Kamis, 15 Oktober 2026
20:04 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Corazon Aquino

Corazon Aquino

politisi dan presiden Filipina (1933-2009)

Bagikan:
Corazon C. Aquino
250px-Corazon_Aquino_1986.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Presiden Filipina ke-11
Presiden ke-2 dari Republik ke-4
Presiden Pemerintahan Revolusioner (1986)
Presiden ke-1 dari Republik ke-5
Masa jabatan
25 Februari 1986 –30 Juni 1992
PendahuluFerdinand Marcos
PenggantiFidel V. Ramos
Informasi pribadi
Lahir(1933-01-25)25 Januari 1933
Meninggal1 Agustus 2009(2009-08-01) (umur 76)
Partai politikOrganisasi Demokratik Nasionalis Serikat (UNIDO)
Suami/istriBenigno Aquino Jr.
Tanda tangan

Maria Corazon Sumulong Cojuangco Aquino (25 Januari 1933 – 1 Agustus 2009), dikenal luas dengan 'Cory Aquino', adalah Presiden Filipina pada 1986 – 1992. Dialah wanita Asia pertama yang tampil sebagai presiden wanita di dunia. Wanita ini adalah istri dari tokoh oposisi yang populer, senator Benigno Simeon ''Ninoy'' Aquino, Jr. Suaminya terbunuh sesaat setelah mendarat di Bandara Internasional Manila ketika kembali ke negaranya pada 21 Agustus 1983. Ia kemudian difigurkan oleh kalangan oposisi untuk menentang kekuasaan otokratik yang dilakukan Presiden Ferdinand Marcos.

Corry sempat menetap di Amerika Serikat bersama suaminya menyusul pembebasan Ninoy dari penjara pada 1980. Namun setelah suaminya dibunuh pada 1983, ia kembali ke Filipina untuk menghadiri pemakaman suaminya, serta tetap tinggal selama kampanye pemikihan umum legislatif. Pada pemilu 1984 pihak oposisi berhasil memenangkan sepertiga kursi. Corry menjadi kandidat presiden pada 1986 yang didukung oleh kalangan oposisi.[1]

Marcos menyatakan dirinya sebagai pemenang pemilu tanggal 7 Februari 1986 dan dilantik pada 25 Februari 1986. Namun tentara yang dipimpin Jenderal mendukung Corry. Demonstrasi-demonstrasi yang marak berlangsung di seantero negeri juga mendukung Corry. Bersamaan dengan pelantikan Marcos, Corry juga dilantik sebagai presiden oleh pihak oposisi. Revolusi ESDA membuat Marcos tersingkir, kemudian dia memperoleh suaka politik di AS. Setelah itu Corry membentuk pemerintahan sementara. Dia memberlakukan konstitusi baru dengan dukungan suara mayoritas. Pada 1987 pemilu legislatif diselenggarakan. Masa pemerintahannya diwarnai pertentangan dalam tubuh tentara, pemberontakan komunis, dan masalah ekonomi yang parah. Selain itu ia juga dihadapkan pada situasi bencana dahsyat Gempa bumi Luzon 1990 dan Letusan Gunung Pinatubo 1991.[1]

Corry menolak mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua pada 1992 dan "menyerahkan" kursi kepresidenannya kepada kandidat dukungannya, Fidel Ramos. Pada 1995 dia melangsungkan kampanye "Jangan Pernah Lagi" pada masa pemilu national untuk mencegah putra Marcos, Ferdinan Marcos Jr. Pada 1996 dia juga berkampanye untuk mencegah Presiden Ramos yang bermaksud mengubah konstitusi agar bisa menduduki dua kali masa jabatan presiden.[1]

Corry meninggal pada tanggal 1 Agustus 2009 akibat penyakit kanker usus besar.

Referensi

  1. 1 2 3 Susanto, Ready (November 2015). Para Perempuan Perkasa: Tokoh-tokoh Wanita Berpengaruh Abad ke-20. Bandung: Nuansa Cendekia. ISBN 978-602-350-041-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wikisource logo
Wikisumber memiliki karya asli dari atau mengenai:
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Corazon Aquino.
Didahului oleh:
Ferdinand E. Marcos
Presiden Filipina
1986–1992
Diteruskan oleh:
Fidel V. Ramos
Didahului oleh:
Deng Xiaoping
Tokoh Wanita tahunan versi Time
1986
Diteruskan oleh:
Mikhail Gorbachev
1940-an
1950-an
1960-an
1970-an
1980-an
1990-an
Konflik beku
Kebijakan luar negeri
Ideologi
Kapitalisme
Komunisme
Lainnya
Organisasi
Propaganda
Perlombaan
Sejarawan
Lihat pula
Flag of FilipinaBiography icon

Artikel bertopik biografi Filipina ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan