Jumat, 30 Oktober 2026
10:27 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Krisis Selat Turki

Krisis Selat Turki

Konflik wilayah antara Uni Soviet dan Turki di masa Perang Dingin

Bagikan:
Krisis Selat Turki
Bagian dari Perang Dingin dan
Permasalahan Selat
330px-Turkish_Strait_disambig.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Letak selat-selat Bosphorus dan Dardanelles.
TanggalTingkat rendah:
20 Juli 1936 – 6 Agustus 1946
(10 tahun, 2 pekan dan 3 hari)
Tingkat tinggi:
7 Agustus 1946 – 30 Mei 1953
(6 tahun, 9 bulan, 3 pekan dan 2 hari)[1]
Lokasi
Laut Hitam
Laut Marmara
Hasil Status quo ante bellum
Uni Soviet mencabut tuntutan perubahan rezim di selat Turki
Turki bergabung dengan NATO
Pihak yang terlibat
Turki Turki
Amerika Serikat Amerika Serikat
Uni Soviet Uni Soviet
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Turki İsmet İnönü
Amerika Serikat Harry S. Truman
Uni Soviet Joseph Stalin
Uni Soviet Vyacheslav Molotov
Kekuatan
Turki Jumlah tak diketahui dari kapal Angkatan Laut Turki
Amerika Serikat Jumlah tak diketahui dari penasehat Angkatan Laut AS
Uni Soviet Beberapa kapal perang
Jumlah tak diketahui dari angkatan darat

Krisis Selat Turki adalah sebuah konflik wilayah yang berlangsung antara Uni Soviet dan Turki. Turki merupakan negara yang netral selama Perang Dunia Kedua, tetapi pemerintah Soviet menekan mereka untuk mengizinkan kapal-kapal Soviet untuk bebas melewati Selat Turki, yang menghubungkan Laut Hitam dengan Laut Tengah.

Referensi

  1. ↑ Rozakes, Chrestos (1987). Turkish Straits. Dordrecht: Martinus Nijhoff Publishers. hlm. 43.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan