Sabtu, 10 Oktober 2026
15:53 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Saṅghamittā

Saṅghamittā

Bagikan:
Sanghamittā
250px-Arhat_Sangamitta_Theri.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung Sangamitta di sebuah biara di Sri Lanka.
LahirPada abad ke-3 S.M. (281 SM (?))
MeninggalUsia 79 tahun
Penyebab kematian
Usia tua
Tempat peristirahatan terakhir
Sri Lanka
Nama lainSanghamitrā (Sansekerta)
PendidikanAgama Buddha
AlmamaterPreseptor Ayupālā
Dikenal karenamendirikan kebiarawatian Buddha Theravāda di Sri Lanka
Pasangan menikahAggibrahmā
AnakPutra – Sumana
Orang tuaKaisar Ashoka (Ayah)
Devi (Ibu)
PenghargaanArahat Therī yang dikredit dengan pendirian Garis Bhikkhuni – Ordo Biarawati di Sri Lanka
Catatan
Saudaranya Mahindra pertama kali datang ke Sri Lanka untuk menyebarkan Buddhisme. Putranya Sumana juga bersama dengan Mahindra dalam misi ini
Bagian dari seri tentang
Buddhisme Theravāda
120px-Buddhism_dham_jak.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme
20px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalBuddhisme

Saṅghamittā (Saṅghamitrā dalam bahasa Sansekerta) adalah cucu dari kaisar Bindusara dan putri dari Kaisar Ashoka dan istrinya, Vidisha Devi. Bersama dengan Mahinda, saudaranya, ia diangkat menjadi biksu Buddha. Kedua bersaudara tersebut kemudian pergi ke Sri Lanka untuk menyebarkan pengajaran Buddha atas permintaan Raja Devanampiya Tissa (250 SM – 210 SM) yang merupakan orang sezaman dengan Ashoka (304 SM – 232 SM). Mula-mula, ia berlabuh di 'Mathagal'. Desa Mathagal berjarak 16 km dari kota Jaffna, di utara Sri Lanka, di pesisir Samudera Hindia. Kaisar Buddha Samrat Ashoka mengirimnya ke Sri Lanka bersama dengan biksuni lainnya untuk memulai garis Bhikkhuni (orang yang secara penuh diangkat menjadi monatik Buddha perempuan) atas permintaan Raja Tissa untuk mengangkat ratu Anulā dan wanita lainnya dari dewan Tissa di Anuradhapura menjadi biksuni stelah Mahindra memindahkan kepercayaan mereka ke Buddhisme.[1][2][3][4][5]

Setelah kontribusi Sanghamittā pada propagasi Buddhisme di Sri Lanka dan pendirian Bikhhunī Sangha atau Meheini Sasna (Ordo Biarawati) disana, namanya menjadi sinonim dengan "Ordo Monastik Perempuan Buddha dari Buddha Theravāda" yang didirikan tak hanya di Sri Lanka tetapi juga di Burma, China dan Thailand, pada sebagian wilayah.[2][4][6]

Referensi

  1. ↑ "Sanghamittā Therī". What the Buddha said in plain English!. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-09-04. Diakses tanggal 2010-04-28.
  2. 1 2 "A brief history of Sanghamitta". Bodhistav Foundation. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-07-25. Diakses tanggal 2010-05-02.
  3. ↑ "Mahindagamanaya was more than a diplomatic mission". Daily Mirror. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-09-06. Diakses tanggal 2010-05-02.
  4. 1 2 "Theerrii Sanghamiitttta and The Bodhii—tree" (PDF). California: A Gift of Dhamma:Maung Paw. hlm. 1–8. Diarsipkan dari asli (pdf) tanggal 2011-07-24. Diakses tanggal 2010-05-02.
  5. ↑ Harishchanndar, Walisinha (1998). The sacred city of Anuradhapura. Asian Educational Services. hlm. 29–36. ISBN 81-206-0216-1. Diakses tanggal 2010-05-02.
  6. ↑ "How to be Real Buddhist through Observance?". What Buddha Said Net. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-06-27. Diakses tanggal 2010-05-02.

Pranala luar

Templat:Buddhisme di Sri Lanka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan