Kamis, 05 November 2026
20:37 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Otoroshi

Otoroshi

yokai dalam cerita rakyat Jepang

Bagikan:
250px-SekienOtoroshi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Otoroshi, digambarkan sebagai makhluk berbulu yang hinggap di gerbang kuil dan candi dalam Gazu Hyakki Yakō (画図百鬼夜行).

Otoroshi (bahasa Jepang Hiragana: おとろし) adalah salah satu yokai dalam cerita rakyat Jepang. Otoroshi memiliki beberapa nama alternatif lain seperti odoroshi, odoro, atau keippai. Ada banyak ilustrasi tentang bentuk otoroshi yang ditemukan dalam karya-karya seni di Jepang. Otoroshi muncul sebagai makhluk berbulu, bungkuk, berkaki empat dengan cakar dan taring yang ganas. Mereka terkadang memiliki kulit berwarna biru atau kuning.[1]

Ilustrasi

Penggambaran tentang yokai ini pertama kali muncul semasa zaman Edo pada gulungan bergambar Bakemono Tsukushi yang memperlihatkan gambar monster kuning dengan rambut berantakan. Pada gulungan bergambar lainnya seperti Hyakkai Zumaki, otoroshi digambarkan dengan perpaduan warna biru. Otoroshi juga muncul dalam manga tahun 1960an karya Mizuki dengan corak warna hitam dan putih.[2]

Referensi

  1. ↑ "Otoroshi | Yokai.com" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-11-26.
  2. ↑ Papp, Zília (2010-02-01). Anime and Its Roots in Early Japanese Monster Art (dalam bahasa Inggris). Global Oriental. hlm. 75. ISBN 978-90-04-20287-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Bacaan lanjutan

Cerita rakyat
Utamaro Yama-uba dan Kintaro
Koleksi naskah
Makhluk legenda
Folkloris
Ikon rintisan

Artikel bertopik Mitologi atau cerita rakyat Jepang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan