Minggu, 20 September 2026
20:51 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Max F. Perutz

Max F. Perutz

ahli biologi asal Britania Raya

60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Max F. Perutz"  berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Max Ferdinand Perutz
Max_Perutz.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Lahir19 May 1914
Vienna, Austria
Meninggal6 Februari 2002(2002-02-06) (umur 87)
AlmamaterUniversity of Vienna, Peterhouse, Cambridge
Dikenal karenaHeme-containing proteins
Karier ilmiah
BidangMolecular biology, Crystallography
Tempat kerjaUniversity of Cambridge
J.D. Bernal
Mahasiswa doktoral
Francis Crick

Max Ferdinand Perutz (19 Mei 1914 - 6 Februari 2002) dilahirkan di Wina. Pada 1936, ia menjadi mahasiswa riset di Cavendish Laboratory dalam kelompok kristalografi yang dipimpin J. Bernal, dan tetap di Cambridge setelah itu.

Selama PD II, ia diminta memikirkan jalan memperbaiki kualitas struktur es untuk Proyek Habbakuk dan menemukan pencampuran es dan bubur kayu yang dikenal sebagai pikret.

Pada 1953, Perutz menunjukkan bahwa sinar difraksi dari kristal protein dapat dibuat bertahap dengan membandingkan pola kristal protein dengan dan tanpa atom berat yang diambil. Pada 1959, ia menentukan struktur molekul hemoglobin protein, yang mengangkut oksigen dalam darah, menggunakan cara itu. Pada 1962, ia menerima Hadiah Nobel bidang kimia, dengan John Kendrew.

Ia mendirikan Laboratorium Biologi Molekul MRC, Cambridge, Inggris pada 1962, dan mengepalainya sampai 1979. Ia tetap aktif dalam penelitian sampai akhir hidupnya.

Putranya ialah guru besar kimia di Universitas York di Inggris.

Buku-buku:

  • Is Science Necessary: Essays on Science and Scientists
  • I Wish I'd Made You Angry Earlier: Essays on Science, Science, Scientists, and Humanity
  • Proteins and Nucleic Acids: Structure and Function.
  • Science is not a Quiet Life: Unravelling the Atomic Mechanism of Haemoglobin
  • Glutamine Repeats and Neurodegenerative Diseases: Molecular Aspects
  • Protein Structure: A User's Guide
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan