Rabu, 21 Oktober 2026
11:54 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Nuppeppō

Nuppeppō

Bagikan:
Nuppeppō
250px-SekienNuppeppo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nuppeppō yang digambarkan oleh Toriyama Sekien.
Informasi makhluk
Nama lainNuppefuhō
KelompokYōkai
Asal
NegaraJepang
HabitatJalan atau kuil yang ditinggalkan orang, kuburan

Nuppeppō (Jepang: ぬっぺっぽう), atau nuppefuhō (Jepang: ぬっぺふほう) adalah yōkai tanpa jenis kelamin dalam cerita rakyat yang diyakini memiliki tubuh yang lembek dan bau yang menyengat. Makhluk ini sudah muncul dalam sastra Jepang semenjak abad ke-18.

Etimologi

250px-Suushi_Nuppeppo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nuppeppō dalam buku Hyakkai-Zukan

Nama "nuppeppō" berasal dari ejekan nupperi (ぬっぺり) yang mengacu kepada perempuan yang memakai terlalu banyak riasan.[1]

Deskripsi

Nuppeppō adalah gumpalan daging yang memiliki muka di balik lekukan lemaknya. Asal mula nuppeppō tidak diketahui secara pasti, tetapi kadang-kadang makhluk ini dianggap terbuat dari daging manusia-manusia yang sudah meninggal.[1]

Makhluk ini merupakan makhluk yang pasif dan tidak berbahaya, tetapi baunya sangat busuk dan menandingi bau mayat busuk. Mereka yang memakan dagingnya konon akan menjadi awet muda.[1][2]

Nuppeppō berkeluyuran di jalanan yang sudah ditinggalkan orang, sering kali pada malam hari menjelang akhir tahun, atau di kuburan atau kuil yang sudah ditinggalkan. Makhluk ini biasanya adalah makhluk yang tenang, tetapi ada laporan bahwa mereka terlihat berkelompok.[1] Jika seorang manusia melihat nuppeppō, kemungkinan besar makhluk ini tidak akan membahayakan orang tersebut, tetapi bentuk tubuh dan baunya mungkin akan membuat orang merasa terkejut.

Penyebutan dalam kebudayaan Jepang

Ilustrasi Nuppeppō paling pertama dapat ditemui dalam buku Hyakkai Zukan karya Sawaki Suushi dari tahun 1737.[3] Ilustrasi-ilustrasi berikutnya dapat ditemukan di dalam karya-karya Toriyama Sekien, dimulai dari Gazu Hyakki Yagyō yang diterbitkan tahun 1776.[4]

Juru tulis Makibokusen dari abad ke-18 mendeskripsikan makhluk di kastil shōgun Tokugawa Ieyasu dengan deskripsi yang menyerupai nuppeppō. Menurut kisah ini, Tokugawa memerintahkan agar makhluk itu dikirim ke wilayah pegunungan agar tetap aman dari manusia. Tokugawa kemudian mendapatkan informasi bahwa makhluk ini dikenal dalam sastra Tionghoa sebagai makhluk yang memiliki kekuatan penyembuh.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Yoda, Hiroko; Alt, Matt (Oktober 2008). Yokai Attack!: The Japanese Monster Survival Guide. Ilustrated by Tatsuya Morino (Edisi 1st). Tokyo, Japan: Kodansha International. hlm. 177–180. ISBN 9784770030702.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Foster, Michael Dylan (Januari 14, 2015). The Book of Yokai: Mysterious Creatures of Japanese Folklore. Illustrated by Shinonome Kijin. Oakland, California: University of California Press. hlm. 207–211. ISBN 0520271025.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ 湯本, 豪一 (Mei 2006). 続・妖怪図巻 [Yōkai Illustration Volume, Continued]. Tokyo, Japan: Kokushokan Kokai. ISBN 9784336047786.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ 鳥山, 石燕 (Juli 23, 2005). 鳥山石燕 画図百鬼夜行全画集 [The Complete Book of Monster Drawings] (Edisi 4th). Tokyo, Japan: Kadokawa Shoten. ISBN 4-04-405101-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Cerita rakyat
Utamaro Yama-uba dan Kintaro
Koleksi naskah
Makhluk legenda
Folkloris


Ikon rintisan

Artikel bertopik mitologi, mitos, atau legenda ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan