Jumat, 06 November 2026
09:51 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan

Perang Shifta

Bagikan:
Perang Shifta
Tanggal1963–1967
(4 tahun)
Lokasi
Hasil Gencatan senjata
Pihak yang terlibat

Kenya Kenya
Didukung oleh:

 Britania Raya

Gerakan Pembebasan Distrik Perbatasan Utara
Somalia Republik Somalia
Didukung oleh:

 Soviet Union
Korban jiwa dan kerugian
4.200+ tewas[1]

Perang Shifta (1963–1967) adalah konflik yang berlangsung setelah orang Somalia di Distrik Perbatasan Utara Kenya (wilayah yang dihuni oleh orang Somalia)[2][3][4] mencoba memisahkan diri dan bersatu dengan Somalia. Pemerintah Kenya menyebut konflik ini "shifta", yaitu istilah dalam bahasa Somalia yang berarti "maling".

Perang ini berakhir pada tahun 1967 setelah Perdana Menteri Republik Somalia Muhammad Haji Ibrahim Egal menandatangani gencatan senjata dengan Kenya di Arusha pada 23 Oktober 1967.[5]

Referensi

  1. ↑ Jacob Bercovitch and Richard Jackson, International Conflict : A Chronological Encyclopedia of Conflicts and Their Management 1945-1995 (1997)
  2. ↑ Africa Watch Committee, Kenya: Taking Liberties, (Yale University Press: 1991), p.269
  3. ↑ Women's Rights Project, The Human Rights Watch Global Report on Women's Human Rights, (Yale University Press: 1995), hlm.121
  4. ↑ Francis Vallat, First report on succession of states in respect of treaties: International Law Commission twenty-sixth session 6 May-26 July 1974, (United Nations: 1974), hlm. 20
  5. ↑ Standard, The. "Kenya's first secessionist war". The Standard (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-06-10.
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan