Selasa, 03 November 2026
23:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Perang Semak Rhodesia

Perang Semak Rhodesia

Bagikan:
Perang Semak Rhodesia
Chimurenga Kedua
Perang Pembebasan Zimbabwe
500px-RhodesiaAllies1975.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Situasi politik setelah kemerdekaan Angola dan Mozambik pada tahun 1975. Rhodesia ditandai dengan warna hijau, Negara-negara yang membantu para gerilyawan nasionalis berwarna merah dan sekutu pemerintahan di Rhodesia (Afrika Selatan pada masa apartheid dan dependensinya Afrika Barat Daya) ditandai dengan warna biru.
Tanggal4 Juli 1964 – 12 Desember 1979
(15 tahun, 5 bulan, 1 minggu dan 1 hari)
Lokasi
Hasil

Kebuntuan[1]

Pihak yang terlibat

 Britania Raya

Rhodesia Rhodesia
(hingga 1 Juni 1979)
Rhodesia Zimbabwe Rhodesia Zimbabwe
(dari 1 Juni 1979)
Didukung oleh:
Afrika Selatan Afrika Selatan
Portugal Portugal
(hingga 1974)

FROLIZI
(semenjak Maret 1978)

40px-Flag_of_ZANU-PF.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail ZANLA (ZANU)
Mozambik FRELIMO[2] (hingga 25 Juni 1975)
Mozambik Mozambik (semenjak 25 Juni 1975)
Didukung oleh:
 Tiongkok[3]
 Libya
 Tanzania[4]

40px-Zimbabwe_African_People%27s_Union_flag.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail ZIPRA (ZAPU)[5]
40px-Flag_of_the_African_National_Congress.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail MK (ANC)[5]
Didukung oleh:
 Uni Soviet[3]
 Zambia
 Kuba[3]
 Jerman Timur[3]

FROLIZI
(hingga Maret 1978)
Pemimpin atau tokoh terkemuka

Britania RayaRhodesia Elizabeth II**
Rhodesia Ian Smith
Rhodesia P. K. van der Byl
Rhodesia Peter Walls
Rhodesia Zimbabwe Uskup Abel Muzorewa

Rhodesia Zimbabwe Ndabaningi Sithole
(semenjak Maret 1978)[6]
Rhodesia Zimbabwe James Chikerema
(semenjak Maret 1978)[6][7]
Afrika Selatan Hendrik Verwoerd
Afrika Selatan B.J. Vorster
Afrika Selatan P.W. Botha

40px-Flag_of_ZANU-PF.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Herbert Chitepo
(until 1975)
40px-Flag_of_ZANU-PF.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Josiah Tongogara
40px-Flag_of_ZANU-PF.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Robert Mugabe
40px-Flag_of_ZANU-PF.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Ndabaningi Sithole(until 1975)
40px-Flag_of_ZANU-PF.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Edgar Tekere
40px-Flag_of_ZANU-PF.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Solomon Mujuru
Mozambik Samora Machel

40px-Zimbabwe_African_People%27s_Union_flag.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Joshua Nkomo
40px-Zimbabwe_African_People%27s_Union_flag.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail James Chikerema
(hingga Oktober 1971)[7]
40px-Zimbabwe_African_People%27s_Union_flag.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Jason Moyo
40px-Zimbabwe_African_People%27s_Union_flag.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Lookout Masuku
40px-Zimbabwe_African_People%27s_Union_flag.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Dumiso Dabengwa
40px-Flag_of_the_African_National_Congress.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Oliver Tambo

40px-Flag_of_the_African_National_Congress.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Joe Slovo
Kekuatan
Rhodesia Zimbabwe 1979:[8]
10.800 pasukan reguler
15.000 pasukan cadangan
8.000 polisi
19.000 polisi cadangan

40px-Flag_of_ZANU-PF.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 1979:[9]
25.500 gerilyawan

40px-Zimbabwe_African_People%27s_Union_flag.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 1979:[8]

20.000 gerilyawan
Korban jiwa dan kerugian
1.361 petugas keamanan Rhodesia tewas 10.000+ gerilyawan tewas
468 warga kulit putih tewas
7.790 warga kulit hitam tewas[9]
*Britania tidak terlibat dalam perang tetapi Rhodesia merupakan koloni Britania hingga kemerdekaannya yang tidak diakui pada tahun 1965. Rhodesia masih dianggap sebagai koloni Britania hingga tahun 1980, ketika negara tersebut berubah menjadi Zimbabwe.
**Elizabeth II tidak menganggap dirinya sebagai Ratu Rhodesia, negara tersebut kemudian menjadi republik pada tahun 1970.

Perang Semak Rhodesia—juga disebut Chimurenga Kedua atau Perang Pembebasan Zimbabwe—adalah perang saudara yang berlangsung dari Juli 1964 hingga Desember 1979 di Rhodesia yang tidak diakui oleh dunia internasional (sekarang disebut Zimbabwe).[10] Konflik ini melibatkan tiga pihak: pemerintah Rhodesia di bawah kepemimpinan Ian Smith (kemudian pemerintah Rhodesia Zimbabwe di bawah Uskup Abel Muzorewa); Pasukan Pembebasan Nasional Afrika Zimbabwe yang merupakan militer Uni Nasional Afrika Zimbabwe yang dipimpin oleh Robert Mugabe; dan Pasukan Revolusioner Rakyat Zimbabwe yang merupakan militer Uni Rakyat Afrika Zimbabwe yang dipimpin oleh Joshua Nkomo.

Pada tahun 1978, Internal Settlement ditandatangani oleh Smith dan Muzorewa. Berkat perjanjian ini, hak suara universal ditetapkan pada Juni 1979 dan kekuasaan minoritas kulit putih di Rhodesia diakhiri. Nama Rhodesia kemudian diganti menjadi Rhodesia Zimbabwe yang dipimpin oleh pemerintahan kulit hitam. Namun, orde baru ini gagal memperoleh pengakuan internasional dan perang masih berlanjut.

Negosiasi Antara pemerintah Rhodesia Zimbabwe, Britania dan "Barisan Patriotik" di bawah Mugabe dan Nkomo berlangsung di Lancaster House, London, pada Desember 1979, dan kemudian Persetujuan Lancaster House ditandatangani. Sesudahnya, negara ini dikendalikan oleh Britania untuk sementara waktu dan pemilihan umum diadakan di bawah pengawasan Britania dan Persemakmuran pada Maret 1980. ZANU memenangkan pemilihan umum dan Mugabe menjadi Perdana Menteri Zimbabwe pertama pada 18 April 1980 saat kemerdekaan Zimbabwe diakui oleh dunia internasional.

Catatan kaki

  1. ↑ M Evans, Making an African army: the case of Zimbabwe, 1980-87, Peace, Politics and Violence in the New South Africa, 1992 - afsaap.org.au. Retrieved December 26, 2015.
  2. ↑ Norman 2003, hlm. 65 harvnb error: tanpa target: CITEREFNorman2003 (bantuan)
  3. 1 2 3 4 Doebler, Walter (22 Juli 2006). "Afrikaserie: Simbabwe (Africa Series: Zimbabwe)". newsatelier.de (dalam bahasa German). Ottersweier. Diakses tanggal 19 Oktober 2011.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ From liberation movement to government: ZANU and the formulation of the foreign policy of Zimbabwe, 1990. Page 284
  5. 1 2 Thomas 1995, hlm. 16–17 harvnb error: tanpa target: CITEREFThomas1995 (bantuan)
  6. 1 2 Smith 1997, hlm. 249–252 harvnb error: tanpa target: CITEREFSmith1997 (bantuan)
  7. 1 2 Grundy, Trevor (30 Maret 2006). "Death of a hero: James Chikerema 1925–2006". The Zimbabwean. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-05-13. Diakses tanggal 20 Oktober 2011.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. 1 2 Lohman & MacPherson 1983, Synopsis harvnb error: tanpa target: CITEREFLohmanMacPherson1983 (bantuan)
  9. 1 2 Preston 2004, hlm. 66 harvnb error: tanpa target: CITEREFPreston2004 (bantuan)
  10. ↑ Stearns 2002, hlm. 1069 harvnb error: tanpa target: CITEREFStearns2002 (bantuan)

Pranala luar

1940-an
1950-an
1960-an
1970-an
1980-an
1990-an
Konflik beku
Kebijakan luar negeri
Ideologi
Kapitalisme
Komunisme
Lainnya
Organisasi
Propaganda
Perlombaan
Sejarawan
Lihat pula


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan