Rabu, 28 Oktober 2026
15:11 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Konflik beku

Konflik beku

Bagikan:
330px-Geopolitics_South_Russia2.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Geopolitik Eropa Timur dan Asia Barat pada awal 2024 yang menunjukkan zona-zona konflik beku Transnistria, Krimea, Abkhazia, dan Ossetia Selatan (nomor 1–4) serta Siprus Utara (daerah berwarna terang di Siprus), dan Kosovo (daerah berwarna krem di Serbia). Israel, wilayah Palestina, dan Dataran Tinggi Golan juga ada di peta, tetapi tidak disorot. Zona konflik beku lainnya tidak ditampilkan.

Dalam hubungan internasional, konflik beku adalah situasi ketika konflik bersenjata aktif sudah berakhir, tetapi tidak diselesaikan secara resmi oleh kedua belah pihak melalui perjanjian damai atau kerangka kerja politik lainnya. Karena itu, secara teknis, konflik ini bisa dimulai lagi kapan saja sehingga menciptakan suasana ketidakamanan dan ketidakstabilan.

Istilah ini sering dipakai untuk menyebut konflik pasca-Soviet, tetapi juga digunakan untuk menyebut sengketa wilayah lainnya.[1][2][3] Situasi de facto yang terbentuk bisa saja menyerupai posisi de jure yang dikehendaki satu pihak. Misalnya, Rusia mengklaim dan menguasai Krimea usai krisis Krimea 2014 meski Ukraina tetap bersikukuh mengklaim Krimea sebagai wilayahnya. Sebaliknya, situasi de facto bisa saja tidak menyerupai klaim kedua belah pihak. Misalnya, dalam pembagian Korea, Republik Korea dan Republik Rakyat Demokratik Korea secara resmi mengklaim seluruh Semenanjung Korea, tetapi ada perbatasan fisik di antara kedua negara.

Konflik beku kadang-kadang menghasilkan negara kurang pengakuan (partially-recognized state). Contohnya, Republik Ossetia Selatan yang terbentuk akibat konflik Georgia–Ossetia diakui oleh delapan negara, yaitu lima anggota PBB dan tiga negara kurang pengakuan.

Lihat pula

Catatan

Referensi

  1. ↑ Simon Tisdall (2010-09-22). "This dangerous new world of self-interested nations". The Guardian. Diakses tanggal 2014-03-22.
  2. ↑ "North and South Korea: A Frozen Conflict on the Verge of Unfreezing?". Isn.ethz.ch. Diakses tanggal 2014-03-22.
  3. ↑ "Europe: Frozen conflicts". The Economist. 2008-11-19. Diakses tanggal 2014-03-22.
1940-an
1950-an
1960-an
1970-an
1980-an
1990-an
Konflik beku
Kebijakan luar negeri
Ideologi
Kapitalisme
Komunisme
Lainnya
Organisasi
Propaganda
Perlombaan
Sejarawan
Lihat pula
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan