Jumat, 06 November 2026
07:48 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Isonade

Isonade

Bagikan:
250px-Ehon_Hyaku_Monogatari_Isonade.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Isonade, lukisan Takehara Shunsen dari Ehon Hyaku Monogatari

Isonade (磯撫で) adalah monster ikan dalam legenda Jepang. Ceritanya diteruskan turun temurun di Matsuura, Provinsi Hizen dan laut di Jepang Barat.[1][2][3]

Kisah ini juga terdapat dalam Ehon Hyaku Monogatari, sebuah kumpulan buku cerita aneh. Dalam literatur kuno Honsōsenkō, monster ini disebut Ōguchiwani (巨口鰐, hiu bermulut besar).[1]。

Deskripsi

Tampak luar seperti hiu, jarum-jarum halus yang tidak terhitung jumlahnya terdapat di sirip ekor bagaikan alat untuk memarut.[1][2]

Isonade muncul kalau angin utara berhembus kencang. Perahu yang lewat di dekatnya akan diserang. Dia berenang dengan perlahan-lahan tanpa suara. Ketika laut tenang bagaikan diusap, isonade secara tiba-tiba menyerang mangsa dengan sirip ekor.[2] Sebelum menyerang, dia tidak akan menampakkan dirinya. Mangsa dijatuhkan ke laut dan dimakan.[1][3]。

Orang yang berada di atas kapal, tidak akan mengetahui kalau isonade sedang mendekat. Kalau orang sadar warna air laut sudah berubah, maka semuanya sudah terlambat. Lalu, orang akan merasakan angin bertiup dari permukaan laut menyentuh tubuh. Angin itu berasal dari sirip ekor isonade. Kalau orang itu sadar isonade sudah datang, orang itu pasti sudah ditangkap olehnya.[2]

Bagi orang yang naik perahu, isonade merupakan makhluk yang benar-benar menakutkan. Tidak ada usaha pencegahan yang bisa dilakukan agar orang tidak dimakan isonade. Begitu ironis, alih-alih melaut menangkap ikan, orang ditangkap ikan.[2]

Menurut salah satu penjelasan, asal-usul nama isonade, adalah permukaan laut yang bagaikan diusap (bahasa Jepang: naderu) ketika makhluk ini muncul dari bawah lain. Kisah lain mengatakan, ketika sirip ekornya menyerang orang, terlihat seperti sedang mengusap.[1]

Menurut orang di kota Kumano, Prefektur Mie, kalau ada orang mati di pantai, orang "itu mungkin diusap isonade" (isonade ni naderareta nodarō).[4]

Menurut perkiraan peneliti yōkai bernama Katsumi Tada, isonade bukanlah makhluk imajinasi, melainkan istilah yang dipakai untuk menyebut paus pembunuh.[5] Namun, paus pembunuh tidak memiliki sirip ekor penuh jarum seperti isonade. Berdasarkan fakta orang Jepang mulai berdagang ke Cina dan Asia Tenggara sekitar zaman Muromachi, orang Jepang yang sampai di Asia Tenggara untuk pertama kalinya melihat buaya muara yang kulit di punggung hingga ke ekornya memiliki banyak tonjolan. Hal tersebut menjadi inspirasi untuk menciptakan monster isonade yang memiliki jarum-jarum di ekornya.[5]

Monster ikan sejenis

  • Kagewani (影鰐)
Monster ikan di Yunotsu, Shimane, Nima, Prefektur Shimane (sekarang kota Ōda, Shimane).[6] Monster ikan yang tinggal di Izumo memakan bayangan di permukaan laut dari orang yang naik perahu. Bila bayangannya sudah dimakan, maka orang itu pasti mati.[7]
Nelayan yang bayangannya hampir dimakan kagewani namun menembak mati kagewani tersebut, nelayan itu juga akan tewas. Kematian tiba sesampainya nelayan itu di darat. Bila berjalan di pantai, kaki nelayan itu akan tertusuk tulang kagewani dan tewas.[8]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Tada Katsumi (1990) Gensō sekai no jūnintachi IV nihon-hen. Shinkigen-sha. p. 149. ISBN 4-915146-44-8.
  2. 1 2 3 4 5 Shigeru Mizuki (2004) Mujara V Tōhoku Kyūshū-hen『妖鬼化 5 東北・九州編』 Softgarage, p. 79. ISBN 4-86133-027-0.
  3. 1 2 Kenji Murakami (2000) Yōkai jiten『妖怪事典』 Mainichi shimbun-sha. p. 35-36 ISBN 4-620-31428-5
  4. ↑ Minzoku saihō tsūkan shōwa 34-nen do go, mie-ken kumano-shi arasaka chiku hoka (民俗採訪 通巻昭和34年度号 三重県熊野市荒坂地区ほか) (kai-i, yōkai denshō database-nai (怪異・妖怪伝承データベース]内) Diakses pada 17 Juni 2008
  5. 1 2 Tada Katsumi, ed.Takehara Shunsen ehon hyakumonogatari: tōsanjin-yawa (『竹原春泉 絵本百物語 -桃山人夜話-』). Kokushokankōkai, 1997. p. 126-127, ISBN 4-336-03948-8
  6. ↑ Pada zaman kuno di Jepang, kata “wani” tidak hanya merujuk pada buaya dalam arti modern, tetapi juga berarti hiu. Kata “wani” dalam bahasa Kagewani juga berarti hiu. 隠岐国産物絵図註書学研全訳古語辞典
  7. ↑ Yōkai jiten p. 100. (『妖怪事典』)
  8. ↑ (Kyōdo kenkyū 7-kan 4-go kagewani - inugami, ushioni, kappa (kai-i, yōkai denshō database-nai) (郷土研究 7巻4号 影わに-犬神・牛鬼・河童(怪異・妖怪伝承データベース内)) Diakses pada 17 Juni 2008
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan