Rabu, 07 Oktober 2026
14:49 WIB
TERKINI
Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara
Namahage

Namahage

Bagikan:
250px-Namahage.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang penari memakai kostum Namahage di stasiun Akita.

Namahage (生剥)[1] adalah sosok siluman (yōkai) dalam cerita rakyat Jepang. Karakter siluman tersebut biasanya diperankan oleh lelaki dengan memakai topeng oni (setan Jepang) dan jubah jerami tradisional Jepang (mino) selama perayaan Tahun Baru[2] di Tanjung Oga[3] kawasan prefektur Akita di Honshū Utara, Jepang.[4]

Saat diperankan, Namahage dipersenjatai dengan pisau deba (meskipun tiruan[3] atau dibuat dengan kertas) dan ember teoke(手桶, ember kayu),[2] berjalan berpasangan atau bertiga dari rumah ke rumah, menegur anak-anak yang nakal atau malas,[2] dengan melontarkan kalimat seperti: "Apa ada anak cengeng?" (泣く子はいねがぁ, Nakuko wa inee gā?)[5] atau "Apa ada anak nakal?" (悪い子はいねえか, Waruiko wa inee ka?) dengan logat daerah di sana.

Referensi

  1. ↑ Yamamoto 1978 harvnb error: tanpa target: CITEREFYamamoto1978 (bantuan), The Namahage, p.9, 35
  2. 1 2 3 Bocking 1998 harvnb error: tanpa target: CITEREFBocking1998 (bantuan), Shinto Dict., p.98
  3. 1 2 Heibonsha 1969 harvnb error: tanpa target: CITEREFHeibonsha1969 (bantuan), vol. 17, p.46, article on Namahage by Makita, Shigeru (牧田茂)
  4. ↑ Yamamoto 1978 harvnb error: tanpa target: CITEREFYamamoto1978 (bantuan), The Namahage, p.13, passim.
  5. ↑ "秋田県男鹿市の民俗行事「なまはげ」の由来" (snippet). Shūkan Shinchō. 41 (1). 1996., p.40 "「ウォー、泣く子いねがあ」; "鬼どもに一夜のうちに村から五社堂まで一千段の石段を築くこと、という条件を出す。石段が完成する直前に、村人が一番鶏の.."
Cerita rakyat
Utamaro Yama-uba dan Kintaro
Koleksi naskah
Makhluk legenda
Folkloris
Ikon rintisan

Artikel bertopik Mitologi atau cerita rakyat Jepang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan