Senin, 21 September 2026
05:30 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Lokomotif BB200

Lokomotif BB200

salah satu lokomotif diesel-elektrik di Indonesia

Globe icon.
Konten dan perspektif penulisan artikel ini hanya berpusat pada sudut pandang dari negara Indonesia dan tidak menggambarkan wawasan global pada subjeknya. Silakan bantu mengembangkan atau bicarakan artikel ini di halaman pembicaraannya, atau buat artikel baru, bila perlu. (Desember 2019) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Lokomotif BB200
330px-PTKABB200_%28200_29_B%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
BB200 29 di Stasiun Semarang Tawang, tahun 2008
Jenis dan asal
Sumber tenagaDiesel elektrik
ProdusenGeneral Motors
Electro-Motive Division, Amerika Serikat
ModelEMD G8U6[1]
Tanggal produksi1957
Data teknis
Konfigurasi:
  AARA1A-A1A
  UIC(A1A)(A1A)
Lebar sepur1.067 mm (3 ft 6 in)
Diameter rodaPenggerak: 1.016 mm (1 yd 0 ft 4,0 in)
Diam: 889 mm (2 ft 11,0 in)
Jari-jari lengkung terkecil58,6 m (64 yd 0 ft 3 in)
Jarak gandar3.200 mm (3 yd 1 ft 6 in)
Panjang13.106 mm (14 yd 1 ft 0 in)
Lebar2.794 mm (3 yd 0 ft 2,0 in)
Tinggi3.759 mm (4 yd 0 ft 4,0 in)
Kapasitas bahan bakar1.900 L (420 imp gal; 500 US gal)
Kapasitas pelumas500 L (110 imp gal; 130 US gal)
Kapasitas pendingin700 L (150 imp gal; 180 US gal)
Kapasitas bak pasir340 L (75 imp gal; 90 US gal)
MesinEMD 8 567C
Jenis mesin2 Langkah, Blower
GeneratorGM D-15E, DC-DC
Motor traksi4 unit
Tipe: GM D-19, DC-DC
Rem lokomotifRem udara tekan, Pengereman dinamis, Rem vakum, Rem parkir
Performansi
Daya mesin710 kW (950 hp)
Gaya traksi10.416 kgf (102.150 N; 22.960 lbf)
Karier
LokalPulau Jawa dan Sumatera Selatan
Mulai dinas1957;69 tahun lalu (1957)
KeadaanSebagian besar diafkirkan, sebagian kecil mangkrak, 2 unit dipreservasi, & 1 unit beroperasi sebagai lokomotif langsir Balai Yasa Lahat

Lokomotif BB200 adalah lokomotif diesel elektrik milik PT Kereta Api Indonesia buatan pabrik General Motors Electro-Motive Division, Amerika Serikat dengan transmisi daya DC-DC yang saat ini beroperasi di Indonesia sejak tahun 1957, meskipun kini hanya untuk keperluan langsir. Lokomotif ini merupakan lokomotif diesel elektrik model kedua yang dioperasikan oleh PT KAI setelah CC200. Lokomotif ini merupakan kakak dari lokomotif BB201, yang juga diproduksi oleh pabrik yang sama.

Lokomotif ini memiliki daya mesin sebesar 710 kW (950 hp) dengan susunan gandar (A1A)(A1A), yaitu dengan dua bogie dengan 3 gandar, tetapi masing-masing hanya 2 gandar yang digerakkan oleh motor traksi. Hal ini dibuat agar tekanan tiap-tiap gandarnya rendah, dan tidak melampaui daya dukung jaringan rel kereta ketika lokomotif melewati jaringan rel tersebut.[2]

Lokomotif ini sepanjang masa kedinasannya pernah berdinas di Pulau Jawa dan Sumatera Selatan.

Sejarah

250px-PTKABB200_%28200_29_A%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
BB200 29
250px-ID_diesel_loco_BB_200-05_040913_004_lpy.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
BB200 05 di Stasiun Lempuyangan
250px-BB_200_07_BY_Lahat_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
BB200 07. Lokomotif BB200 terakhir yang masih aktif di Indonesia sebagai lok langsir di Balai Yasa Lahat

Pada tahun 1957, lokomotif bermodel EMD G8U6 dibeli oleh Djawatan Kereta Api Republik Indonesia dan diberi nomor seri BB200. Menurut kontrak pembelian tertanggal 6 April 1956, 35 unit lokomotif BB200 beroperasi di lintas Jawa. Sebanyak 27 unit di antaranya dialokasikan di depo Semarang Poncol, 4 unit di depo Kertapati, 1 unit di depo Tanjung Karang, serta tiga sisanya (BB200 10, 11, dan 18) adalah produk afkir. Satu persatu lokomotif BB200 yang belum dilengkapi abar angin (rem udara tekan) kemudian dipasangi secara bertahap, melengkapi rem vakum. Tiga lokomotif BB200 pertama yang memakai abar angin adalah BB200 01, 08, dan 18.

Secara teknis long hood (hidung panjang) lokomotif tersebut merupakan bagian depan dari lokomotif tersebut, bukan hidung pendeknya, atau dengan kata lain, kabin masinisnya ada di belakang seperti halnya lokomotif uap. BB200 pun hanya memiliki satu meja layanan masinis, dan hal ini jelas berbeda dengan lokomotif sebelumnya, CC200, yang memiliki dua meja layanan masinis (dan dua kabin masinis) di tiap ujungnya. Tentulah masinis akan lebih ergonomis jika mengoperasikan lokomotif BB200 ke arah long hood. Berbeda dengan lokomotif lainnya di Indonesia, lokomotif ini memiliki plat nomor yang terletak di sisi kiri dan kanan lampu utama di tiap ujungnya.

Bentuk fisik lokomotif BB200 ini sama halnya dengan lokomotif EMD G8 lainnya di seluruh dunia. Anehnya, di Amerika Serikat tidak ada lokomotif EMD G8 karena dayanya kurang besar (daya rata-rata minimum lokomotif Amerika Utara yang diproduksi oleh GM-EMD adalah 1.500 kW (2.000 hp)), sedangkan lokomotif EMD G8 hanya sebesar 652 kW (874 hp), karena EMD G8 memang merupakan lokomotif ekspor. Akan tetapi, meskipun dayanya relatif kecil, lokomotif ini dapat melaju hingga 110 km/h (31 m/s).

Contoh kereta api yang pernah ditarik oleh BB200 antara lain adalah Bima, Mutiara Utara, Pandanaran, Senja Utama, dan Purbaya, serta untuk pengangkutan barang. Selain itu, kereta komuter untuk rute Jakarta-Bogor pun pernah ditarik oleh lokomotif ini seiring dengan menurunnya kondisi lokomotif listrik yang ada sejak zaman kolonial Belanda. Pada tahun 1968, sebuah lokomotif BB200 pernah mengalami kecelakaan dengan KA Bumel di Ratu Jaya, Depok, kejadian ini memakan korban sebanyak 116 jiwa.

Pada tahun 1984 lokomotif ini sempat direpowering untuk memperpanjang masa pakai yang sampai awal dekade 2000-an beberapa lokomotif ini masih bisa beroperasi walaupun dinasannya tidak sebanyak dulu, namun kondisinya masih lebih baik dari adiknya, BB201 dan juga seiring kebijakan standardisasi armada yang diterapkan oleh PT KAI menjadi Lokomotif Diesel Elektrik dengan model yang lebih seragam seperti CC201, CC203, dan CC204 membuat lokomotif ini menjadi tergeser perannya yg saat ini hanya tinggal beberapa unit saja.

Pada bulan Juni 2006, komunitas railfans Indonesia, Indonesian Railways Preservation Society (IRPS), mengajukan proposal kepada PT Kereta Api (Persero) untuk mempreservasi lokomotif BB200 depo induk Semarang Poncol. Pada bulan September 2006, lokomotif dengan nomor BB200 29 sudah bisa beroperasi lagi. Menyusul pada bulan Agustus 2007, lokomotif dengan nomor BB200 21 berhasil diperbaiki. Kedua lokomotif tersebut akhirnya beroperasi berkat komponen dari lokomotif BB200 lainnya yang afkir. Lokomotif BB200 yang terakhir beroperasi adalah BB200 07, 08, 13, 14, 17, 21, 23, 25, 26, 29 dan 30. BB200 07, 14, 17, 25 dan 30 berada di Sumatera Selatan.

Pada tahun 2008, BB200 08, 13, 17, 23, 25, 29 dan 30 harus diafkirkan dan hanya BB200 07, 14, 21 dan 29 yang masih beroperasi. BB200 07 dan 14 berada di Sumatera Selatan untuk melangsir gerbong batu bara dan BB200 21 dan 29 berada di Jawa Tengah untuk menarik KA Pandanaran.

Satu-satunya BB200 yang masih hidup di Indonesia adalah BB200 07 yang saat ini ditugaskan sebagai loko pelangsir di Balai Yasa Lahat. Pada April 2021, lokomotif ini telah dipreservasi dan dicat ulang dengan livery PJKA dan logo KAI baru versi 2020. Peresmian kembali lokomotif ini dihadiri oleh komunitas railfans Indonesia, Indonesian Railways Preservation Society (IRPS) dan Organisasi Pecinta Kereta Api Sumatera Selatan (OPKA Sumsel).[3]

Preservasi

Galeri foto

Lihat pula

Referensi

  1. "Diesel Locomotive Roster". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-07. Diakses tanggal 2015-06-30.
  2. Majalah KA Edisi Khusus. (tanpa tahun). Album lokomotif dan KRL, II: 23
  3. "Lokomotif BB20007 "Vintage Livery" Kembali Diremajakan PT KAI". Redigest. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-01-30. Diakses tanggal 22 Juli 2021.
  4. Unit Pusat Pelestarian dan Desain Arsitektur: Lokomotif BB200
  5. "Tribun Jogja: Lokomotif Diesel Elektrik BB200, Satu Tonggak Sejarah Kereta Api Indonesia". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-05-08. Diakses tanggal 2015-12-05.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai EMD G8 locomotives.
Ikon rintisan

Artikel bertopik lokomotif ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan