Rabu, 28 Oktober 2026
18:06 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Gordianus III

Gordianus III

Kaisar Romawi yang berkuasa pada tahun 238 sampai 244 Masehi

Bagikan:
250px-Bust_Gordianus_III_Louvre_Ma1063.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung dada Gordianus III, antara 242 dan 244.

Gordianus III (Marcus Antonius Gordianus Pius Augustus; lahir 20 Januari 225 – meninggal 11 Februari 244) adalah seorang Kaisar Romawi yang memerintah dari tahun 238 hingga 244. Ia naik takhta sebagai kaisar termuda dalam sejarah Kekaisaran Romawi, pada usia 13 tahun, dan pemerintahannya berlangsung selama enam tahun yang ditandai dengan tantangan militer dan politik yang besar.

Kehidupan Awal

Gordianus III lahir di Roma pada 20 Januari 225 dari keluarga bangsawan Romawi. Ia adalah cucu dari Gordianus I, yang menjadi kaisar bersama putranya, Gordianus II, selama pemberontakan di Afrika melawan Maximinus Thrax pada tahun 238. Setelah kematian tragis kedua kaisar Gordianus, Senat Romawi menunjuk dua kaisar baru, Pupienus dan Balbinus, tetapi popularitas mereka rendah. Untuk memulihkan dukungan rakyat, mereka mengangkat Gordianus III, yang saat itu masih remaja, sebagai Caesar.

Naik Takhta

330px-Antoninianus-Tranquillina-Gordian_III-s2539.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Koin yang dikeluarkan untuk merayakan pernikahan Gordianus dan Sabina Tranquillina, Augusta.

Pada bulan Juli 238, setelah Pupienus dan Balbinus dibunuh oleh pengawal istana (Garda Praetoria), Gordianus III diakui sebagai kaisar penuh (Augustus). Pada usia 13 tahun, ia menjadi kaisar termuda dalam sejarah Romawi. Pemerintahannya diawasi oleh para penasihat senior, terutama oleh Gaius Furius Sabinius Aquila Timesitheus, seorang tokoh penting yang menjadi praefectus praetorio (komandan penjaga kekaisaran) dan juga mertua Gordianus setelah menikah dengan putri Timesitheus, Furia Sabinia Tranquillina.

Pemerintahan

Stabilisasi Domestik

Sebagai seorang anak, Gordianus III tidak dapat memerintah secara independen. Kekuasaan de facto berada di tangan Timesitheus, yang memainkan peran penting dalam stabilisasi Kekaisaran Romawi setelah krisis pada tahun 238. Di bawah arahan Timesitheus, pemerintahan Gordianus berhasil memperbaiki keuangan negara dan memulihkan ketertiban di provinsi-provinsi Romawi.

Kampanye Melawan Kekaisaran Sasaniyah

Ancaman utama selama pemerintahan Gordianus III datang dari Kekaisaran Sasaniyah di Timur. Pada tahun 242, Raja Sasaniyah, Shapur I, menyerang wilayah Romawi di Mesopotamia, memicu perang besar. Dipimpin oleh Timesitheus, pasukan Romawi melancarkan kampanye yang berhasil merebut kembali wilayah-wilayah yang dikuasai Sasaniyah, termasuk kota Carrhae dan Nisibis.

Namun, kematian mendadak Timesitheus pada tahun 243 menciptakan kekosongan kekuasaan di pemerintahan. Penggantinya, Filipus Arabus, mengambil alih sebagai praefectus praetorio dan segera menjadi tokoh yang sangat berpengaruh. Filipus diduga memiliki ambisi untuk merebut takhta, yang pada akhirnya menyebabkan konflik internal di kalangan pasukan.

Kematian

Pada awal tahun 244, pasukan Romawi menghadapi pertempuran di dekat Sungai Efrat melawan tentara Sasaniyah. Sumber sejarah tidak sepakat mengenai penyebab kematian Gordianus III. Beberapa penulis kuno, seperti sejarawan Sasaniyah, menyatakan bahwa ia tewas dalam pertempuran. Sementara itu, sumber Romawi, termasuk sejarawan Zosimus, mengklaim bahwa Gordianus dibunuh oleh bawahannya atas perintah Filipus Arabus.

Setelah kematian Gordianus, Filipus Arabus memproklamirkan dirinya sebagai kaisar. Gordianus dimakamkan dengan penghormatan resmi, dan ia dihormati oleh Senat sebagai divus (dewa), sebuah gelar kehormatan yang diberikan kepada kaisar yang telah meninggal.

Referensi

  • Herodian. Sejarah Kekaisaran Romawi Sejak Kematian Marcus Aurelius.
  • Aurelius Victor. Epitome de Caesaribus.
  • Zosimus. Historia Nova.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Gordian III.
Didahului oleh:
Pupienus dan Balbinus
Kaisar Romawi
238-244
Diteruskan oleh:
Philip Si Arab
Principatus
27 SM – 235 M
Krisis
235–284
Dominatus
284–395
Romawi Barat
395–480
Romawi Timur
Bizantium

395–1204
Kekaisaran Nicea
1204–1261
Romawi Timur
Bizantium

1261–1453
Huruf cetak miring menunjukkan seorang rekan-kaisar, sedangkan yang digaris bawahi menunjukkan seorang perampas kekuasaan. Lihat pula: Kerajaan Romawi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan