Minggu, 11 Oktober 2026
04:23 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Gashadokuro

Gashadokuro

yokai dalam cerita rakyat Jepang

Bagikan:
250px-Mitsukuni_defying_the_skeleton_spectre_invoked_by_princess_Takiyasha.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
ilustrasi Gashadakuro yang dilukis leh seniman Jepang Utagawa Kuniyoshi (1798-1861).

Gashadokuro (bahasa Jepang Hiragana: がしゃどくろ) adalah salah satu yokai dalam cerita rakyat Jepang yang berwujud tengkorak raksasa. Yokai ini terbentuk dari kumpulan tulang-belulang manusia yang ketika meninggal tidak sempat dikremasi. Menurut legenda, tulang belulang tersebut berasal dari korban peperangan ataupun mayat yang mati akibat kelaparan. Berdasarkan sumber literatur, istilah gasha pada nama gashadakuro merepresentasikan kebiasaan yokai tersebut ketika menampakkan diri yang mengeluarkan bunyi "gachi gachi" dari gigi dan tulangnya.[1]

Cerita modern yang mengambil kisah gashadakuro kebanyakan terinspirasi dari cetakan balok kayu bertahun 1844 yang dibuat oleh seniman Jepang Utagawa Kuniyoshi. karya tersebut menggambarkan kerangka raksasa yang akan menyerang seorang bangsawan bernama Oya no Taro Mitsukuni. Dalam banyak cerita aslinya, gashadakuro dikatakan tersusun dari sekumpulan kerangka dan bukan kerangka tunggal. Makhluk ini memiliki ukuran lima belas kali lebih besar dari ukuran manusia dewasa.[2]

Referensi

  1. ↑ "Gashadokuro | Yokai.com" (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-06-13. Diakses tanggal 2022-04-23.
  2. ↑ Boutland, Craig (2018). Gashadokuro the Giant Skeleton and Other Legendary Creatures of Japan (dalam bahasa Inggris). New York: Gareth Stevens Publishing LLLP. hlm. 6–7. ISBN 978-1-5382-2715-2. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-29. Diakses tanggal 2022-04-23.

Bacaan lanjutan

Cerita rakyat
Utamaro Yama-uba dan Kintaro
Koleksi naskah
Makhluk legenda
Folkloris
Ikon rintisan

Artikel bertopik Mitologi atau cerita rakyat Jepang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan