Sabtu, 03 Oktober 2026
20:05 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Kenichi Fukui

Kenichi Fukui

kimiawan asal Jepang

Bagikan:
250px-Kenichi_Fukui_nobel.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kenichi Fukui (1981)

Kenichi Fukui (福井謙一 Fukui Ken'ichi, 4 Oktober 1918 – 9 Januari 1998) adalah seorang kimiawan Jepang. Ia juga dikenal sebagai ilmuwan Asia pertama yang menerima hadiah Nobel kimia.

Kenichi Fukui adalah salah satu penerima Penghargaan Nobel dalam Kimia 1981 dengan Roald Hoffmann, untuk penelitian independen mereka pada mekanisme reaksi kimia. Karyanya yang diberi anugerah itu berfokus pada peran orbit depan dalam reaksi kimia: secara spesifik molekul itu menerima elektron yang terikat longgar yang mencakup orbit luar, yakni Orbit Molekul Terisi Tertinggi dan Orbit Molekul Tak Terisi Terendah.

Ia adalah profesor fisika kimia di Universitas Kyoto dari tahun 1951 hingga 1982, presiden Institut Teknologi Kyoto antara 1982 dan 1988, dan anggota Akademi Ilmu Molekul Kuantum Internasional.

Daftar karya

  • Theory of orientation and stereoselection (1975)
  • An Einstein dictionary Sachi Sri Kantha ; kata pengantar oleh Kenichi Fukui (1996)
  • Frontier orbitals and reaction paths: selected papers of Kenichi Fukui(1997)
  • The science and technology of carbon nanotubes disunting oleh Kazuyoshi Tanaka, Tokio Yamabe, Kenichi Fukui (1999)
1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–sekarang
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan