
Marsialapari adalah kegiatan gotong royong bergiliran sebagai prinsip hidup yang khas dari Suku Angkola.[1] Tradisi Marsialapari ini adalah tradisi saling bantu-membantu, dan bekerjasama dalam mengerjakan sawah. Tradisi ini merupakan budaya dan bentuk kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Mandailing di Kabupaten Mandailing Natal, pada umumnya.[2]
Etimologi
Marsialapari berasal dari kata Alap dan Ari.Alap artinya Ambil sedangkan kata Ari artinya Hari ditambah awalan kata kerja Marsi, dalam bahasa Indonesia Marsi sama dengan Saling, Sehingga, marsialapari dalam bahasa Indonesia adalah saling mengambil hari; sederhananya arti marsialapari adalah gotong royong bergiliran. Contoh marsialapari yang dilakukan oleh 4 orang: pada hari pertama mereka gotong royong di sawah si A, besoknya mereka gotong royong di tempat si B, besoknya lagi di tempat C, dan seterusnya hingga semua mendapat giliran.
Kegiatan marsialapari umumnya dilakukan pada waktu menanam, memanen padi, pekerjaaan di ladang dan horja atau pesta.[3]
Lihat pula
Referensi
- ↑ "Marsialapari Budaya Mandailing yang Layak Dicontoh". apakabarsidimpuan.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-09-13. Diakses tanggal September 12, 2015.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Mengenal Tradisi Marsialapari, Gotong Royong Masyarakat Mandailing". medan.kompas.com. Diakses tanggal 7 Des. 2025.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|access-date= - ↑ "MARSIALAPARI TRADISI GOTONG ROYONG MASYARAKAT MANDAILING » Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh". kemdikbud.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-02-21. Diakses tanggal September 12, 2015.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |