Selasa, 20 Oktober 2026
08:46 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Perang Semak Uganda

Perang Semak Uganda

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
Perang Semak Uganda
Obote_cropped.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Museveni1987.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled

Milton Obote (kiri) dan Yoweri Museveni, masing-masing pemimpin dari pasukan pemerintahan UNLF dan Tentara Perlawanan Nasional untuk sebagian besar perang.
Tanggal6 Oktober 1980 – Maret 1986
Lokasi
Hasil

Kemenangan NRM

Pihak yang terlibat

Uganda Pemerintah Uganda

 Tanzania (hingga tahun 1985)
 Korea Utara (1981–1985)
Didukung oleh:
Persemakmuran Bangsa-Bangsa[1]

 Amerika Serikat[1]

Uganda Gerakan Perlawanan Nasional (NRM)

Uganda Pemberontak Nil Barat:

Uganda UFM (1980–83)
Uganda FEDEMU (1983–85)[4]
Uganda ULM[5]
Uganda UNLF-AD[6]
Didukung oleh:
 Libya[7]
 Uni Soviet[8]
 Kuba[8]
 Tiongkok[8]
 Arab Saudi (hanya sebagai Pemberontak Nil Barat)
Mozambik Mozambik (diduga)[5]
 Tanzania (dari tahun 1985)

Gerakan Rwenzururu (hingga tahun 1982)
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Milton Obote
Tito Okello
David Oyite-Ojok †
Smith Opon Acak
Bazilio Olara-Okello

Tentara Perlawanan Nasional:
Yoweri Museveni
Salim Saleh
Steven Kashaka
Joram Mugume
Pecos Kuteesa
Fred Rwigyema
Yusuf Lule

Pemberontak Nil barat:
Moses Ali
Amin Onzi[6]
Felix Onama[3]
Isaac Lumago[9]
Elly Hassan

UFM dan FEDEMU:
Balaki Kirya[10]
Andrew Kayira (POW)[6]
David Lwanga[6]
Pasukan yang terlibat

Militer Uganda

Milisi propemerintah

  • Milisi Rakyat
  • National Youth Army
  • Milisi kesusukuan
  • Paramiliter pemuda UPC
Tentara Rakyat Korea[11]
Berbagai milisi pemberontak
Kekuatan
UNLA dan sekutu milisi:
15,000+ (1981)
35,000–40,000 (1984)
ca 15,000 (akhir tahun 1985)
 Tanzania:
11,000 (hingga tahun 1980)
800–1,000 (dari tahun 1981)
ca 50 (1984)
 Korea Utara:
30+ (1981)
ca 50 (1984)
170–700 (1985)

Tentara Uganda:
ca 7,100 (1980)[2]

NRA:
900 (Des. 1981)[12]
4,000 (awal tahun 1983)[12]
ca 10,000 (akhir tahun 1985)
Korban jiwa dan kerugian
100,000–500,000

Perang Semak Uganda, juga dikenal sebagai Perang Luwero, Perang Saudara Uganda atau Perang Perlawanan, adalah perang saudara yang terjadi di Uganda antara pemerintah Uganda resmi dengan partai sayap bersenjata Front Pembebasan Nasional Uganda, melawan sejumlah kelompok pemberontak, salah satu dari kelompok pemberontak yang penting adalah Tentara Perlawanan Nasional, dari tahun 1980 hingga 1986.

Catatan

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 CIA 2012, hlm. 4.
  2. 1 2 3 4 Cooper & Fontanellaz 2015, hlm. 39.
  3. 1 2 Seftel 2010, hlm. 268.
  4. ↑ CIA 2012, hlm. 6.
  5. 1 2 Seftel 2010, hlm. 262.
  6. 1 2 3 4 Golooba-Mutebi 2008, hlm. 14.
  7. ↑ Reid 2017, hlm. 76.
  8. 1 2 3 Idriss Lahai, John (2016). African Frontiers. Taylor & Francis. hlm. 43.
  9. ↑ Harden, Blaine (20 Januari 1986). "Ugandans Learn to Live With Chronic Tribal War". The Washington Post. Diakses tanggal 16 Desember 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ Cooper & Fontanellaz 2015, hlm. 40.
  11. ↑ Berger 2015, hlm. 80.
  12. 1 2 Cooper & Fontanellaz 2015, hlm. 45.

Karya terkutip


Ikon rintisan

Artikel bertopik perang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan