Minggu, 20 September 2026
21:16 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Thatcherisme

Bagian dari seri politik tentang
Thatcherisme
Gerakan terkait
Portal Politik

Thatcherisme menjelaskan gaya politik keyakinan, ekonomi, kebijakan sosial, dan politik politikus Konservatif Britania Raya, Margaret Thatcher, yang menjabat sebagai ketua partainya sejak 1975 sampai 1990. Istilah ini sering digunakan untuk menyebut kepercayaan pemerintah Britania Raya saat Thatcher menjabat sebagai Perdana Menteri antara Mei 1979 sampai November 1990 dan masa pemerintahan John Major dan Tony Blair. Pendukung Thatcherisme disebut Thatcherit.

Dua definisi Thatcherisme dan pengaruhnya bagi sejarah Britania Raya selama beberapa dasawarsa terakhir masih kontroversial. Dalam hal ideologi, Thatcherisme disebut-sebut Nigel Lawson, Chancellor of the Exchequer periode 1983 sampai 1989, sebagai platform politik yang mengutamakan pasar bebas dengan pengetatan belanja pemerintah dan pemotongan pajak ditambah nasionalisme Britania Raya baik di dalam maupun luar negeri.[1] The Daily Telegraph menulis pada April 2008 bahwa program pemerintah Britania non-konservatif selanjutnya, kabinet Tony Blair yang mengutamakan 'New Labour', pada dasarnya menerima tindakan reformasi pusat khas Thatcherisme seperti deregulasi, swastanisasi industri-industri nasional yang penting, mempertahankan pasar tenaga kerja yang fleksibel, memarginalkan serikat buruh, dan melakukan devolusi pembuatan keputusan kepada pemerintah daerah.[2]

Lihat pula

Referensi

  1. Lawson, Nigel (1992). The View From No. 11: Memoirs of a Tory Radical. London: Bantam. hlm. 64. ISBN 978-0-593-02218-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
  2. "Margaret Thatcher, inspiration to New Labour". The Daily Telegraph. 17 April 2008. Diakses tanggal 30 Juni 2011.{{cite news}}: Markup miring atau tebal tidak diperbolehkan dalam: |publisher=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Daftar pustaka

Anggota Parlemen
120px-Margaret_Thatcher_cropped2.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ideologi
Pemerintahan
Pemilihan partai
Pemilihan umum
Keluarga
Budaya populer
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan