kesusilaan
Keindahan
Kepemimpinan
Pengetahuan
Tokoh
Pustaka
Lain-lain
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan