Kamis, 01 Oktober 2026
09:37 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Faisal II dari Irak

Faisal II dari Irak

Raja Hasyimiyah Irak ke-3 dan terakhir (1939–1958)

Bagikan:
Faisal II
250px-%D9%81%D9%8A%D8%B5%D9%84_%D8%A7%D9%84%D8%AA%D8%A7%D9%86%D9%89.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Raja Irak
Berkuasa4 April 1939 – 14 Juli 1958
(19 tahun, 101 hari)
PendahuluGhazi I
PenerusMuhammad Najib ar-Ruba'i (sebagai Presiden Irak)
WaliAbd al-Ilah dari Hejaz
Pemakaman
Royal Mausoleum, Adhamiyah
AyahGhazi I
IbuPutri Aliya binti Ali
WangsaHashemite
AgamaIslam Sunni[1]

Faisal II GCVO (bahasa Arab:الملك فيصل الثاني; 2 Mei 1935 – 14 Juli 1958) ialah Raja Irak yang memerintah antara tahun 1939 hingga 1958. Pada tanggal 4 April 1939, Faisal yang ketika itu masih berusia 3 tahun dinobatkan sebagai Raja Irak setelah ayahnya Ghazi I mangkat dalam sebuah kecelakaan mobil. Antara 4 April 1939 hingga 2 Mei 1953, pamannya Abd al-Ilah diangkat sebagai wali raja hingga Faisal cukup umur. Sejak 2 Mei 1953, ia mendapatkan kekuasaan penuh atas kerajaan. Faisal menempuh pendidikan di Harrow School di Inggris. Pada tahun 1958, kerusuhan di Irak meletuskan revolusi di bawah pimpinan 'Abdul Karim Qasim. Pada tanggal 14 Juli tahun 1958, Raja Faisal II meninggal dalam revolusi itu. Faisal II adalah raja terakhir Irak.

Kematian

Setelah kudeta tersebut, Raja Faisal II dihukum mati beserta keluarganya diikat di sebuah jeep yang dikemudikan ke sekitar jalanan di Baghdad.[2] Penduduk Baghdad memperingati penyingkiran itu dan melempar sampah pada jenazah tersebut, yang kemudian dilepas di jalan pengendara motor dan kemudian digeletakkan di sana.[butuh rujukan]

Referensi

  1. ↑ "IRAQ - Resurgence In The Shiite World - Part 8 - Jordan & The Hashemite Factors". APS Diplomat Redrawing the Islamic Map. 2005. Diakses tanggal 2011-04-24.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  2. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-10-26. Diakses tanggal 2020-10-23.
Didahului oleh:
GhaziI
Raja Irak
1939-1958
Diteruskan oleh:
monarki dihapuskan
Ikon rintisan

Artikel bertopik politikus ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan