Senin, 21 September 2026
00:20 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Martin Chalfie

Martin Chalfie

ahli biologi asal Amerika Serikat

Martin Chalfie
250px-Martin_Chalfie-press_conference_Dec_07th%2C_2008-4.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir15 Januari 1947 (umur 79)
Chicago, Illinois, U.S.
KewarganegaraanAmerika
AlmamaterHarvard University
Dikenal karenaisolasi dan pemanfaatan protein berpendar hijau (GFP) (green fluorescent protein).
Karier ilmiah
BidangNeurosains
Tempat kerjaColumbia University

Martin Chalfie (lahir pada tahun 1947) adalah seorang lulusan dari Universitas Harvard dan sekarang sebagai profesor dalam bidang biologi saraf (neurobiologi) dari Universitas Columbia, New York, Amerika Serikat.[1]

Martin Chalfie mendapat hadiah Nobel untuk bidang kimia tahun 2008 bersama-sama dengan Osamu Shimomura dan Roger Y. Tsien untuk penemuan mereka dalam pengembangan protein hijau berpendar, GFP (green fluorescent protein). Chalfie adalah orang yang pertama kali menunjukkan bagaiman memanfaatkan gen penghasil GFP sebagai penanda untuk menunjukkan ekspresi gen. Salah satu penelitian pertamanya adalah dengan mewarnai enam sel nematoda tembus pandang Caenorhabditis elegans.[2]

Referensi

  1. "The Nobel Prize in Chemistry 2008". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-10-11. Diakses tanggal 2008-10-08.
  2. Website of the Nobel Prize committee.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Martin Chalfie.
1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–sekarang


40px-Gilbert_Stuart_Williamstown_Portrait_of_George_Washington.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Amerika Serikat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan