Selasa, 20 Oktober 2026
06:12 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Jarak sumbu roda

Jarak sumbu roda

Jarak antara pusat roda depan dengan pusat roda belakang

Bagikan:

Pada semua jenis kendaraan, jarak sumbu roda (bahasa Inggris:wheelbase) adalah jarak antara pusat roda depan dengan pusat roda belakang.

330px-Wheelbase_and_Track.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jarak sumbu roda (diukur dari pusat rotasi antara roda depan dan roda belakang)

Road

Pada mobil, jarak sumbu roda adalah jarak horizontal antara pusat rotasi roda belakang dan roda depan. Pada keadaan seimbang, total torsi yang bekerja pada mobil adalah nol, maka jarak sumbu roda berpengaruh pada besarnya gaya yang bekerja pada setiap pasang roda, menurut rumus berikut ini:

F f = d r L m g {\displaystyle F_{f}={d_{r} \over L}mg} {\displaystyle F_{f}={d_{r} \over L}mg}
F r = d f L m g {\displaystyle F_{r}={d_{f} \over L}mg} {\displaystyle F_{r}={d_{f} \over L}mg}

dengan F f {\displaystyle F_{f}} {\displaystyle F_{f}} adalah gaya yang bekerja pada roda depan, F r {\displaystyle F_{r}} {\displaystyle F_{r}} adalah gaya yang bekerja pada roda belakang, L {\displaystyle L} {\displaystyle L} merupakan jarak sumbu roda, d r {\displaystyle d_{r}} {\displaystyle d_{r}} adalah jarak dari pusat massa ke roda belakang, d f {\displaystyle d_{f}} {\displaystyle d_{f}} merupakan jarak pusat massa ke roda depan ( d f {\displaystyle d_{f}} {\displaystyle d_{f}} + d r {\displaystyle d_{r}} {\displaystyle d_{r}} = L {\displaystyle L} {\displaystyle L}), m {\displaystyle m} {\displaystyle m} adalah massa kendaraan, dan g {\displaystyle g} {\displaystyle g} adalah percepatan gravitasi. Maka, sebagai contoh, jika sebuah truk diisi penuh dengan suatu muatan, maka pusat massanya akan berpindah ke belakang dan gaya yang harus ditanggung roda belakang akan semakin besar. Maka, kekerasan suspensi kendaraan dibutuhkan untuk menanggung gaya ini. Jika mobil sedang berakselerasi, maka ada tambahan torsi pada roda belakang, sedangkan jika mobil sedang berdeselerasi, maka tambahan torsi ada pada roda depan. Maka, hubungan antara jarak sumbu roda, pusat massa, dan gaya yang dialami tiap pasang roda adalah:

F f = d r L m g − h c g L m a {\displaystyle F_{f}={d_{r} \over L}mg-{h_{cg} \over L}ma} {\displaystyle F_{f}={d_{r} \over L}mg-{h_{cg} \over L}ma}
F r = d f L m g + h c g L m a {\displaystyle F_{r}={d_{f} \over L}mg+{h_{cg} \over L}ma} {\displaystyle F_{r}={d_{f} \over L}mg+{h_{cg} \over L}ma}

dengan F f {\displaystyle F_{f}} {\displaystyle F_{f}} adalah gaya yang dialami roda depan, F r {\displaystyle F_{r}} {\displaystyle F_{r}} gaya yang dialami roda belakang, d r {\displaystyle d_{r}} {\displaystyle d_{r}} jarak pusat massa ke roda belakang, d f {\displaystyle d_{f}} {\displaystyle d_{f}} jarak pusat massa ke roda depan, L {\displaystyle L} {\displaystyle L} adalah jarak sumbu roda, m {\displaystyle m} {\displaystyle m} massa mobil, g {\displaystyle g} {\displaystyle g} percepatan gravitasi (sekitar 9.8 m/s2), h c g {\displaystyle h_{cg}} {\displaystyle h_{cg}} ketinggian pusat massa dari tanah, a {\displaystyle a} {\displaystyle a} adalah percepatan (atau perlambatan jika nilainya negatif). Maka, tidak heran jika suatu mobil sedang berakselerasi dengan cepat, bagian belakangnya terlihat sedikit tertekan dan ketika mobil mengerem mendadak, bagian depannya terlihat sedikit tertekan.[1]

Referensi

  1. ↑ Ruina, Andy (2002). Introduction to Statics and Dynamics (PDF). Oxford University Press. hlm. 350. Diakses tanggal 2007-03-23.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan