Minggu, 27 September 2026
08:18 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Rumah Sakit Primaya PGI Cikini

Rumah Sakit Primaya PGI Cikini

rumah sakit di Indonesia

Hospital in Daerah Khusus Ibukota Jakarta , IndonesiaTemplat:SHORTDESC:Hospital in Daerah Khusus Ibukota Jakarta , Indonesia
Rumah Sakit PGI Cikini
Rumah Sakit Primaya dan Dewan Gereja di Indonesia
250px-Cikini_Hospital_-_Main_Building_May_2018.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gedung Utama RS Cikini, 2018
osm-intl,13,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Rumah_Sakit_Primaya_PGI_Cikini&revid=29968235&groups=_2f90c1a50783d473b27dade7696a58ca42caec58&parser=parsoid
Geografi
LokasiJalan Raden Saleh Raya No.40, RT.12/RW.2, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10330, Indonesia
Koordinat6°11′S 106°50′E / 6.19°S 106.84°E / -6.19; 106.84
Pelayanan
Unit Gawat Darurat021-38997744
Ranjang pasien276
Sejarah
Dibuka1852
Pranala luar
Situs webWebsite resmi
SIRS Kemenkes3173062

Rumah Sakit Primaya Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Cikini, juga dikenal sebagai Rumah Sakit PGI Cikini atau Rumah Sakit Cikini, yang dulunya bernama Rumah Sakit Ratu Emma Tjikini (bahasa Belanda: Koningen Emma Ziekenhuis Tjikini) hingga Rumah Sakit DGI Tjikini adalah sebuah rumah sakit swasta yang berada di Cikini, Jakarta, Indonesia. Dulunya rumah sakit ini adalah bekas rumah yang dirancang oleh pelukis Indonesia Raden Saleh, kemudian digunakannya sebagai tempat tinggal.

330px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Het_huis_van_de_kunstschilder_Raden_Saleh_door_hemzelf_gebouwd._TMnr_60005156.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rumah Raden Saleh di Batavia tahun 1875-1885.

Penggunaannya sebagai rumah sakit dan akademi keperawatan dimulai pada tahun 1898.[1] Bangunan ini dibangun pada tahun 1852, dikenal dengan suasana seperti taman-taman di Jakarta, dan merupakan rumah bagi kijang—sampai mereka dipindahkan pada awal 1970-an. Saleh pernah memiliki koleksi hewan liar di properti.[2] Ini memiliki fitur desain yang mirip dengan Kastil Callenberg.[2]

Rumah sakit ini terletak di Jalan Raden Saleh No.40 di Cikini, Jakarta Pusat dengan luas 5,6 ha dan memiliki sekitar 300 tempat tidur. Rumah sakit ini juga sempat dikunjungi oleh Franz Ferdinand pada tahun 1893 selama tur dunianya.[3] Dia melihat persiapan Pameran Batavia tahun 1893 di halaman rumah sakit.[3][4]

Sejarah

Pada tanggal 15 Maret 1895, Dominee Cornelis de Graaf dan istrinya, Ny. Adriana J de Graaf Kooman mendirikan Asosiasi Keperawatan di Hindia (bahasa Belanda: Vereeniging Voor Ziekenverpleging In Indie). Pusat kesehatan dibuka di Gang Pool (dekat istana negara) pada tanggal 1 September 1895 sebagai fasilitas pelayanan kesehatan.

Dominee Cornelis de Graaf dan istrinya mencari dana untuk memulai usaha ini dan berhasil memperoleh sekitar 100.000 gulden (yang merupakan mata uang Belanda pada saat itu) dari Ratu Emma dari Belanda. Pendanaan ini memungkinkan De Graaf untuk membeli rumah besar milik Raden Saleh pada bulan Juni 1897 dan pusat medis dipindahkan dari Gang Pool ke gedung yang baru dibeli.[5]

Pada 12 Januari 1898, status pusat medis ditingkatkan menjadi rumah sakit. Menjadi rumah sakit kristen pertama di Indonesia. Untuk menghormati kemurahan hati Ratu Emma dari Belanda, gedung tersebut diberi nama Konningin Emma Ziekenhuis (Rumah Sakit Ratu Emma).

Pada masa pendudukan Jepang (1942-1945), Rumah Sakit Cikini digunakan sebagai rumah sakit Angkatan Laut Jepang. Setelah pendudukan Jepang (Agustus 1945 - Desember 1948). Rumah Sakit Cikini dikelola oleh Repatriasi Tawanan Perang dan Interne Sekutu (RTPIS) dan akhirnya oleh Dienst der Volksgezondheid (DVG).

Pada tahun 1948, pengelolaan RS Cikini diserahkan kepada sebuah yayasan swasta yang dipimpin oleh R.F. Bozkelman. Pada tahun 1957, pengelolaan Yayasan Perlengkapan Medis Rumah Sakit Ratu Emma Tjikini (bahasa Belanda: Stichting Medische Voorziening Koningen Emma Ziekenhuis Tjikini) diserahkan kepada Dewan Gereja Indonesia (DGI), dengan Prof. Dr. Joedono sebagai direktur pelaksana. Setelah itu, Dr. H. Sinaga diangkat sebagai direktur resmi pertama rumah sakit. Yayasan Stichting Medische Voorziening Koningen Emma Ziekenhuis Tjikini kemudian berganti nama menjadi Yayasan Rumah Sakit DGI Tjikini.

Tanggal 31 Maret 1989, karena perubahan nama dari Dewan Gereja Indonesia (DGI) menjadi Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Yayasan RS DGI Tjikini diubah namanya menjadi Yayasan Kesehatan PGI Cikini. Saat ini, Rumah Sakit Cikini dikelilingi taman luas yang dulunya merupakan kebun raya dan kebun binatang.

Layanan

Rumah Sakit PGI Cikini memiliki banyak layanan spesialis, diantaranya:

Referensi

  1. ↑ "Rumah Sakit Cikini (Cikini Hospital)". Nile Guide. Nile Project. Diakses tanggal Maret 27, 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Raden Saleh mansion now a hospital[pranala nonaktif permanen] The Jakarta Post, Jakarta | Life | Sat, January 22, 2000
  3. 1 2 Franz Ferdinand's World Tour; Archduke Franz Ferdinand's notes from his voyage around the world 1893, Miyanoshita, 16 August 1893
  4. ↑ https://astro.uni-bonn.de/~deboer/genea/hn/hn21mclips/hn21m-tentoon.html [pranala nonaktif]
  5. ↑ "Rumah Sakit PGI Cikini Jakarta - A Garden Hospital with Loving Touch". www.rscikini.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-04-20. Diakses tanggal 2019-04-20.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Cikini Hospital.
Cagar budaya peringkat nasional di Indonesia
Benda
Bangunan
Struktur
Situs
Kawasan
Topik mengenai Batavia
Daerah
Duizendeilanden
Benedenstad
Bovenstad
Ommelanden
Lambang Kota Batavia
Lambang Kota Batavia
Jalan
Taman
Tim Sepak Bola
Bangunan
Pelabuhan
Stasiun Kereta Api
Halte Trem
Bandara
Tempat Pemerintahan
Rumah Besar
Penjara
Kastel/Benteng/Bastion
Tempat Ibadah
Tempat Hiburan
Rumah Sakit
Kantor Pos
dan Kantor Telegraf
Kantor Telepon
Hotel
Museum
Lapangan Bola
Pasar
Mercusuar
Lain-Lain
Perusahaan Layanan
Masyarakat
Bank

De Javasche Bank · Postspaarbank · De Chartered Bank

Sarana Pendidikan
Taman
Pemakaman Umum
Transportasi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan