Rabu, 23 September 2026
01:25 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara

Hibagon

Hibagon merupakan makhluk misterius menyerupai Bigfoot asal Amerika Utara yang diyakini hingga kini mendiami kawasan hutan di Gunung Hiba, Hiroshima Utara.

Riwayat

Pada malam hari tanggal 20 Juli 1970, seorang pria di dalam truk pickup di Saijo, kota di utara Prefektur Hiroshima, melihat sebuah sosok makhluk mirip kera berjalan di lereng gunung. Setelah kabar tentang pertemuan itu tersebar, penduduk setempat lainnya menyampaikan laporan mereka sendiri tentang seekor hewan yang berjalan tegak.

Deskripsi mereka serupa. Binatang itu memiliki tinggi sekitar 1,6 meter, dengan tubuh mirip gorila dan wajah berbentuk segitiga terbalik. Sejak saat itu, penduduk setempat mulai menyebut makhluk itu Hibagon, yang merujuk pada Gunung Hiba di kota tersebut. Kisah ini menjadi berita utama di masa itu, dengan sebuah artikel yang diterbitkan di surat kabar Chugoku Shimbun pada tanggal 26 Agustus 1970, menceritakan kisah tiga petani setempat yang sudah meninggal dan sebelumnya mengaku melihat Hibagon.

Seorang pria yang sedang memotong rumput di dekat rumahnya pada pagi hari tanggal 23 Juli, yakni tiga hari setelah penampakan pertama, mengaku telah melihat makhluk di area berumput dengan wajah manusia. Pria lain pada tanggal 30 Juli memanggil seseorang yang dia yakini adalah kerabatnya yang sedang berjalan di sepanjang jalan setapak menuju sawah, tetapi ternyata orang tersebut adalah makhlup mirip gorila.

Berbagai saksi mata menggambarkan sosok tak dikenal itu menyerupai seekor gorila yang ditutupi bulu berwarna coklat tua, mirip dengan Bigfoot asal Amerika Utara atau Yeti Himalaya. Kabar penampakan tersebut menimbulkan sensasi yang akhirnya menarik perhatian polisi, pemerintah daerah, dan peneliti.

Lebih dari lima dekade telah berlalu sejak penampakan pertama, namun orang-orang dari seluruh Jepang terus melakukan pencarian dengan harapan dapat melihat makhluk misterius tersebut. Menurut Asosiasi Pariwisata Saijo setempat, Hibagon memiliki tinggi sekitar 160 sentimeter, memiliki tubuh berbulu dan wajah segitiga terbalik dengan kepala dua kali ukuran manusia.

Pada pertengahan tahun 70-an, pembicaraan tentang Hibagon telah mereda, dan pusat konsultasi ditutup pada bulan Juni 1975. Saat ini, Hibagon telah menjadi simbol kota, dan tanda-tanda yang menyerupai imajinasi ada di mana-mana. Sebuah jejak kaki plester yang konon milik Hibagon disimpan di kantor kepala Kantor Polisi Shobara, yang merupakan bagian dari Polisi Prefektur Hiroshima.

Pada 2023, Departemen Kepolisian Shobara menyumbangkan apa yang mereka anggap sebagai jejak kaki tersebut kepada asosiasi pariwisata, kemudian dipindahkan kembai ke Stasiun Bingo-Saijo. Asosiasi turis menggunakan donasi tersebut sebagai kesempatan untuk memulai perekrutan klub penggemar Hibagon Explorers yang telah diikuti oleh sekitar 40 orang dari seluruh Jepang.[1]

Referensi

Jepang

Artikel bertopik Jepang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan