Selasa, 29 September 2026
09:37 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Kitsunebi

Kitsunebi

Bagikan:
250px-Bakemono-tsukushi-emaki_Kitsune-bi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penggambaran wujud kitsunebi dari Bakemono-tsukishi-emaki (化け物尽くし絵巻) yang sudah ada sejak zaman Edo

Kitsunebi (狐火) (secara harfiah berarti "api rubah") diilustrasikan sebagai perangkat bola cahaya yang dapat mengambang dalam cerita rakyat Jepang. Kitsunebi biasanya memiliki diameter beberapa sentimeter yang mengambang kurang dari satu sentimeter di atas tanah, dan sering terlihat di rawa-rawa atau lahan basah.[1] Cahaya yang dihasilkan bola tersebut setara dengan lentera dan umumnya tampak berwarna merah atau merah kekuning-kuningan. Ada juga yang berwarna biru kehijauan meskipun jarang disebutkan.[2]

Kitsunebi hanya muncul di malam dan biasanya tampak di sebelah kitsune. Kitsunebi terbentuk dari rubah yang menghembuskan bola api dari mulutnya dan menggunakannya untuk menerangi jalan mereka ketika bepergian di malam hari.[2] Cerita ini muncul sejak zaman Edo.[1]

Referensi

  1. 1 2 Papp, Zília (2010). Traditional Monster Imagery in Manga, Anime and Japanese Cinema. Global Oriental. hlm. 215. ISBN 9789004212602.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. 1 2 "Kitsunebi | Yokai.com" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2021-08-11.

Bacaan lanjutan

Cerita rakyat
Utamaro Yama-uba dan Kintaro
Koleksi naskah
Makhluk legenda
Folkloris
Ikon rintisan

Artikel bertopik Mitologi atau cerita rakyat Jepang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan