Minggu, 01 November 2026
00:31 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Kudeta Libya 1969

Bagikan:
Kudeta Libya 1969
Bagian dari Perang Dingin
Tanggal1 September 1969
Lokasi
Hasil

Kudeta berhasil

Pihak yang terlibat

Kerajaan Libya

  • Pasukan Pertahanan Cyrenaica (CYDEF)
Gerakan Perwira Bebas
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Idris I
Abdel Aziz El Shalhi
Hasan as-Senussi
Muammar Gaddafi
Abu-Bakr Yunis Jabr
Abdullah Senussi
Abdel Fatah Younis
Khalifa Haftar
Kekuatan
Tidak diketahui 70
Korban jiwa dan kerugian
CYDEF: 2 tewas, 15 terluka[1] 1 Terluka

Kudeta Libya 1969, juga dikenal dengan nama Revolusi al-Fateh atau Revolusi 1 September, adalah kudeta militer yang dilancarkan oleh "Gerakan Perwira Bebas" di Libya. Gerakan ini terdiri dari para perwira militer yang dipimpin oleh Kolonel Muammar Gaddafi. Kudeta ini berhasil menjatuhkan Raja Idris I, membubarkan sistem monarki dan memulai rezim Gaddafi di Libya.

Latar belakang

Penemuan cadangan minyak di Libya pada tahun 1959 dan pendapatan dari penjualan minyak mengubah Kerajaan Libya dari salah satu negara termiskin di dunia menjadi negara yang kaya. Walaupun minyak memperkuat keuangan Libya, banyak yang tidak menyukai kesenjangan yang ditimbulkan karena kekayaan negara terkonsentrasi di tangan Raja Idris. Ketidakpuasan ini semakin menguat dengan menyebarnya ideologi Nasserisme dan nasionalisme/sosialisme Arab di Dunia Arab.

Kudeta

Pada tanggal 1 September 1969, sekitar 70 perwira muda yang dikenal dengan nama "Gerakan Perwira Bebas" mengambil alih pemerintahan dan membubarkan monarki Libya. Kudeta ini dilancarkan di Benghazi dan dituntaskan dalam waktu dua jam. Satuan angkatan darat dengan cepat berkumpul untuk mendukung kudeta, dan dalam waktu beberapa hari militer telah mengendalikan Tripoli dan wilayah Libya lainnya.

Referensi

  1. ↑ Cyrenaican Defence Force Diarsipkan Oktober 8, 2013, di Wayback Machine Leigh Ingram-Seal


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan