Sabtu, 24 Oktober 2026
00:02 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Konstantin Novoselov

Konstantin Novoselov

fisikawan asal Uni Soviet

Bagikan:
Konstantin Novoselov
250px-Konstantin_Novoselov_at_MIPT.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir23 Agustus, 1974
KewarganegaraanBritania Raya
AlmamaterInstitut Fisika dan Teknologi Moskwa
Universitas Nijmegen
Dikenal karenaPembelajaran atas grafena
Karier ilmiah
BidangSolid State Physics
Tempat kerjaUniversitas Manchester
Jan Kees Maan, Andre K. Geim

Konstantin Novoselov (lahir 23 Agustus 1974)[1] adalah seorang fisikawan warga negara Inggris dan Rusia yang mendapat Penghargaan Nobel Fisika tahun 2010 bersama Andre K. Geim untuk penemuan mereka di bidang material grafena (graphene) 2 dimensi.[1]

Pendidikan

Konstantin Novoselov mengawali pendidikan tinggi di tingkat sarjana sebagai mahasiswa ilmu fisika di Institut Fisika dan Teknologi Moskow. Ia mulai menjadi mahasiswa sejak tahun 1991 dan menyelesaikan studinya pada tahun 1994. Setelah menamatkan studi, Novoselov melanjutkan pendidikan magister di Belanda. Ia memilih ilmu kedokteran di Universitas Nijmegen. Pendidikan doktoral ditempuhnya Uniersitas Manchester, Inggris. Setelah menamati pendidikan tinggi, ia bekerja sebagai fisikawan untuk negara Inggris dan Rusia.[2]

Rujukan

  1. 1 2 Amir Sodikin (2010-10-8). "Geim dan Novoselov, Meraih Nobel Bermodal Selotip". Kompas. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-10-11. Diakses tanggal 2010-10-8.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate= and |date=
  2. ↑ Elshabrina (2016). Tokoh Penemu Paling Hebat di Dunia (PDF). Cemerlang Publishing. hlm. 23–24. ISBN 978-602-7624-49-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)[pranala nonaktif permanen]

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Konstantin Novoselov.
1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–
sekarang


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi mengenai ilmuwan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan