Rabu, 30 September 2026
18:18 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Tenome

Tenome

makhluk dalam cerita rakyat Jepang

Bagikan:
250px-SekienTenome.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
ilustrasi Tenome (手の目) dalam Gazu Hyakki Yakō bertahun 1781

Tenome (手の目) dalam cerita rakyat Jepang merupakan makhluk mirip manusia dengan mata di telapak tangannya yang mendiami tanah kosong atau pemakaman.[1] Makhluk tersebut hidup secara nokturnal. Ia memiliki indera penciuman yang kuat yang digunakan untuk memburu mangsanya. Menurut legenda yokai ini sangat menyukai tulang segar manusia dari korban yang baru saja ia bunuh. Korban biasanya akan terkecoh oleh penampilan Tenome yang tampak seperti orang tua buta yang tidak berbahaya, apabila dilihat dari kejauhan.[2]

Sejarah

Dalam koleksi kaidan berjudul Shokoku Hyaku Monogatari (1677) zaman Edo, terdapat genre sastra Asia Timur berjudul "Bakemono ni Hone wo Nukareshi Hito no Koto" (ばけ物に骨をぬかれし人の事, "Kisah pria yang memberi tulang kepada monster"). Dalam cerita tersebut disebutan bahwa seekor monster berubah bentuk menjadi seorang pria raksasa berusia delapan puluh tahun dengan taring yang menonjol, digambarkan juga memiliki mata di masing-masing telapak tangannya. Kisah tersebut memiliki alur cerita sebagai berikut; Suatu ketika, seorang pria mencoba uji nyali dengan pergi ke pemakaman di Shichijogawara, Kyoto, kemudian muncul monster yang terlihat seperti orang tua berusia sekitar 80 tahun datang mengejarnya. Monster ini memiliki bola mata di setiap telapak tangannya. Pria tersebut kemudian melarikan diri ke kuil terdekat dan setelah ia meminta biksu di sana untuk membiarkannya menyembunyikan diri di nagamochi (semacam peti).Monster tersebut kemudian mengejarnya, di mana pria tersebut mendengar ada suara seperti anjing yang sedang mengisap tulang, dan kemudian monster tersebut menghilang. Menurut cerita, ketika biksu membuka nagamochi, pria itu ditemukan telah kehilangan semua tulang di tubuhnya dan hanya menyisakan kulitnya. Tenome juga muncul dalam Hyakki Yagyo Emaki dari koleksi Matsui tahun 2000 dan Bakemono Tsukushi dari koleksi Yumoto tahun 2006.[1][3]

Asal-usul

Dalam salah satu literasi dijelaskan bahwa makhluk ini dahulu adalah seseorang yang buta yang dirampok kemudian dibunuh. Sesaat sebelum kematiannya ia berharap dapat melihat pelaku yang melukainya tersebut. Ia berdoa agar dapat diberikan sepasang mata kembali atau bahkan hanya ada di telapak tangan. Setelah kematiannya ia berubah menjadi yokai yang dipenuhi dengan kebencian.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 "Tenome | Yokai.com" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2021-08-12.
  2. ↑ Murray, Nicolle R (2019). Naturally Monstrous and Magical Creatures of Asia. Lulu.com. ISBN 9780359349098.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Papp, Zilia (2010). Traditional Monster Imagery in Manga, Anime and Japanese Cinema. Brill. hlm. 157. ISBN 9789004212602.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Bacaan lanjutan

Cerita rakyat
Utamaro Yama-uba dan Kintaro
Koleksi naskah
Makhluk legenda
Folkloris


Ikon rintisan

Artikel bertopik Mitologi atau cerita rakyat Jepang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan