Sabtu, 31 Oktober 2026
16:50 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Revolusi 14 Juli

Revolusi 14 Juli

Bagikan:
Revolusi 14 Juli
Bagian dari Perang Dingin Arab[butuh rujukan]
330px-Abd_al-Karim_Qasim_%26_Abd_al-Salam_A%27ref.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Abdul Salam Arif dan Abd al-Karim Qasim, pemimpin revolusi
Tanggal14 Juli 1958
Lokasi
Hasil

Kemenangan untuk perwira merdeka

Pihak yang terlibat

40px-Flag_of_the_Arab_Federation.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Federasi Arab

didukung

 Yordania

Irak Perwira Merdeka

  • Brigade ke-19
  • Brigade ke-20
Pemimpin atau tokoh terkemuka

Kerajaan Irak Raja Faisal II Dihukum mati
Raja Irak
Kerajaan Irak Abd al-Ilah dari Hejaz Dihukum mati
Putra Mahkota Irak

Kerajaan IrakNuri al-Said Dihukum mati
Perdana Menteri Irak
Irak Abd al-Karim Qasim
Irak Abdul Salam Arif
Irak Muhammad Najib ar-Ruba'i
Irak Surat al-Haj Sri
Irak Nazem Tabakli
Kekuatan
15,000 troops
Korban jiwa dan kerugian

Amerika Serikat 3 warga USA terbunuh[1]
Yordania Jumlah pejabat Yordania yang terbunuh

Total: ~100 terbunuh[butuh rujukan]

Revolusi 14 Juli, juga dikenal sebagai Coup d'état Irak 1958, terjadi pada 14 Juli 1958 di Irak, dan membuat turun tahtanya Wangsa Hasyimiyah di Irak yang didirikan oleh Faisal I pada 1921 di bawah perlindungan Inggris. Raja Faisal II, Pangeran 'Abd al-Ilah, dan Perdana Menteri Nuri al-Said terbunuh pada pemberontakan ini.

Pemberontakan ini mengakhiri Federasi Arab antara Irak dan Yordania yang dicanangkan 6 bulan sebelumnya. Abd al-Karim Qasim mengambil kekuasaan sebagai Perdana Menteri sampai 1963, ketika dia diturunkan dan dibunuh pada Revolusi Ramadan.

Referensi

  1. ↑ Romero 2011, hlm. 112 harvnb error: tanpa target: CITEREFRomero2011 (bantuan).
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan